August 2014
TANAMAN HIAS  : Pitomba Eugenia  Luschnathiana adalah tanaman buah asal brasil. Pitomba memiliki karakteristik tangkai yang mudah dibentuk, sehingga menjadikannya berfungsi ganda. Selain sebagai tanaman buah kerena buahnya dapat di konsumsi, pitomba juga bisa difungsikan sebahai tanaman hias.

Pitomba Sebagai Tanaman Hias dan Tanaman Buah

Bentuk buah pitomba kalau di indoneisa mirip buah gawok. Buah pitomba mempunyai kulit tipis dan rasa yang manis. Di negara asalnya, buah ini bisa dijadikan jeli dan minuman bersoda.

Brasilian Cherry - sebutan lain untuk tanaman buah ini - memiliki masa tumbuh yang lambat. Yaitu dalam 1 tahun, tinggi tanaman hanya berkisar 50 cm. Selain itu, pitomba juga tergolong tanaman hias yang susah di kembangbiakkan. Cara terbaik membiakkan pitomba adalah dengan teknik sambung susu.

TANAMAN HIAS  : Meski sedikit susah dikembangbiakkan, namun tanaman hias ini sangat mudah dalam perawatan. Tanaman hias pitomba bisa di tanam dalam pot. Jika tanaman ini dirawat secara baik, dalam waktu 2-2.5 tahun sudah bisa berbuah. Dengan begitu, tanaman ini tidak hanya akan memberikan buah untuk dinikmati, namun juga berfungsi sebagai tanaman hias untuk mempercantik rumah hunian Anda.
TANAMAN HIAS  : Anthurium termasuk jenis tanaman hias dengan perawatan relatif mudah. Keindahan Anthurium terletak pada daun, untuk itu perlu diperhatikan dalam merawat Anthurium, daun menjadi fokus utama. Meskipun keindahan daun Anthurium tidak lepas dari aspek lain. Kali ini kita akan bahas bagaimana merawat Tanaman Hias Anthurium secara baik dan benar.

Dimulai dari media tanam, sebaiknya tidak menggunakan tanah. Tanah akan menghambat laju perkembangan akar, dan hal ini juga akan berakibat ke daun. Media yang disukai Anthurium yaitu media yang porous berupa campuran arang sekam dan pakis cacah. Tujuannya agar akar-akar dari Anthurium ini mudah untuk tumbuh dan menyebar.

Penempatan. Anthurium biasa hidup di tempat yang dinaungi pohon-pohon besar, untuk itu dalam menempatkan tanaman hias di taman sebaiknya juga memilih tempat yang teduh, tidak banyak terkena sinar matahari. Selanjutnya mengenasi petunjuk teknis merawat tanaman hias Anthurium bisa disimak berikut ini.

Teknis Perawatan Tanaman Hias Anthurium

            
Media tanam

Tips Merawat Tanaman Hias AnthuriumMedia tanam untuk Anthurium berbeda-beda untuk masing-masing wilayah dengan iklim, suhu dan kelembaban juga kondisi bangunan dan penataan tanaman pada Green house ( bahan atap dan paranet ). Penggunaan campuran Akar Pakis ( kasar di bawah, lebih halus ke atas ) + Kompos ( dari bahan daun mahoni ) + Pupuk Kandang ( kotoran kambing ) + Sekam Bakar dengan perbandingan 3 : 1 : 1 :1. Untuk ukuran bibit bisa ditambahkan Cocopeat ( serabut kelapa ) untuk lebih menahan kandungan air tapi juga butuh perhatian khusus karena sering menggumpal yang mengakibatkan pertumbuhan akar kurang bagus.

Pupuk / Nutrisi Tanaman

Nutrisi yang diberikan untuk ukuran bibit dan remaja harus diperhatikan unsur N dari pada P dan K dengan kandungan C/N ratio lebih dari 10%. Untuk lebih memacu pertumbuhan akar dan daun bisa menggunakan pupuk Slow release ( banyak tersedia dipasaran ) bisa juga pupuk kemasan cair ( penggunaan dicampur dengan air pada penyiraman ). Berbeda untuk Anthurium bertongkol yang harus diperhatikan bahwa nutrisi untuk akar dan daun mulai dikurangi, yang harus dipacu adalah pertumbuhan tongkol menggunakan pupuk dengan unsur P dan K lebih tinggi dengan kandungan C/N rasio kurang dari 6%. Jadi kita harus memilih prioritas untuk memacu daun atau merangsang dan memacu pertumbuhan tongkol.

Menyiasati Tongkol pada Anthurium

Untuk dua tongkol pertama dan kedua ( tongkol latihan ) sebaiknya dipotong karena pasti penyerbukan kurang berhasil bahkan gagal sama sekali, baru mulai tongkol ketiga harus diperhatikan penyerbukan dengan dibantu dengan usapan kuas atau tangan apabila muncul serbuk sari pada tongkol, terumama untuk jenis Anthurium Gelombang Cinta. Untuk tujuan penyilangan harus dipilih karakter yang bagus dan karakter mana yang mau diambil dari induk pejantan dan betinanya.. Harus diperhatikan dalam 1 indukan tidak boleh ada tongkol terlalu banyak, karena akan mengurangi nutrisi pada tongkol yang menyebabkan kualitas biji kurang bagus dan pertumbuhan tongkol pun terhambat.

Penyakit / Hama pada Anthurium

Penyakit pada tanaman Anthurium disebabkan oleh jamur, ulat, bakteri, suhu yang terlalu panas, terlalu lembab, atau terkena sinar matahari langsung. Penanganan penyakit harus tepat, harus dikenali terlebih dulu penyebabnya apakah jamur, bakteri, ulat/ hama kecil lainnya, atau busuk akar yang di akibatkan media tanam terlalu lembab atau kurang steril, baru digunakan obat yang sesuai yang banyak terdapat di pasaran. Harus diperhatikan juga sirkulasi udara, intensitas sinar matahari dan kebersihan lingkungan dari Green House yang digunakan.

Merawat dan mengkilapkan daun Anthurium

TANAMAN HIAS  : Sekarang ini banyak sekali bahan pengkilap yang digunakan untuk daun Anthurium. Kami menggunakan air dan kapas halus untuk pengelapan rutin, dan seminggu sekali kami menggunakan susu sapi segar untuk lebih menajamkan warna daun. Anda juga bisa memakai santan kemasan yang banyak tersedia di supermarket ataupun santan buatan sendiri. Hindari penggunaan minyak dengan jumlah dan intensitas terlalu sering. Hal ini bisa mengakibatkan daun menguning dikarenakan titik-titik minyak membentuk titik fokus/api ( seperti pada lup atau lensa ) yang mengakibatkan sinar matahari memfokus pada titik yang semakin panas yang dapat menyebabkan daunter bakar.

Harap diperhatikan penanganan dan perawatan Tanaman Hias Anthurium berbeda untuk masing-masing wilayah sesuai dengan ketinggian, suhu dan iklim yang berbeda.


Awar Awar / Ficus Septica 
Nama Tanaman
Nama daerah : Kiciyat (Sunda), Awar-awar (Jawa Tengah, Belitung), Barabar (Madura), Sirih popar (Ambon), Bei, Loloyan (Minahasa); Tobotobo (Makasar); Dausalo (Bugis); Bobulutu (Halmahera Utara); Tagalolo (Ternate) (Hutapea, 1991).
Nama asing : Papua Nugini : Omia (Kurereda), Manibwohebwahe (Wagawaga, Milne Bay), Bahuerueru (Vanapa); Filipina: Hauili (Filipino), Kauili (Tagalog), Sio (Bikol).
Nama simplisia adalah Fici septicae folium (daun awar-awar).


