Teknologi dan Informasi Website

Teknologi dan Informasi Website di Masa Depan

Teknologi dan Informasi Website – Google meluncurkan versi ke-50 dari browser andalan mereka, Chrome. Saat ini, versi terbaru tersebut sudah bisa dinikmati oleh para pengguna Chrome di PC berbasis Windows, Mac, dan Linux. Google mengatakan kalau pembaruan untuk Android dan iOS di wilayah Asia juga akan menyusul besok (21/4).
Menyambut peluncuran tersebut, Tech in Asia mendapat kesempatan untuk berbincang dengan Rahul Roy-Chowdury, Director of Product Management Chrome, lewat video call. Rahul menjelaskan beberapa hal menarik terkait penggunaan aplikasi web di masa depan dan perkembangan Chrome hingga saat ini.

Aplikasi web atau aplikasi mobile?

Berbicara tentang perbandingan antara aplikasi web dan aplikasi mobile yang sekarang sedang marak, Rahul menjelaskan kalau kedua jenis aplikasi tersebut punya kelebihan masing-masing. “Aplikasi mobile memang membuat kita jadi lebih mudah dalam mengakses sebuah layanan. Namun para developer tidak boleh lupa kalau kebanyakan pengguna enggan mengunduh terlalu banyak aplikasi, dan hanya menggunakan beberapa aplikasi utama saja,” tutur Rahul.
Sebaliknya, walaupun punya beberapa keterbatasan, aplikasi web tetap banyak digunakan. Alasannya karena bisa memudahkan pengguna dalam menemukan situs-situs dan layanan-layanan baru. Aplikasi web juga bisa diakses dari sistem operasi mana pun, tidak terbatas hanya di beberapa sistem operasi seperti Android dan iOS saja misalnya.
“Aplikasi web punya kemampuan yang luar biasa. Dengan bantuan link dan kehadiran mesin pencari, layanan yang kita buat jadi bisa lebih dikenal masyarakat,” jelas Rahul.
Untuk mengatasi perbedaan dua jenis aplikasi tersebut, Google bahkan pernah meluncurkan sebuah layanan yang memungkinkan kamu untuk menggunakan aplikasi mobile lewat browser.

Masa depan yang cerah untuk aplikasi web

Menurut Rahul, aplikasi web akan mengalami banyak perubahan ke arah yang lebih baik dalam beberapa tahun ke depan. Salah satu teknologi yang tengah banyak dilirik saat ini adalah Progressive Web App (PWA). Dengan PWA, para developer bisa menghadirkan sebuah situs dengan tampilan yang serupa dengan tampilan aplikasi mobile.
“Saat ini PWA sudah diterapkan oleh Flipkart di India. Dan dalam waktu dekat akan segera disusul oleh beberapa situs di Indonesia seperti Kaskus, Bukalapak, dan Babe,” ujar Rahul.

Cepat, mudah, dan aman

Mengenai Chrome, sejak mulai membangun browser tersebut delapan tahun yang lalu, Google selalu berprinsip kalau Chrome harus menjadi browser yang cepat, mudah, dan aman ketika digunakan. “Tanpa browser yang memenuhi tiga hal tersebut, aplikasi web secanggih apapun tidak akan ada gunanya,” jelas Rahul.
Dan sejauh ini, Chrome terbukti sukses memenuhi tiga hal tersebut. Fungsi penghematan data yang diterapkan Chrome berhasil menghemat dua juta GB kuota internet para pengguna mereka setiap bulannya.
Selain itu, Chrome juga telah menerjemahkan sebanyak 3,6 miliar halaman situs berbahasa asing setiap bulannya agar lebih mudah dimengerti. Dalam hal keamanan, Chrome mencatat kalau mereka telah mencegah pengguna mengakses situs yang tidak aman sebanyak 145 juta kali setiap bulan.

Banyak belajar dari Indonesia dan India

Khusus dalam hal kecepatan browser dan penghematan kuota internet pengguna, Rahul mengakui kalau Chrome banyak belajar dari Indonesia dan India. Beberapa tahun terakhir, mereka baru mengetahui kalau smartphone merupakan perangkat utama yang digunakan oleh masyarakat kedua negara tersebut dalam mengakses internet.
“Sejak dua tahun yang lalu, kami terus mempelajari bagaimana cara masyarakat Indonesia dan India dalam menggunakan internet. Dan kami terkejut melihat bagaimana mereka sering mematikan akses data untuk menghemat kuota internet,” tutur Rahul.
Dari berbagai fenomena yang mereka temui, akhirnya Chrome mencoba beberapa hal untuk mempercepat browser mereka dalam menampilkan sebuah halaman situs, sekaligus menghemat data yang harus diunduh pengguna. Salah satu hal yang mereka lakukan adalah dengan mengunduh gambar-gambar yang penting saja, dari halaman situs yang hendak diakses pengguna.
Uniknya, setelah melakukan hal tersebut, banyak pengguna di negara-negara maju yang ikut senang dengan pembaruan Chrome ini. “Ternyata di Silicon Valley sekalipun, ada beberapa tempat yang mempunyai koneksi internet buruk. Pengguna Chrome di sana pun jadi ikut terbantu dengan kecepatan Chrome saat ini,” pungkas Rahul.

Tren Masa Depan Website

Mengawali tahun 2017, Google Webmaster secara resmi memperkenalkan algoritma terbaru mereka Mobile First Indexing, dimana dalam kasus tertentu, Google akan memprioritaskan isi versi mobile dari sebuah website untuk melakukan pemeringkatan hasil pencarian.
Hal ini tentu membuat kami, para praktisi digital marketing terutama yang menekuni dunia SEO sebagai core business nya harus mulai concern terhadap tampilan website serta kelengkapan informasi versi mobile dari sebuah website.

