Articles by "Agribisnis"
Showing posts with label Agribisnis. Show all posts


Wajah Japantas Damanik, riang bukan kepalang. Itu karena ia mampu memanen terong Belanda yang ditanamnya di atas lahan seluas 15 rante. Kegembiraan terpancar ketika petani lain harus pasrah membiarkan tanamannya rusak, seperti terong Belanda, jeruk atau cabai terserang penyakit layu bakteri, busuk akar, tanaman kerdil tak menghasilkan. Dalam kondisi ini Japantas mampu mengatasinya.


Ketika Analisa menyambanginya di kebunnya, Desa Dolok Tolong Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Dairi beberapa waktu lalu, pria yang lebih suka disebut sebagai pengamat hama penyakit tanaman ini, justru memanfaatkan tantangan ini sebagai peluang. Ketika buah-buah tertentu terserang virus dan hama penyakit, justru Japantas Damanik meneliti dan mencari akan masalahnya. Jika penyakit tanaman tersebut dapat diatasi, itu artinya upaya Japantas layak dibayar mahal, karena sesuai hukum permintaan ekonomi, bila barang sedikit, maka harga otomatis menjadi mahal.

Pada pertengahan tahun lalu, pria ramah dan murah senyum itu mengatakan untuk pertama kali panen, ia berhasil memetik1 ton terong Belanda.

“Saya menjualnya langsung ke ke supermarket di Medan dengan harga Rp. 12.000 s.d Rp. 15.000 per kilogram. Ketika selesai transaksi , pengusaha supermarket itu mengatakan, kalau masih ada barangnya, kami akan tampung lagi,” begitu kenang Japantas Damanik dengan riangnya. Hasil panen perdana itu ia membawa pulang puluhan juta rupiah.

Jumlah rupiah yang lumayan ini membuatnya bersemangat untuk memperluas areal tanaman terong Belanda. Meski bagi petani lain, membudidaya terong Belanda luar biasa ribetnya karena serangan hama dan virus.

“Saya menanam 1200 pokok dari biji yang saya semai sendiri. Dalam 10 bulan, pohon terong sudah bisa berproduksi, dengan rata-rata satu pohon bisa menghasilkan 12 kilogram buah,” paparnya.

Menurutnya, pada masa panen tanaman terong berusia 9 bulan, proses pemetikan dapat dilakukan 18 kali, karena tidak semua buah ranum sekaligus. Sedangkan hasil yang diperolehnya dari 1200 pokok tersebut pernah menghasilkan 1 ton buah terong.

Japantas mengatakan, buah yang kaya kandungan vitamin A dan C itu ada dua jenis, yakni varitas Taiwan dan lokal. Dia sendiri mengembangkan jenis Taiwan, karena kualitas buahnya lebih bagus dan besar, warnanya cerah, lebih kilat dan lebih digemari pasar. Sedangkan jenis lokal, banyak mengandung biji dan buahnya lebih kecil.

Tidak Mengenal Musim

Yang memotivasi Japantas membudidayakan buah terong Belanda karena, buah ini tidak mengenal musim. Kapan saja bisa berbuah dan dipanen asalkan perawatannya dilakukan dengan baik.

Begitupun, bukan berarti menanam buah ini tanpa tantangan. Apa rahasia Japantas Damanik sukses berkebun terong Belanda?

Saya memprotek hama penyakit yang masuk ke dalam areal tanaman terong dengan penangkal sistem “nano-nano (berbagai cara) dengan menanam bunga matahari, sedap malam dan bangun-bangun untuk menghalau hama. Sebelum hama wereng memasuki areal kebun, dengan proteksi tanaman pagar ini, maka hama tidak tidak sampai menyerang ke tanaman terong, tapi terputus di tanaman pagar “nano-nano” tadi.

Ia mengatakan, keluhan petani buah selama ini masih tetap dihantuivirus yang mengakibatkan tanaman kerdil, buah jarang, busuk akar. Akibatnya produktifitas buah merosot. Dan hal inilah yang dialami petani lainnya di beberapa daerah Kabupaten Dairi, khususnya tanaman jeruk dan terong Belanda.

Japantas juga mengatakan, jika keadaan tidak mendesak, ia tidak akan menggunakan pestisida untuk memerangi hama. Cara yang dilakukan di atas dengan sistem “nano-nano” tadi itu ternyata cukup ampuh menghalau hama tanaman di samping dia sendiri juga pecinta tanaman yang ramah lingkungan dengan menjauhi pupuk kimiawi.