Pohon atau semak tinggi , tegak 1-5 meter. Batang pokok bengkok bengkok, lunak, ranting bulat silindris, berongga, gundul, bergetah bening. Daun penumpu tunggal, besar, sangat runcing, daun tunggal, bertangkai, duduk daun berseling atau berhadapan, bertangkai 2,53 cm. Helaian berbentuk bulat telur atau elips, dengan pangkal membulat, ujung menyempit cukup tumpul, tepi rata, 9-30 kali 9-16 cm, dari atas hijau tua mengkilat, dengan banyak bintik-bintik yang pucat, dari bawah hijau muda, sisi kiri kanan tulang daun tengah dengan 6-12 tulang daun samping; kedua belah sisi tulang daun menyolok karena warnanya yang pucat. Bunga majemuk susunan periuk berpasangan, bertangkai pendek, pada pangkaInya dengan 3 daun pelindung, hijau muda atau hijau abu-abu, diameter lebih kurang 1,5 cm, pada beberapa tanaman ada bunga jantan dan bunga gal, pada yang lain bunga betina. Buah tipe periuk, berdaging , hijau-hijau abu-abu, diameter 1,5 – 2 cm. Waktu berbunga Januari – Desember. Tumbuhan ini banyak ditemukan di Jawa dan Madura; tumbuh pada daerah dengan ketinggian 1200 m dpl, banyak ditemukan di tepi jalan, semak belukar dan hutan terbuka.

Daun digunakan untuk obat penyakit kulit, radang usus buntu, mengatasi bisul, gigitan ular berbisa dan sesak napas. Akar digunakan untuk penawar racun ikan dan penanggulangan asma. Perasan air dari tumbukan akar awar awar dan adas pulowaras dapat digunakan untuk mengobati keracunan ikan, gadung (Dioscorea hispida dennst) dan kepiting. Jika ditumbuk dengan segenggam akar alang-alang dan airnya diperas merupakan obat penyebab muntah yang sangat manjur. Untuk obat bisul dipakai ± 5gram daun segar Ficus septica, ditumbuk sampai lumat, kemudian ditempelkan pada bisul. Getah dimanfaatkan untuk mengatasi bengkak-bengkak dan kepala pusing. Buah untuk pencahar.

BAGIAN YANG DIGUNAKAN

Daun digunakan untuk obat penyakit kulit, radang usus buntu, mengatasi bisul, gigitan ular berbisa dan sesak napas.
Akar digunakan untuk penawar racun (ikan), penanggulangan asma; di samping itu daun dapat menyebabkan muntah.
Getah dimanfaatkan untuk mengatasi bengkak-bengkak dan kepala pusing.
Buah untuk pencahar.

CONTOH PEMAKAIAN DI MASYARAKAT:
Untuk mengobati bisul:
5 lembar daun dicuci dan digiling halus; ditambah garam secukupnya, kemudian digunakan sebagai kompres pada bisul (1-2 kali sehari).


BAGIAN YANG DIGUNAKAN Daun digunakan untuk obat penyakit kulit, radang usus buntu, mengatasi bisul, gigitan ular berbisa dan sesak napas. Akar digunakan untuk penawar racun (ikan), penanggulangan asma; di samping itu daun dapat menyebabkan muntah. Getah dimanfaatkan untuk mengatasi bengkak-bengkak dan kepala pusing. Buah untuk pencahar. CONTOH PEMAKAIAN DI MASYARAKAT: Untuk mengobati bisul: 5 lembar daun dicuci dan digiling halus; ditambah garam secukupnya, kemudian digunakan sebagai kompres pada bisul (1-2 kali sehari).

Komposisi :
Tumbuhan ini mengandung alkaloida, yaitu antara lain (-)-tilosrebrin (hauptalkaloid), tiloforin, septisin, dan antofin, selain itu juga mengandung flavonoida.
sumber : http://ccrcfarmasiugm.wordpress.com

Nangka merupakan tanaman buah berupa pohon yang berasal dari India dan menyebar ke daerah tropis termasuk Indonesia. Di Indonesia pohon ini memiliki beberapa nama daerah antara lain nongko/nangka (Jawa, Gorontalo), langge (Gorontalo), anane (Ambon), lumasa/malasa (Lampung), nanal atau krour (Irian Jaya), nangka (sunda). Beberapa nama asing yaitu: jacfruit, jack (Inggris), nangka (Malaysia), kapiak (Papua Nugini), liangka (Filipina), peignai (Myanmar), khnaor (Kamboja), mimiz, miiz hnang (laos), khanun (Thailand), mit (Vietnam).

JENIS TANAMAN
Di Indonesia lebih dari 30 kultivar di Jawa terdapat lebih dari 20 kultivar. Berdasarkan sosok pohon dan ukuran buah nangka terbagi dua golongan yaitu pohon nangka buah besar dan pohon nangka buah mini.

1) Nangka buah besar: tinggi mencapai 20-30 m; diameter batang mencapai 80 cm dan umur mulai berbuah sekitar 5-10 tahun.
2) Nangka buah kecil: tinggi mencapai 6-9 m; diameter batang mencapai 15-25 cm
dan umur mulai berbuah sekitar 18-24 bulan.

Berdasarkan kondisi daging buah nangka dapat dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu:

Nangka Bubur

1) Nangka bubur: daging buah tipis, lunak agak berserat, beraroma keras mudah lepas dari buah.


Nangka Salak

2) Nangka salak: daging buah tebal, agak kering aromanya kurang keras. (nangka celeng dan nangka belulang).


Nangka Cempedak

3) Nangka cempedak: daging buah tipis, liat dan beraroma harum spesifik.
Varietas-varietas unggul nangka yang ditanam di Indonesia yaitu: nangka bilulang/nangka celeng, nangka cempedak, nangka dulang, nangka kandel, nangka kunir, nangka merah, nangka salak, nangka mini, dan nangka misin.

MANFAAT TANAMAN
  1. Daging buah nangka muda (tewel) dimanfaatkan sebagai makanan sayuran.
  2. Tepung biji nangka digunakan sebagai bahan baku industri makanan (bahan makan campuran).
  3. Daun muda dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak.
  4. Kayu nangka dianggap lebih unggul daripada jati untuk pembuatan meubel, konstruksi bangunan pembubutan, tiang kapal, untuk tiang kuda dan kandang sapi ( di Priangan), dayung, perkakas, dan alat musik.
  5. Pohon nangka dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional.*
Nangka kaya akan vitamin A yang baik bagi kesehatan mata dan kalium untuk menangkal hipertensi. Buah yang manis dan harum ini juga punya nilai ekonomi yang tinggi.

Nangka adalah salah satu jenis buah yang paling banyak ditanam di daerah tropis. Buah ini cukup terkenal di seluruh dunia. Dalam bahasa Inggris dinamakan jack fruit. Tanaman ini diduga berasal dari India bagian selatan yang kemudian menyebar ke daerah tropis lainnya, termasuk Indonesia. Di Indonesia, pohon nangka dapat tumbuh hampir di setiap daerah.

Tanaman nangka yang berkerabat dekat dehgan cempedak, keluwih, dan sukun, merupakan tanaman buah tahunan. Umur tanamannya panjang, dapat mencapai puluhan tahun. Tinggi tanaman dapat mencapai 25 m. Panjang buah nangka berkisar 30-90 cm, diameter 25-50 cm, dengan berat rata-rata 15-20 kg, walaupun ada yang mencapai 40-50 kg. Produksi buah cukup beragam, ada yang bisa menghasilkan 60 buah per pohon per tahun.

Di Indonesia, pohon ini memiliki beberapa nama daerah antara lain nongko/nangka (Jawa, Gorontalo), langge (Gorontalo), anane (Ambon), lumasa/malasa (Lampung), nanal atau krour (Papua). Sebutan untuk nangka di beberapa negara adalah: nangka (Malaysia), kapiak (Papua Nugini), liangka (Filipina), peignai (Myanmar), khnaor (Kamboja), mimiz atau miiz hnang (Laos), khanun (Thailand), serta mit (Vietnam).