Mobile-first Indexing Adalah Awal

Munculnya update ini, sebenarnya hanya isyarat bahwa user experience atau kepuasan pengguna yang mengunjungi web kita (baik versi mobile atau desktop) selalu akan menjadi prioritas utama Google dalam menentukan kualitas suatu Halaman website.
Seiring dengan hal itu pula, bukan tidak mungkin teknik SEO lawas yang dulu biasa kita kenal seperti link building, meta tag, dan focus keyword akan berakhir masa kejayaannya dalam waktu singkat. Hal ini sesuai dengan apa yang disampaikan Matt Cutts (founding father Google SafeSearch dan web spam team di Google):
Links might become little less important as Google starts understanding actual language.
— Matt Cuts
Jika backlink (yang selama ini dikatakan sebagai faktor utama dalam SERP) tidak lagi jadi pertimbangan utama, lalu bagaimana Google menentukan peringkat halaman di mesin pencariannya? Let’s try.

Website yang Mobile-friendly

Sebagaimana sudah dimention pada tulisan di atas, kepuasan pengunjung atas tampilan versi mobile dari website kita akan menjadi salah satu faktor penting mengingat trend pencarian Google sudah lebih banyak dilakukan melalui mobile device dibandingkan dekstop.
In fact, more Google searches take place on mobile devices than on computers in 10 countries including the US and Japan.
— Adwords Googleblog
So, pastikan versi mobile dari website Anda sudah cukup nyaman bagi pengguna baik dari sisi desain, fitur maupun isi tulisan itu sendiri. Untuk melakukan pengecekan apakah website Anda memiliki mobile usability issues atau tidak, bisa Anda lihat melalui search console dengat tautan ini:

Kepuasan Pengunjung adalah Kuncinya

Sebelumnya, patut kita pahami dua hal mendasar terkait mesin pencari Google, pertama mereka adalah bisnis, ya bisnis dengan pelanggan utama nya adalah orang yang sedang membutuhkan informasi. Kedua, mereka menulis jelas dalam mission statement-nya what does google really stand for:
Google’s mission is to organize the world’s information and make it universally accessible and useful.
— Google’s Mission Statement
Jadi jelas,bahwa kunci agar kita tetap bisa menjadi klien nya Google di mesin pencari adalah dengan menyediakan apa yang dibutuhkan oleh para pelanggannya Google. Untuk mengetahui hal ini, ada beberapa metrik yang bisa kita ukur untuk melihat kepuasan pengunjung website kita, diantaranya:
  • On-page Time: lama seseorang berada pada suatu website
  • Click-through rate: kemungkinan seseorang meng-klik suatu link
  • Bounce rate: rasio pentalan
Jadi, setelah mengoptimalkan hasil pencarian lewat content marketing melalui title dan meta description, tugas yang tak kalah penting kemudian adalah memastikan apa yang kita sajikan di website versi mobile sama informatifnya dengan web versi desktop. Pertanyaannya adalah, sudahkah kita siap memuaskan pengunjung kita yang datang dari mobile device?

Progressive Web Apps

Mungkin banyak yang belum tahu mengenai istilah ini, setelah sebelumnya memanjakan pengguna mobile dengan web versi cepat dari Google AMP (Accelerated Mobile Pages), kali ini saya akan sedikit membahas topik yang lebih luas dibanding SEO yaitu: Masa Depan Website.
Jadi, jika kita mencoba menggabungkan kedua hal diatas, maka ada satu jawaban yang sudah bisa merangkum semuanya: Progressive Web Apps.
Mungkin saya akan membahas topik ini secara mendalam di tulisan berikutnya (baca: silakan subscribe :D). Singkatnya, PWA ini adalah aplikasi yang bisa dijalankan dari sebuah website apapun tipe browsernya. Hal ini didasarkan pada fakta berikut:
An average smartphone user downloads an average of almost zero new apps per month. App fatigue is real
— Neil Patel
Yap, masa-masa banjir aplikasi seperti sekarang ini tidak akan bertahan lama, dulu orang menggunakan website sebagai media promosi dari sebuah aplikasi, seiring dengan berkembangnya trend mobile users serta UX web responsive maka memaksa pengguna mendownload aplikasi untuk menggunakan suatu layanan tertentu sudah kurang relevan.
PWA berhasil menjawab tantangan ini sebagai istilah untuk website yang dapat mengakomodir layanan selayaknya aplikasi hanya dengan mengakses domain tertentu.
Quran.com adalah salah satu PWA favorit saya, website ini menyediakan layanan untuk membaca, mendengarkan, dan belajar terjemah quran secara online. Semua fiturnya dapat diakses sekalipun melalui mobile browser, canggih.

Kesimpulan

Pada akhirnya, ada dua kunci yang bisa kita optimasi dalam hal SEO sebuah website, pertama dari sisi content, bagaimana cara kita mengemas informasi dalam kata-kata, serta tampilan website yang terkadang, mau tidak mau menuntut kita untuk bisa memiliki keahlian kode sederhana seputar HTML, CSS, dan lainnya.
Jika Anda tidak punya waktu untuk menjalankan keduanya demi tetap eksis nya bisnis Anda di dunia maya, mungkin merekrut mitra digital marketing bisa menjadi salah satu solusi untuk Anda. Berminat diskusi? silakan sapa kami lewat kolom komentar.
 

Share this post

 
Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments:

Back To Top