Tidak Gunakan Pestisida

Mengapa tidak memilih pestisida? Damanik menjelaskan, umumnya pemakaian pestisida akan disertai dengan pemusnahan sebagian mikroorganisme yang menguntungkan. Jika pestisida yang digunakan adalah pestisida sintetik, maka nilai ke”organi”annya pun akan sirna. Selain itu, sering memakai pestisida yang tidak sesuai dengan anjuran pemakaian dapat mengakibatkan resistensi terhadap hama tersebut.

Sedangkan untuk memerangi virus, seperti busuk akar, kuning daun, jamur dan lainnya, Japantas menggunakan pupuk cair yang disebut enzim Fitofit.

“Terus terang, tanaman terong Belanda saya banyak dibantu dengan cairan enzim Fitofit, padahal saya hanya menyemprotkannya sebulan dua kali. Bila tanaman sudah diaplikasi Fitofit, meski musim kemarau tanaman tetap segar,” katanya.

Sementara pakar enzim DR.-Ing. Andy Wahab Sitepu, menjelaskan, Fitofit juga mampu membantu tumbuh-tumbuhan mengatur keseimbangan unsur hara yang dibutuhkannya dan menyerap/ memanfaatkan kelebihan pupuk yang menimbulkan kerusakan struktur tanah dan perakaran tanaman serta bahkan menyebabkan kematian tanaman.

Diakhir bincang-bincang dengan Japantas Damanik, ia mengatakan hama atau virus jangan ditakuti, tapi bagaimana kita “memeranginya”, dalam arti bukan membasmi hama dengan pestisida. Tapi dapat dilakukan dnegan aplikasi cairan aplikasi Fitofit, hal ini bukan membunuh virus, tapi menjinakkan virus dalam tanaman dan tanaman tetap selamat malah berkembang semakin baik.

“Ketika serangan penyakit tanaman terjadi, justru disana kita memetik hikmah, bagaimana menyembuhkan penyakit sehingga memperoleh keuntungan? Kalau misalnya tanaman sehat dan buahnya membanjiri pasaran, tapi harga sangat rendah, bukan tidak mungkin petani merugi. Justru kondisi seperti ini membuat petani menjadi serba salah. 
(Anthony Limtan di http://harian.analisadaily.com
https://tipspetani.blogspot.com/2018/09/melihat-prospek-peluang-usaha-getah.html


Hutan mempunyai manfaat penting bagi kehidupan, yaitu adanya hasil hutan berupa kayu dan bukan kayu. Menurut Suharisno (2008), jumlah dari semua kelompok Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) sebanyak 557 jenis. Namun, yang sudah berkembang dan mendapat perhatian dari pemerintah maupun pengusaha masih terbatas pada sepuluh jenis yang merupakan HHBK unggulan nasional, yaitu: gondorukem, bambu, arang, kemiri, getah jelutung, gambir, sutera alam, lebah, madu, gaharu, dan rotan. Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) mempunyai kontribusi penting bagi pembangunan berkelanjutan, yaitu kelestarian hutan untuk generasi yang akan datang.


Getah pinus merupakan salah satu HHBK yang dapat diolah menjadi gondorukem dan terpentin. Berdasarkan FAO (2010), Indonesia berada di urutan terbesar ke dua setelah Cina dalam perdagangan getah pinus internasional. Produksi getah dari Cina sebesar 430.000 ton(60% dari total produksi di dunia) sedangkan Indonesia menghasilkan 69.000 ton (10% dari total produksi di dunia). Menurut Perhutani (2006), getah pinus merupakan salah satu komoditi yang memiliki jumlah permintaan tinggi baik di pasar lokal maupun internasional, dimana 80% produksinya dialokasikan untuk kebutuhan ekspor ke Eropa, India, Korea Selatan, Jepang dan Amerika. Berdasarkan data Perhutani (2011), pada tahun 2010, produksi gondorukem Perhutani Indonesia sebesar 55.000 ton dan terpentin sebesar 11.700 ton. Sedangkan permintaan gondorukem di dunia naik sampai 1 juta ton per tahun. Oleh karena itu, produksi gondorukem Indonesia untuk tahun 2011 ditargetkan sebesar 65.000 ton dan terpentin 15.000 ton. Permintaan getah pinus di Indonesia maupun di dunia semakin meningkat. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan produktivitas getah pinus di Indonesia.
https://tipspetani.blogspot.com/2018/09/melihat-prospek-peluang-usaha-getah.html