Kalsium dan Fosfor

Bagian dari buah nangka yang umum dikonsumsi adalah nangka muda, nangka masak, dan bijinya. Komposisi gizi dari setiap bagian tersebut dapat dilihat pada tabel. Nangka muda memiliki komposisi mineral yang cukup bagus, terutama kalsium dan fosfor, masing-masing sebesar 45 mg dan 29 mg per 100 gram. Keunggulan lain dari nangka muda adalah mengandung karbohidrat (11,3 g/100 g) dan vitamin C (9 mg/100 g).

Biji nangka merupakan sumber karbohidrat (36,7 g/100 g), protein (4,2 d/100 g), dan energi (165 kkal/100 g), sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan yang potensial. Biji nangka juga merupakan sumber mineral yang baik. Kandungan mineral per 100 gram Biji nangka adalah fosfor (200 mg), kalsium (33 mg), dan besi (1,0 mg). Selain dapat dimakan dalam bentuk utuh, biji nangka juga dapat diolah menjadi tepung. Selanjutnya dari tepungnya dapat dihasilkan berbagai makanan olahan.

Keunggulan utama nangka masak dibandingkan nangka muda dan biji nangka adalah memilk kadar vitamin A yang tinggi, yaitu 330 SI per 100 g daging buah. Vitamin A berperan dalam menjaga agar kornea mata selalu sehat. Mata yang normal biasanya mengeluarkan mukus, yaitu cairan lemak kental yang dikeluarkan sel epitel mukosa, sehingga membantu mencegah terjadinya infeksi.

Namun, bila kekurangan vitamir A, sel epitel akan mengeluarkan keratin, sel-sel membran akan kering dan mengeras. Keadaan tersebut dikenal dengan istilah keratinisasi. Keadaan tersebut bila berlanjut akan menyebabkan, penyakit xeroftalmia, yang bila tidak diobati akan menjadi buta.

Selain itu, buah nangka juga mengandung vitamin C dan vitamin B kompleks. Mineral esensial yang dibutuhkan tubuh seperti kalsium, sang, besi, magnesium, selenium, dan tembaga, juga terdapat pada buah nangka.

Kandungan kalium pada buah nangka masak cukup baik, yaitu mencapai 303 mg/100 g. Meningkatnya konsumsi kalium dapat menurunkan tekanan darah tinggi. Bukti epidemiologis menunjukkan adanya korelasi negatif antara konsumsi kalium (K) dengan hipertensi, baik pada orang-orang yang tekanan darahnya normal maupun mereka yang bertekanan darah tinggi. Dugaan lain menyebutkan bahwa tingginya rasio kalium terhadap natrium bertanggung jawab terhadap menurunnya hipertensi.

Pada nangka masak, kadar natriumnya (Na) sangat rendah, yaitu 3 mg/100 g, sehingga rasio K terhadap Na mencapai 100:1. Tubuh seorang dewasa mengandung kalium (250 g) dua kali lebih banyak daripada natrium (110 g). Walapun demikian, biasanya konsumsi kalium dari bahan pangan lebih sedikit daripada natrium, terutama pada pangan-pangan olahan yang banyak menggunakan garam atau penyedap masakan (monosodium glutamat = MSG).**


Berbagai macam penyakit kulit seperti panu, kadas, kurap sudah tidak asing lagi di masyarakat Indonesia.

Beberpa obat tradisional yang sering di gunakan untuk pengobatan penyakit kulit tersebut adlah:

Kudis, gatal-gatal

Untuk pengobatan luar, cukup ambil daun, kulit, batang, atau akar salam seperlunya. Cuci bersih, lalu giling halus sampai menjad adonan seperti bubur. Balurkan ke tempat yang gatal, kemudian dibalut.
borok, luka, dan kutil
  • Olesi dengan getah buah jambu monyet atau jambu mete (Anarcadium occidentale L) selama beberapa hari sampai luka mengering
  • Untuk kutil, petiklah 5 lembar DAUN DEWA, tumbuk daun hingga halus. Lumurkan daun yang telah halus pada tempat yang berkutil, buatlah sampai merekat, biarkan satu hari dan lepas ke esokan harinya
Ragam penyakit kulit

Bagi penderita penyakit kulit, gatal-gatal, dan luka, ramuan yang harus diracik adalah daun biduri dan minyak kelapa secukupnya. Daun itu diolesi minyak kelapa, lalu dilayukan di atas pengapian. Setelah itu, daun ditempel ke bagian kulit yang luka atau gatal. Sebelum diobati, kulit yang luka dicuci dulu dengan air hangat atau alkohol 70 %.

Bisul, eksim, dan penyakit-penyakit kulit

Helaian mahkota bunga teratai ini dibakar, akan menghasilkan abu yang juga berkhasiat sebagai obat. Abu ini bisa dimanfaatkan sebagai obat luar untuk menyembuhkan bisul, eksim, dan penyakit-penyakit kulit. Sedangkan serbuk dan benang sari bunga teratai jika dicampur madu dan keju akan menjadi obat penyakit wasir.

Kudis pada Anak-anak

Anak-anak yang terkena kudis dianjurkan mandi dengan rebusan air brotowali. Cara membuat air rebusannya: ambil batang brotowali 1m, di rajang atau potong kecil2, rebus dengan 4 liter air hingga mendidih, masukkan air rebusan ke dalam emberdan tambahkan air dinngin, mandikan anak sambil merendam tubuhnya.
Eksim
- Parut rimpang jahe, lalu di peras
- Campur dengan parutan lobak
- Oleskan ramuan ke bagian kulit yang terkena eksim

Lengkuas untuk: Panu, kadas, kudis, koreng, borok
Pengobatan: Pengobatan luar, di oles di tempat yang sakit
Cara membuat: - Tumbuk halus rimpang lengkuas dengan bawang putih (perbandingan 1:4, 1 rimpang 4 bawang putih) sampai jadi bubur
- Oleskan/tempelkan di tempat yang sakit
- Untuk kurap yang telah menahun, tambahkan ramuan tadi dengan cuka
- Untuk Panu: sediakan rimpang segar, cacah hingga timbul seratnya, gosokkan pada bagian yang sakit

Apel ialah jenis buah-buahan, atau buah yang dihasilkan dari pohon buah apel. Buah apel biasanya berwarnamerah kulitnya jika masak dan (siap dimakan), namun bisa juga kulitnya berwarna hijau atau kuning. Kulit buahnya agak lembek, daging buahnya keras. Ada beberapa bijinya di dalam.

Orang mulai pertama kali menanam apel di Asia Tengah. Kini apel berkembang di banyak daerah di dunia yang suhu udaranya lebih dingin. Nama ilmiah pohon apel dalam bahasa Latin ialah Malus domestica. Apel budidaya adalah keturunan dari Malus sieversii asal Asia Tengah, dengan sebagian genom dari Malus sylvestris (apel hutan/apel liar).

Kebanyakan apel bagus dimakan mentah-mentah (tak dimasak), dan juga digunakan banyak jenis makanan pesta. Apel dimasak sampai lembek untuk dibuat saus apel. Apel juga dibuat untuk menjadi minuman sari buah apel.

Pohon apel merupakan pohon yang kecil dan berdaun gugur, mencapai ketinggian 3 hingga 12 meter, dengan tajuk yang lebar dan biasanya sangat beranting.Daun-daunnya berbentuk lonjong dengan panjang 5 - 12 cm dan lebar 3 - 6 centimeter. Bunga apel mekar di musim semi, bersamaan dengan percambahan daun. Bunganya putih dengan baur merah jambu yang berangsur pudar. Pada bunga, terdapat lima kelopak, dan mencapai diameter 2.5 hingga 3.5 cm. Buahnya masak pada musim gugur, dan biasanya berdiameter 5 hingga 9 centimeter. Inti buah apel memiliki lima gynoecium yang tersusun seperti bintang lima mata, masing-masing berisi satu hingga tiga biji

Berdasarkan penelitian, apel bisa mengurangi risiko kanker usus besar, kanker prostat, dan kanker paru-paru. Dibandingkan dengan buah lainnya dan sayuran, apel mengandung vitamin C yang tidak seberapa, tetapi kaya dengan senyawa antioksidan lainnya. Biarpun tidak sebanyak buah lain, namun konten serabut dalam apel membantu mengontrol pergerakan usus, maka mengurangi risiko kanker usus besar. Serat apel juga membendung penyakit jantung, serta mengontrol berat badan dan tingkat kolesterol, karena buah apel tidak mengandung kolesterol dan mempunyai serat yang mengurangi kolesterol dengan mencegah reabsorpsi.

Terbukti bahwa bahwa apel yang dibiakkan secara in vitro mengandung senyawa fenol yang dapat mencegah kanker dan menunjuukan aktivitas antioksidan.Fitokimia fenol yang utama dalam apel adalah kuersetin, epikatekin, dan prosianidin B2.

Biji apel sedikit beracun karena mengandung sedikit amigdalin, sejenis glikosida sianogen. Akan tetapi, racun ini tidak cukup berbahaya bagi manusia.

Apel, buah yang memiliki keberagaman warna diantaranya ada merah, hijau, bahkan ada juga yang ungu .. Apel memiliki kandungan nutri luar biasa untuk kesehatan, nah,, kabar gembiranya buat anda yang ingin diet apel bisa menjadi solusi alaminya .. Selain menyegarkan, buah ini juga dapat membuat tubuh anda ideal .

Apel mempunyai kadar lemak yang rendah tetapi serat yang ada dalam buah apel sangat tinggi, serat ini akan membantu Anda merasa cepat kenyang. Terdapat banyak manfaat buah apel untuk kesehatan.



Ketika kita lapar sebenarnya yang terjadi adalah munculnya rangsangan dari lambung. Otak diperintahkah untuk segera mencari makanan dan mengisi perut oleh lambung yang kosong tadi. Jika lambung telah terisi maka secara alami kita akan merasakan rasa kenyang dan akan segera menghentikan asupan makanan.

Apel ketika dikonsumsi bersama kulitnya akan membuat kadar glukosa dalam darah lambat naik. Apel berkulit mempunyai glicemic index yang rendah. Kecepatan naiknya kadar gula darah dapat dikurangi dengan makanan berkadar glicemic index yang rendah. Selain Apel berkulit tersebut, sayur sayuran rata rata juga mempunyai kadar glicemic index yang rendah yang ditandai dengan banyaknya serat pada daun dan batangnya.

Manfaat Buah apel

Apel mengandung antioksidan yang tinggi, Anti oksidan ini juga dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat, rendahnya kolesterol jahat ini akan melindungin Anda dari penyakit jantung.

Selain itu, masih banyak manfaat apel yang dibuat jus, antara lain sebagai berikut.

  • Meredakan diare
  • Melancarkan pencernaan dan mengurangi berat badan
  • Sari buah apel dapat menangkis serangan infeksi virus
  • Membantu mengobati asma
  • Mencegah kerusakan gigi dan penyakit gusi
  • Memperkuat ginjal
  • Menurunkan tekanan darah
  • Melawan radang sendi
  • Menstabilkan gula darah
  • Sebagai  antikanker
Ternyata,perlu sobat ketahui kandungan di kulit manggis itu sangat banyak,selain kaya anti oksidant yang tinggi kulit manggis juga merupakan pilihan herbal untuk mengatasi berbagai macam penyakit.
Seperti saya kutip dari:http://www.trubus-online.co.id/ berikut ini.



Sel ganas itu terlacak setelah Kurianto Wongso menjalani tes darah dan CT Scan pada Maret—April 2010. Hasil CT Scan (Computedtomography) menunjukkan massa kanker berdiameter 4 cm di paru-paru sebelah kanan atas. Hasil cek darah tak kalah mengejutkan,
kadar CEA dan NSE dalam darah membubung tinggi. Kadar CEA (Carcinoembryonic Antigen) yang merupakan penanda kanker, mencapai 5,41 nanogram (ng) per ml; kadar normal, maksimal 5 ng/ml.

Begitu juga kadar NSE (Neuron Specific Enolase) alias isoenzim penanda gangguan pada paru-paru, melambung hingga 19,88 ng/ml; kadar normal, di bawah 16,13 ng/ml. Menurut dokter dan herbalis di Tangerang Selatan, Provinsi Banten, dr Paulus Wahyudi Halim Med Chir, berbagai faktor memicu kanker. Kanker paru, misalnya, sebagian besar karena gaya hidup seperti merokok. Kurianto menghabiskan minimal 3 bungkus rokok sehari. Celakanya Kurianto sangat jarang menyantap sayuran dan buah-buahan.


Kulit manggis Menyembuhkan kanker

Kulit manggis terbukti dapat mengobati penyakit kanker
Menurut guru besar Fakultas Farmasi, Universitas Indonesia, Prof Dr Sumali Wiryowidagdo MSi Apt, kanker merupakan sel yang pertumbuhannya tidak normal akibat kerusakan gen. Sel kanker terus-menerus mengalami pembelahan dengan kecepatan yang tidak normal. Menurut Paulus, munculnya sel kanker dalam tubuh manusia karena kekebalan tubuhnya tak mampu mengendalikan pertumbuhan sel.

Mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung kapang aflatoksin, alkohol, atau ayam yang disuntik hormon estrogen, misalnya, memicu timbulnya sel kanker. Polusi udara dari rokok, pabrik, asbes lapuk, dan kendaraan bermotor, juga dapat menimbulkan sel kanker, terutama di paru-paru. “Radiasi dari antena bertegangan tinggi dan telepon genggam, walaupun dibantah oleh produsen, turut memperbesar risiko terkena kanker,” kata Paulus. Solusinya adalah mengatur kekebalan tubuh sehingga tubuh mampu mengendalikan sel kanker.


Kulit manggis untuk menyembuhkan secara herbal

Kurianto masygul ketika dokter spesialis yang ia kunjungi menuturkan, bahwa kanker paru-parunya, “Tak bisa disembuhkan.” Itulah sebabnya karyawan percetakan dan sablon itu menolak biopsi dan bronkoskopi. Ia menemui dr Paulus untuk mendapatkan pengobatan herbal. Paulus memberikan beragam herbal seperti kulit manggis, keladi tikus, mahkota dewa, dan sambiloto. “Tidak bisa tunggal, tetapi kulit manggis bahan utama,” kata Paulus.

Campuran beragam herbal setara sesendok makan itu tinggal seduh dengan air panas. Kurianto mengaduk rata, mendiamkan beberapa saat, dan meminumnya. Dosis konsumsi segelas 3 kali sehari. Kurianto juga mematuhi saran Paulus untuk meninggalkan gaya hidup lamanya. “Saya berhenti merokok dan menjadi vegetarian,” kata Kurianto yang kini tak pernah absen mengonsumsi jus buah setiap hari.

Ia juga menjaga pola makan sehingga mekanisme dan metabolisme tubuh dapat mengendalikan sel kanker. Sebulan mengonsumsi kulit manggis, Kurianto merasa lebih segar. “Saya sudah bisa berjalan agak jauh walau sesekali harus beristirahat,” katanya. Keyakinannya akan pengobatan herbal membuatnya tak menyerah. Empat bulan mengonsumsi, ia sudah mampu berlari 1,8 km per hari.

Penasaran akan perkembangannya, pada Juli 2010 ayah 2 anak itu kembali menjalani CT Scan. Hasilnya sungguh menggembirakan, massa kanker mengecil hingga berdiameter 1,8 cm hanya dalam 4 bulan. Oleh karena itu ia kian bersemangat menjalani pengobatan kanker. Setahun berlalu, ia kembali melakukan cek darah. Hasilnya kadar CEA turun menjadi 1,8 ng/ml dan kadar NSE hanya 10,1 ng/ml. Terakhir memeriksakan diri Oktober 2011, kadar CEA melorot menjadi 1,45 ng/ml.