Rumusan Masalah
  1. Darimana getah pinus berasal dan bagaimana karakteristik fisiknya?
  2. Apa saja manfaat dari getah pinus?
  3. Bagaimana cara memproleh getah pinus?
  4. Bagaimana peluang usaha getah pinus di pasar industri domestik dan internasional?
  5. Apa saja yang menjadi hambatan dalam usaha produksi hetah pinus?
Tujuan

1. Mengetahui karakteristik cara produksi getah pinus
2. Menganalisa peluang usaha getah pinus dalam pasar industri domestik dan internasional.

https://tipspetani.blogspot.com/2018/09/melihat-prospek-peluang-usaha-getah.html
1. Getah Pinus
Produk HHNK menjadi produk kehutanan yang paling dimininati. Selain itu, pemanfaatan HHNK bersifat lestari dan tidak terlalu merusak kawasan hutan sehingga menjadi salah satu solusi pengelolaan hutan yang lestari. Salah satu produk HHNK yang mengalami peningkatan di pasar industri ialah getah pinus. Getah pinus biasa dimanfaatkan untuk diolah menjadi gonderukem dan terpentin. Getah pinus dihasilkan dari getah pinus dengan proses penyadapan.

Pinus merkusii dapat dijumpai di Kalimantan dan Sumatera, terutama di Sumatera dan Aceh dari 200 – 1700 mdpl, terdapat pada tanah – tanah yang tak subur dan bergerumbul. Ketinggian pohon dapat mencapai 70 meter dengan diameter 145 cm. Tajuknya sangat ringan, jenis cahaya, daun jarumnya gugur terus – menerus, meneruskan cahaya banyak sekali. Pinus merupakan salah satu jenis tanaman tropis. Untuk menghasilkan pertumbuhan yang baik, pinus membutuhkan antara lain :
https://tipspetani.blogspot.com/2018/09/melihat-prospek-peluang-usaha-getah.html
  1. Tanah yang cukup kesuburannya, walaupun unsur hara yang dipergunakan pinus relatif rendah dibandingkan jenis pohon dalam lebar.
  2. Tanah yang tidak terlalu asam (pt 4,5 – 5,5 ).Getah yang dihasilkan pohon Pinus merkusii digolongkan sebagai oleoresin yang merupakan cairan asam-asam resin dalam terpentin yang menetes keluar apabila saluran resin pada kayu atau kulit pohon jenis jarum tersayat atau pecah. Penamaan oleoresin ini dipakai untuk membedakan getah pinus dari getah alamiah (natural resin) yang muncul kulit atau terdapat dalam rongga-rongga jaringan kayu sebagai genus dari anggota famili Dipterocarpaceae, Leguminoceae, dan Caesalpiniaceae.Getah yang berasal dari pohon Pinus berwarna kuning pekat dan lengket, yang terdiri dari campuran bahan kimia yang kompleks. Unsur-unsur terpenting yang menyusun getah pinus adalah asam terpen dan asam abietic. Campuran bahan tersebut larut dalam alcohol, bensin, ether, dan sejumlah pelarut organic lainnya, tetapi tidak larut dalam air. Selain itu dari hasil penyulingan getah Pinus merkusii rata-rata dihasilkan 64% gondorukem, 22,5% terpentin, dan 12,5% kotoran.

Saluran getah resin bukan merupakan bagian dari kayu, tetapi berupa rongga yang dikelilingi oleh sel-sel parenkimatis atau sel epitel. Seluruh lapisan yang mengelilingi saluran resin disebut epitellium. Ada beberapa cara dalam pembentukan saluran getah, diantaranya yaitu :

a. Lysegeneous
Yaitu beberapa sel parenkim yang berdekatan hancur sehingga isinya tercampur, maka terbentuk rongga yang kemudian terisi cairan. Rongga ini dibtasi oleh sel-sel yang tidak hancur, dimana sel-sel yang tidak hancur ini dapat menjadi sel epitel. Proses semacam ini disebut gummosis.