Terbukti secara ilmiah
Kulit manggis manjur mengatasi kanker paru-paru? Begitulah pengalaman Kurianto yang akhirnya sembuh dari penyakit maut itu. Menurut Paulus, kulit manggis mampu membasmi kanker karena merupakan antioksidan super yang membantu sel-sel sehat supaya tidak cepat rusak. Kulit manggis juga membantu meregenerasi sel-sel yang rusak serta berfungsi sebagai immunomodulator. Akibatnya kekebalan dan stamina tubuh meningkat.



Banyak periset membuktikan keampuhan senyawa xamthone (dari bahasa Yunani, xantho berarti kuning) mengatasi kanker. P
1. Bawang putih


TANAMAN HIAS  : Bawang putih banyak mengandung sulfur, senyawa yang mengaktifkan enzim dalam hati yang bertanggung jawab untuk membilas racun dari tubuh. Bawang juga mengandung allicin dan selenium, dua nutrisi yang terbukti membantu melindungi hati dari kerusakan akibat racun dan membantu dalam proses detoksifikasi.


2. Jeruk
Jeruk kaya akan vitamin C dan antioksidan alami, dua pembersih hati yang kuat. Seperti bawang putih, jeruk juga mengandung senyawa yang meningkatkan produksi enzim detoksifikasi hati.

3. Teh hijau
Teh hijau kaya akan kandungan catechin, jenis antioksidan tanaman yang telah ditunjukkan dalam studi untuk menghilangkan akumulasi lemak dalam hati dan mempromosikan fungsi hati. Minuman herbal ini juga melindungi hati terhadap racun yang menyebabkan kerusakan serius.

4. Sayuran hijau
Sayuran hijau berdaun seperti bayam, sawi, dan kubis juga mengandung senyawa yang menetralisir logam berat dalam tubuh yang disaring dan tertinggal di hati. Sayuran hijau juga menghilangkan paparan pestisida dan herbisida dari tubuh, dan memacu produksi dan aliran cairan empedu.

5. Alpukat
Alpukat mengandung senyawa glutathione yang secara aktif dapat meningkatkan kesehatan hati dengan melindungi terhadap kelebihan beban beracun, dan meningkatkan daya pembersihannya. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa makan satu atau dua alpukat seminggu sekali selama waktu sebulan dapat memperbaiki fungsi hati yang rusak.


6. Kenari
Biji kenari mengandung kadar tinggi dari l-arginine, asam amino, glutathione, dan asam lemak omega-3, yang juga dapat membantu detoksifikasi hati penyebab penyakit amonia.




7. Kunyit
Kunyit merupakan salah satu makanan yang paling kuat untuk mempertahankan hati yang sehat, yang secara aktif melindungi hati terhadap kerusakan beracun dan menumbuhkan sel-sel hati yang rusak. Kunyit juga meningkatkan produksi alami cairan empedu, menyusutkan pembesar saluran hati dan meningkatkan fungsi hati.
Asal-usul dan penyebaran buah kesemek


Kesemek berasal dari Republik Rakyat Cina, yang kemudian menyebar ke Jepang pada zaman purba dan dikembang biakkan di sana. Belakangan buah ini menyebar ke bagian lain Asia, dan pada masa kolonial di tahun 1800an dibawa ke Eropa selatan dan Amerika (Kalifornia).

Buah ini cukup penting dalam tradisi Tiongkok dan Jepang, sehingga nilai komersialnya tinggi di sana. Kini komersialisasi produksi kesemek telah merembet dan meluas ke Selandia Baru, Australia dan Israel. Ekspor dari Israel inilah yang dinamai sebagai Sharon fruit.

Di Indonesia, Malaysia dan Thailand, produksi kesemek umumnya hanya cukup untuk konsumsi lokal. Sumatera Utara, khususnya wilayah Brastagi, di waktu lalu pernah secara tetap mengirimkan kesemek untuk Singapura; namun kini terhenti karena kualitasnya terdesak oleh kesemek produk negara-negara lain. Tempat-tempat lain di Indonesia yang menghasilkan kesemek di antaranya adalah Jawa Barat dan Jawa Timur, di mana buah ini ditanam pada daerah-daerah tinggi di pegunungan.

Ngomong-ngomong buah ini seperti buah manggis jika kita teliti sedikit lebih detail,dengan manfaatnya yang luar biasa bisa di rekomendasikan buah kesemek sebagai buah yang bagus untuk di hidangkan.
Buah kesemek di Inggris dikenal dengan nama persimmon dan di Cina dikenal dengan sebutan shi. Manfaat buah kesemek hampir setara dengan buah apel, bahkan buah kesemek terkadang lebih unggul dalam beberapa kandungan vitaminnya. Untuk itu, mari kita simak satu per satu.

Menjaga Tubuh Agar Tetap Langsing

Buah kesemek ternyata memiliki khasiat yang hampir sama dengan apel. Pakar kesehatan sering menganjurkan untuk mengonsumsi buah apel bagi orang-orang yang sedang melakukan diet. Tak disangka, buah yang selalu dianggap remeh ini ternyata bisa menggantikan posisi apel sebagai salah satu makanan sehat saat menjalankan program diet. Kandungan gizinya tak kalah hebat dibandingkan dengan buah apel. Serat yang terkandung dalanm buah kesemek
Mencegah Penyakit Jantung
Mengkonsumsi satu buah kesemek setiap hari dapat membantu mencegah Anda terkena penyakit jantung. Senyawa antioksidan yang terdapat dalam buah kesemek mampu menjaga kelenturan pembuluh darah sehingga tidak terjadi penyumbatan.
Menurunkan Kadar Kolesterol
Buah kesemek mengandung polifenol yang dapat berfungsi menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh.
Resep Obat dari Buah Kesemek
Manfaat buah kesemek yang lain adalah dapat dijadikan obat untuk menyembuhkan beberapa penyakit, antara lain:
  • Hipertensi
    Buatlah jus buah kesemek dengan menambahkan air hangat. Minum satu kali sehari.
  • Asma dan batuk berdahak
    Ambillah dua potong buah kesemek kering, tambahkan sedikit air lalu kukus hingga matang. Setelah matang, haluskan dan tambahkan satu atau dua sendok madu.
  • Sakit perut
    Kupaslah satu buah kesemek segar, lalu makan. Mengkonsumsi buah kesemek segar diyakini dapat meredakan sakit perut berupa nyeri atau rasa panas di perut.
  • Diare dan disentri
    Siapkan dua potong buah kesemek yang telah dikeringkan. Rebus hingga menjadi bubur dengan campuran beras ketan dan irisan jeruk sebanyak dua potong. Setelah tercampur rata, angkat dan siap untuk dikonsumsi oleh penderita dua sampai tiga kali sehari.
Membuat Kue Kesemek
Selain memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, kesemek bisa juga dijadikan kue. Di Inggris kue dari yang terbuat dari buah kesemek ini dikenal dengan nama kue persimmon. Cara membuatnya adalah, pertama pilihlah buah kesemek yang kulitnya sudah berwarna kuning. Kemudian kupas kulitnya, lalu dijemur hingga kering. .
Selama proses menjemur, tekan-tekanlah buah tersebut sampai akhirnya berbentuk gepeng. Buah kesemek yang telah kering memiliki permukaan yang berwarna putih, dan inilah yang disebut kue persimmon.*
Deskripsi:
Buah Kesemek (Diospyros kaki) dipakai dalam berbagai makanan olahan terutama untuk manisan dan selai. Buah ini memang kurang populer, namun kandungan dan manfaatnya bagi kesehatan sangat penting. Sekedar info, buah kesemek dicirikan dengan warna putih menyerupai bedak yang menutupi buahnya.

Kandungan:
– kalori
– karbohidarat
– serat
– gula
– sukrosa
– thiamin
– likopen

Khasiat:
Akar kesemek berkhasiat mengobati demam.**
Sumber: disarikan dari berbagai sumber.**

no image


Tanaman Hias Kakao merupakan salah satu komoditas ekspor yang dapat memberikan kontribusi untuk peningkatan devisa Indonesia. Indonesia merupakan salah satu negara pemasok utama kakao dunia setelah Pantai Gading (38,3%) dan Ghana (20,2%) dengan persentasi 13,6%. Permintaan dunia terhadap komoditas kakao semakin meningkat dari tahun ke tahun. Hingga tahun 2011, ICCO (International Cocoa Organization) memperkirakan produksi kakao dunia akan mencapai 4,05 juta ton, sementara konsumsi akan mencapai 4,1 juta ton, sehingga akan terjadi defisit sekitar 50 ribu ton per tahun (Suryani, 2007). Kondisi ini merupakan suatu peluang yang baik bagi Indonesia karena sebenarnya Indonesia berpotensi untuk menjadi produsen utama kakao dunia.

Namun, kualitas biji kakao yang diekspor oleh Indonesia dikenal sangat rendah (berada di kelas 3 dan 4). Hal ini disebabkan oleh, pengelolaan produk kakao yang masih tradisional (85% biji kakao produksi nasional tidak difermentasi) sehingga kualitas kakao Indonesia menjadi rendah. Kualitas rendah menyebabkan harga biji dan produk kakao Indonesia di pasar internasional dikenai diskon USD200/ton atau 10%-15% dari harga pasar. Selain itu, beban pajak ekspor kakao olahan (sebesar 30%) relatif lebih tinggi dibandingkan dengan beban pajak impor produk kakao (5%), kondisi tersebut telah menyebabkan jumlah pabrik olahan kakao Indonesia terus menyusut (Suryani, 2007). Selain itu para pedagang (terutama trader asing) lebih senang mengekspor dalam bentuk biji kakao (non olahan).

Peningkatan produksi kakao mempunyai arti yang strategis karena pasar ekspor biji kakao Indonesia masih sangat terbuka dan pasar domestik masih belum tergarap. Permasalahan utama yang dihadapi perkebunan kakao dapat diatasi dengan penerapan fermentasi pada pengolahan biji pasca panen dan pengembangan produk hilir kakao berupa serbuk kakao.


Proses fermentasi akan menghasilkan kakao dengan cita rasa setara dengan kakao yang berasal dari Ghana. Selain itu, kakao Indonesia memiliki kelebihan tidak mudah meleleh sehingga cocok untuk blending.

Fermentasi merupakan suatu proses produksi suatu produk dengan mikroba sebagai organisme pemroses. Fermentasi biji kakao merupakan fermentasi tradisional yang melibatkan mikroorganisme indigen dan aktivitas enzim endogen. Fermentasi biji kakao tidak memerlukan penambahan kultur starter (biang), karena pulp kakao yang mengandung banyak glukosa, fruktosa, sukrosa dan asam sitrat dapat mengundang pertumbuhan mikroorganisme sehingga terjadi fermentasi. 
Tahapan pengolahan pasca panen kakao yaitu buah hasil panen dibelah dan biji berselimut pulp dikeluarkan, kemudian dikumpulkan pada suatu wadah. Jenis wadah yang digunakan dapat bervariasi, diantaranya drying platforms (Amerika), keranjang yang dilapisi oleh daun, dan kontainer kayu. Kontainer disimpan di atas tanah atau di atas saluran untuk menampung pulp juices yang dihasilkan selama fermentasi (hasil degradasi pulp). Pada umumnya, dasar kontainer memiliki lubang kecil untuk drainase dan aerasi. Kontainer tidak diisi secara penuh, disisakan 10 cm dari atas dan permukaan atas ditutupi dengan daun pisang yang bertujuan untuk menahan panas dan mencegah permukaan biji dari pengeringan. Fermentasi dalam kotak dapat dilakukan selama 2 – 6 hari, isi kotak dibalik tiap hari dengan memindahkannya ke kotak lain.

Fermentasi biji kakao akan menghasilkan prekursor cita rasa, mencokelat-hitamkan warna biji, mengurangi rasa-rasa pahit, asam, manis dan aroma bunga, meningkatkan aroma kakao (cokelat) dan kacang (nutty), dan mengeraskan kulit biji menjadi seperti tempurung. Biji yang tidak difermentasi tidak akan memiliki senyawa prekursor tersebut sehingga cita rasa dan mutu biji sangat rendah. Fermentasi pada biji kakao terjadi dalam dua tahap yaitu fermentasi anaerob dan fermentasi aerob. Keberadaan asam sitrat membuat lingkungan pulp menjadi asam sehingga akan menginisiasi pertumbuhan ragi dan terjadi fermentasi secara anaerob. Fermentasi aerob diinisiasi oleh bakteri asam laktat dan bakteri asam asetat. Produk fermentasi yang dihasilkan berupa etanol, asam laktat, dan asam asetat yang akan berdifusi ke dalam biji dan membuat biji tidak berkecambah.

Selama fermentasi terjadi pula aktivitas enzimatik, enzim yang terlibat adalah endoprotease, aminopeptidase, karboksipeptidase, invertase (kotiledon dan pulp), polifenol oksidase dan glikosidase. Enzim-enzim ini berperan dalam pembentukan prekursor cita rasa dan degradasi pigmen selama fermentasi. Prekursor cita rasa (asam amino, peptida dan gula pereduksi) membentuk komponen cita rasa di bawah reaksi Maillard (reaksi pencoklatan non-enzimatis) selama penyangraian.

Untuk menghentikan proses fermentasi, biji kakao kemudian dikeringkan. Pengeringan dilakukan sampai kadar air menjadi 7 – 8 % (setimbang dengan udara berkelembaban 75 %). Kadar air kurang dari 6 %, biji akan rapuh sehingga penanganan serta pengolahan lanjutnya menjadi lebih sulit. Kadar air lebih dari 9 % memungkinkan pelapukan biji oleh jamur. Pengeringan dengan pemanas simar surya dapat memakan waktu 14 hari, sedangkan dengan pengeringan non surya memakan waktu 2 – 3 hari.

Setelah pengeringan, biji disortir untuk membersihkan biji dan dilanjutkan dengan penyangraian pada suhu 210 C selama 10 – 15 menit. Tujuan dari penyangraian adalah untuk mensterilisasi biji serta pembentukan cita rasa dari prekursor cita rasa (hasil fermentasi) melalui reaksi Maillard.

Pada saat panen, petani coklat Indonesia memiliki kecenderungan untuk mengolah biji coklat tanpa fermentasi dengan cara merendam biji dalam air untuk membuang pulp dan dilanjutkan dengan penjemuran, dengan demikian biji siap dijual tanpa memerhatikan kualitas. Langkah tersebut diambil petani untuk mendapatkan hasil penjualan yang cepat karena jika melalui fermentasi diperlukan waktu inkubasi sehingga petani harus menunggu untuk mendapatkan keuntungan dari penjualan, sedangkan fermentasi merupkan kunci penting untuk memberikan cita rasa coklat. Dengan demikian, pengetahuan mengenai pentingnya fermentasi pada biji kakao perlu disebarluaskan pada petani coklat.

Produk yang melalui proses fermentasi sehingga diperoleh cita rasa coklat yang sesungguhnya dengan cost production yang relatif rendah. Fermentasi dapat dilakukan secara tradisional dan tidak memerlukan treatment khusus, hanya diperlukan wadah fermentasi dari kayu, ruang penyimpanan, lahan untuk menjemur, dan mesin penyangrai.

Sumber: Tanaman Hias 
TK-4231 / Industri Pangan 
Pengolahan Cokelat/Kakao (1), Dr. Tatang H. Soerawidjaja
Suryani, Dinie, Zulfebriansyah, 2007. Komoditas Kakao : Potret dan Peluang Pembiayaan. Economic Review : 210 . Desember 2007.
Carl E Hansen, Margarita del Olmo and Christine Burri. 1998. Enzyme Activities in Cocoa Beans During Fermentation. J Sci Food Agric: 77, 273È281


Kedondong ini merupakan tanaman buah yang umumnya banyak sekali terdapat di seluruh daerah tropic dan termasuk ke dalam Angiospermae. Biasanya dalam bahasa Inggris orang sering menyebutnya dengan ambarella, otaheite apple, atau great hog plum. Dalam setiap Negara maupun daerah, nama buah ini berbeda-beda seperti di Asia Tenggara biasa disebut : kedondong (Indonesia & Malaysia), hevi (Filipina), gway (Myanmar), mokah (Kamboja), kook kvaan (Laos), makak farang (Thailand), dan co'c (Vietnam). Selain itu kedondong juga disebut Kadondong (Sunda), Kedondong (Jawa), Kedundung (Madura), Kacemcem (Bali), Inci (Bima,NTT), Karunrung (Makasar), dan Dau kaci (Bugis).

MORFOLOGI

Kedondong ini adalah buah yang berasal dari pohon dengan tinggi ± 20 m.

Daun kedondong : Tumbuhan ini termasuk ke dalam tanaman berdaun majemuk, bagian yang terlebar yang berada di tengah-tengah helaian daunnya berbentuk jorong ( ovalis ), pangkal daun runcing ( acutus ), ujung daun meruncing ( acuminatus ), warna daun hijau dengan panjang daunnya 5-8 cm dan lebar 3- 6 cm, dilihat dari arah tulang-tulang cabang yang besar pada helaian daun daun kedondong ini termasuk daun yang bertulang menyirip dengan jumlah anak daun yang gasal ( imparipinnatus ) dan anak daun yang berpasang-pasangan, tepi daunnya rata ( integer ), tata letak daun tersebar ( folia sparsa ), permukaan daun licin (laevis) dan mengkilat ( nitidus ).

Batang : Tumbuhan ini mempunyai batang yang berkayu ( lignosus ) yang biasanya keras dan kuat karena sebagian besar terdiri dari kayu yang terdapat pada pohon dengan bentuk batangnya yang bulat ( teres ) dan tumbuh tegak, percabangan batangnya yaitu simpodial dimana batang pokoknya sukar untuk ditemukan karena dalam perkembangannya kalah cepat dan besar pertumbuhannya dibandingkan dengan cabangnya, permukaan batang halus dan berwarna putih kehijauan.

Akar kedondong : Tumbuhan ini berakar tunggang dan berwarna coklat tua.


Bunga : Tumbuhan ini termasuk bunga majemuk ( inflorescentia ), berbentuk malai ( panicula ) dimana ibu tangkainya mengadakan percabangan monopodial, panjang 24-40 cm, panjang kelopak bunganya ± 5 cm, jumlah benang sari delapan berwarna kuning, mahkota bunga berjumlah empat sampai lima, lanset, warna bunganya putih kekuningan.


Buah kedondong : Berbuah buni ( bacca ) dimana buah ini mempunyai dinding lapisan luar yang tipis atau kaku seperti kulit dan lapisan dalam yang tebal, lunak, dan berair serta seringkali dimakan, berbentuk lonjong, buah sejati tungga yang berdaging, mempunyai diameter ± 5 cm dan berserat, warna buah hijau kekuningan dengan rata-rata beratnya ± 0,7-1 kg/buah, biasanya buahnya tumbuh dalam jumlah yang banyak.

Biji kedondong : Bijinya bulat dan berserat kasar, warna biji putih kekuningan.


ANATOMI

Keterangan gambar :

1. Pembuluh yang berhubungan dengan floem : fasiculer dan intravasiculer 2. Bagian pembuluh yang dibulatkan lumen, 3. pembuluh floem dengan lumen yang oval, 4. Parenkim dengan sel epitel sekresi, 5. Sekresi translucent dalam pembuluh lumen, 6. Lumen dari floem dengan sekresi translucent, 7. Lumen elongasi dari bagian pembuluh, singkatannya :

Bd ( duct sheath ), Co ( kolenkim ), Ep ( Epidermis ), Es ( sekresi epithelium ), Df ( pembuluh yang dihubungkan dengan floem ), Dm ( bagian pembuluh ), Id ( idioblast ), Mp ( parenkim ).

Pada penampang melintang pada daun terdapat epidermis papilla abaxial, juga terdapat hypodermis adaxial, tetapi dalam urat daun minornya tidak terdapat transfer sel floem. Pada stem terdapat lubang sekresi yang mengandung resin dan getah, berkambium gabus, nodes tri-lakunar, jaringan pembuluh darah utama sentrifugal, tidak terdapat floem internal, terdapat xylem tanpa fiber trakeid melainkan dengan fiber libriform. Tipe reproduksi dari tumbuhan ini yaitu hermaprodit.

FISIOLOGI

Spondias dulcis ini atau lebih dikenal dengan nama kedondong ini termasuk ke dalam tumbuhan C3 karena produk fiksasi karbon organic pertamanya ialah senyawa berkarbon tiga ( 3-fosfogliserat), dimana tumbuhan ini melewati reaksi gelap dan reaksi terang serta tumbuhan ini memproduksi sedikit makanan apabila stomatanya tertutup pada hari yang panas dan kering. Tingkat CO2 yang menurun dalam daun akan mengurangi bahan ke siklus Calvin, dimana rubisko ini dapat menerima O2 sebagai pengganti CO2. Karena konsentrasi O2 melebihi konsentrasi CO2 dalam ruang udara di dalam daun, maka rubisko menambahkan O2 pada siklus Calvin dan bukannya CO2. Akibatnya produknya terurai dan satu potong senyawa berkarbon dua dikirim keluar dari kloroplas. Lalu mitokondria dan peroksisom akan memecah molekul berkarbon dua itu menjadi CO2 sehingga proses ini sering juga disebut fotorespirasi karena proses ini terjadi dalam cahaya dan mengkonsumsi O2. Akan tetapi fotorespirasi ini tidak menghasilkan ATP. Tahap-tahap respirasi dari tumbuhan ini juga sama secara umum, yaitu melalui tahap glikolisis, grooming phase, siklus Krebs, fosforilasi oksidatif dan ETC.

MANFAAT DAN KANDUNGAN

Manfaat buah kedondong ini enak jika dimakan dalam keadaan segar, tetapi sebagian buah matangnya bisa juga diolah menjadi selai, jeli, dan sari buah. Buah yang direbus dan dikeringkan dapat disimpan untuk beberapa bulan sedangkan buah mentahnya banyak digunakan dalam rujak dan sayur, serta untuk dibuat acar. Daun mudanya dapat juga dikukus untuk dijadikan sebagai lalapan. Buah dan daunnya juga dapat dijadikan sebagai pakan ternak serta kayunya yang berwarna coklat muda dan mudah mengambang ini tidak dapat digunakan sebagai kayu pertukangan, tetapi kadang-kadang dapat dibuat perahu. Manfaat obat dari buah, daun, dan kulit batangnya yaitu dapat digunakan untuk pengobatan borok, kulit perih, dan luka bakar.

Dalam setiap 100 gram bagian buah kedondong yang dapat dimakan ini biasanya mengandung 60-85 gram air, 0,5-0,8 gram protein, 0,3-1,8 gram lemak, 8-10,5 gram sukrosa, dan 0,85- 3,60 gram serat. Dimana daging buahnya ini merupakan sumber vitamin C dan zat besi sedangkan buah yang belum matang mengandung pektin sekitar 10%. Daun, kulit batang dan kulit akarSpondias dulcis ini juga mengandung saponin, flavonoida, dan tanin.
TANAMAN HIAS  : Jenis Tanaman Hias Bunga Anthurium Paling Populer | Tanaman Hias Bunga Anthurium memiliki lebih dari 1000 jenis marga. Sedangkan Anthurium sendiri tergolong dalam keluarga Araceae. Jenis Anthurium yang akan kita bahas kali ini merupakan tanaman anthurium yang sudah populer di indonesia.

Anthurium Jenmanii


Anthurium Jenmanii
Anthurium Jenmanii
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas: Arecidae
Ordo: Arales
Famili: Araceae (suku talas-talasan)
Genus: Anthurium
Spesies: Anthurium jenmanii.
Anthurium ini bentuk daunnya mirip daun tembakau. Teksturnya keras dan tebal, bertangkai pendek, lebar dan panjang, urat daun tampak jelas dan tepi daun agak bergelombang. Daun muda sedikit agak merah, sedangkan bila sudah tua berwarna hijau. Julukan Sang Raja Anthurium Daun pantas disandang oleh Anthurium jenmanii. Mengapa? Selain berkat penampilannya yang elegan, kokoh, dan berwibawa, Anthurium jenmanii juga menduduki tahta tertinggi di jagad bisnis tanaman hias anthurium daun berkat harganya yang tetap tinggi di tengah sederet nama anthurium lain.

Anthurium Gelombang Cinta


Anthurium Gelombang Cinta
Anthurium Gelombang Cinta
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas: Arecidae
Ordo: Arales
Famili: Araceae (suku talas-talasan)
Genus: Anthurium
Spesies: Anthurium plowmanii.
Anthurium Gelombang Cinta juga beken dengan nama wafe of love. Anthurium gelumbang cinta murni memiliki ciri daunnya tebal, lonjong panjang, berujung runcing, dan tepinya bergelombang. Gelombang yang indah di tepi daun inilah yang manjadi ciri utamanya. Permukaan tanaman hias daun ini berwarna hijau mengilap, panjang daun bisa mencapai satu meter dan lebar bisa mencapai 10 - 30 centimeter tangkai daun pendek dan kekar, seludang bunga dan tongkol berwarna ungu.


Anthurium Hookeri


Anthurium Hookeri
Anthurium Hookeri
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Divisi: Spermatophyta
Kelas: Monocoty ledonae
Sub Kelas: Arecidae
Ordo: Arales
Famili: Araceae (suku talas-talasan)
Genus: Anthurium
Spesies: Anthurium hookeri.

Jenis ini dikenal dengan sebutan anthurium    sarang burung karena susunan daunnya tumbuh seperti sarang burung. Semakin ke atas, daunnya melebar, dan cenderung rebah. Tangkai daunny pendek, kaku, tebal, dan berwarna gelap. Daunnya halus tidak berbulu, berwarna hijau muda mengilap dan tebal. Ketebalan daun bervariasi, mulai dari yang tipis hingga tebal. Pinggiran daun agak bergelombang dengan urat-urat daun tampak menonjol. Lebar daun mencapai 35 cm dengan panjang mencapai 60 cm. Anthurium ini ada yang bertangkai hijau dan bertangkai merah.

Bagi Anda yang tertarik dengan tanaman hias Anthurium, kini Anda bisa membelinya secara online. Tidak perlu khawatir karena ada garansi tanaman hidup selama 14 hari sejak tanaman hias diterima. Juga Anda akan mendapatkan panduan cara menanam tanaman hias anthurium secara cuma-cuma. Silahkan kunjungi Toko Online Khusus Tanaman Hias berikut ini >>TANAMAN HIAS  : 

Itulah tanaman hias bunga anthurium yang sudah sangat terkenal di Indonesia. Masing masing pernah merajai pasar tanaman hias dan mengangkat bisnis tanaman hias pada eranya. Jenis anthurium diatas bahkan sempat dihargai sangat mahal.
Tanaman Hias Bunga Begonia
TANAMAN HIAS  : Begonia merupakan tanaman hias dari keluarga Begoniaceae. Spesies tanaman ini di seluruh dunia diperkirakan mencapai 1500 jenis. Begonia spesies dibedakan menjadi dua, begonia alam dan begonia eksotik. Begonia alam bisa diartikan sebagai begonia dengan penampilan "biasa-biasa" saja, sementara begonia eksotik memiliki penampilan menawan dengan aneka bentuk, warna, corak, dan ukuran daun dan bunga yang beragam. Cantik dan eksotik. Dua kata ini seolah menggambarkan sosok begonia.

Begonia bisa diperbanyak dengan beberapa cara. Setek irisan daun paling sering dipakai untuk perbanyakannya. Mari kita pelajari langkah-Iangkah setek irisan daun. Kelebihan cara ini adalah dari satu daun dapat dihasilkan beberapa tunas baru. Berikut adalah cara setek irisan daun begonia.

1. Sterilkan media Pakailah pasir steril sebagai media setek begonia. Apa sih pasir steril? Sebenarnya hanya pasir biasa. Cuma sudah disterilkan terlebih dahulu. Caranya? Tampung pasir dalam wadah semisal baskom. Tuangkan air mendidih ke dalam wadah berisi pasir. Tutup dan diamkan selama sehari. Bakteri dan penyakit yang ada dalam pasir bakalan mati. Dalam sehari, air dan pasir biasanya masih panas. Setelah itu buang air mendidih. Pasir dikeringangin sampai dingin. Siap deh dipakai.

2. Potong daun Ambil daun dari tanaman begonia. Pilih tanaman indukan yang bagus dan sehat. Daun yang akan disetek harus bebas penyakit. Cirinya, daun bersih, mulus, segar dan tidak ada cacat. Sebaiknya pakai daun begonia yang tak terlalu muda tapi juga tak terlalu tua. Daun yang sedengan itu berada di at as posisi daun terbawah dari tanaman. Cuci daun sampai bersih kemudian tiriskan. Setelah itu potong daun membentuk segitiga. Tulang daun harus ada pada setiap irisan daun.

3. Tanam irisan daun Masukan pasir yang sudah dingin ke dalam pot. Bisa juga pakai wadah yang lebih lebar macam nampan. Penanamannya sangat mudah. Cukup tancapkan irisan daun ke dalam media pasir steri!. Bagian irisan daun yang runcing ditancapkan. Tancapan dibuat miring sekitar 45%. Kira-kira separo dari irisan daun menancap di media.

4. Kerudungi plastik Setelah irisan daun tertanam, kerudungi pot dengan plastik. Pakailah plastik transparan agar perkembangan setek bisa dimonitor setiap saat. Pengkerudungan dimaksudkan agar kelembapan yang ada pada media terus terjaga. Air yang sudah menguap akan akan tertangkap oleh kerudung dan akan tumbuh lagi ke media. Sebaiknya taruh di tempat teduh.

5. Buka kerudung Dalam jangka waktu sebulan, akar akan mulai tumbuh. Tunas baru begonia pun akan mulai muncul dari masing-masing irisan daun. Setelah itu kerudung boleh dibuka. Biarkan selama seminggu berada di tempat semula. Selama itu lakukan perawatan seperti penyiraman. Penyiraman cukup dilakukan dengan percikan air tipis, sehari sekali. Berikan juga sedikit pupuk cair pada media.

6. Pindahkan tunas Dua minggu setelah kerudung dibuka, tunas siap dipindahkan Cabut secara hati-hati irisan daun yang sudah ditumbuhi tunas. Upayakan akar tidak terluka. Penggunaan pasir porous akan memudahkan pencabutan. Setelah tercabut, pindahkan tanaman muda itu ke pot individu. Media tanam di pot individu berupa campuran tanah, pasir/sekam, dan pupuk (komposisi 1:1:1).

TANAMAN HIAS  : Begonia akan tumbuh baik jika mendapatkan cahaya matahari yang tidak langsung. Oleh karena itu begonia banyak di tempatkan di teras-teras rumah maupun di dalam rumah. Bisa menjadi ide buat Anda dalam memilih jenis tanaman hias dalam ruangan.