b. Schizogeneous
Yaitu beberapa sel parenkim memisahkan diri melalui lamella tengah sehingga terjadi suatu saluran yang dikelilingi oleh belahan sel-sel parenkim yang menjadi sel epitel. Sedangkan produksi getah pinus secara keseluruhan dipengaruhi oleh :
  • Luas areal sadapan.
  • Kerapatan (jumlah pohon per Ha).
  • Jumlah koakan tiap pohon dan jangka waktu pelukaan.
  • Sifat individu pohon.
  • Keterampilan tenaga kerja penyadap.
  • Prinsip keluarnya getah dari luka adalah sebagai berikut : saluran getah pada semua sisi dikelilingi oleh jaringan parenkim diantara saluran getah dan sel-sel parenkim terdapat keseimbangan osmotik. Jika dibuat luka pada batang pinus sehingga saluran getahnya terbuka, maka tekanan dinding berkurang akibatnya getah keluar.
2. Manfaat Getah Pinus
Getah Pinus merupakan bahan baku dari pembuatan Gondorukem dan Terpentin.Kegunaan Gondorukem yang selama ini dikenal awam adalah sebagai bahan proses pembuatan batik dan bahan untuk melekatkan patri atau solder. Namun kenyataannya gondorukem mempunyai kegunaan lain yang bernilai ekonomis tinggi yaitu : Untuk pelapis kertas, bahan additive, tinta printing, industri ban, isolasi alat elektronik, cat, vernis, plastik, sabun. semir sepatu, keramik. lem dan lain lain.

Dari penelusuran online, diketahui getah pinus itu bisa menghasilkan minyak terpentin biasanya digunakan sebagai pelarut untuk mengencerkan cat minyak, bahan campuran vernis yang biasa kita gunakan untuk mengkilapkan permukaan kayu dan bisa untuk bahan baku kimia lainnya.
https://tipspetani.blogspot.com/2018/09/melihat-prospek-peluang-usaha-getah.html
Aroma terpentin harum seperti minyak kayu putih, karena keharumannya itu terpentin bisa digunakan untuk bahan pewangi lantai atau pembunuh kuman bahan baku pembuat parfum, bisa bermanfaat untuk kesehatan yaitu untuk relaksasi bila digunakan sebagai bahan campuran minyak pijat. Selanjutnya sebagai salah satu bahan tambahan pembuatan permen karet sehingga menjadi kenyal dan lentur dan aman untuk kesehatan. Getah pinus juga sebagai bahan baku tinta, cat, wipol, kosmetik, tiner, makanan hingga campuran bahan bakar pesawat luar angkasa.

3. Metode Produksi Getah Pinus pada Pohon Pinus
Getah pinus berada pada batang dimana didalam saluran getah yang arahnya vertical ( longitudinal ) maupun horizontal ( radial ). Saluran getah ini terbentuk secara lisigen, sizogen, maupun sizoligen. Beberapa ketentuan pohon pinus yang akan disadap :
  • Diameter limit cupping, diameter pohon pinus yang akan dsadap adalah diatas 15cm.
  • Selective cupping, pohon-pohon yang akan disadap adalah pohon yang waktu mendatang dijarangi atau ditebang yaitu sejak umur 10 tahun samapai pada daur tebangan atau umur penjarangan. Biasanya dilakukan pada perusahan pengelolaan pinus yang menggunakan pinus untuk berbagai kegunaan.
Beberapa cara teknik penyadapan :
  • Bentuk koakanTeknik ini dilakukan denagn cara mengerok kulot batang lebih dulu, kemudian kayunya dilukai sedalam 1-2 cm, sedang lebarnya 10 cm. Pelukaan dengan cara ini membentuk huruf U terbalik dengan jarak dari permukaan tanah sekitar 15-20 cm. Pelukaan yang baru diatas luka lama dengan tebal jarak 5 mm.
  • Bentuk V Teknik ini hamper sama dengan teknik diatas tetapi berbebtuk huruf V. dapat juga dimodifikasi menjadi V ganda atau seri arah keatas ( rill) yang bentuknya seperti sirip ikan.
  • Goresan atau guratana; Cara ini pada penyadapan pinus jarang dilakukan, umumnya dilakukan pada agathis ( kopal ). Hal ini mengimgat kulit pinus yang tebal. Goresan dilakukan dengan kemiringan 45° atau melingkar.
  • Dengan bor; Dengan syarat diameter 3 cm, 3-12 cm keatas atau kedalam.
  • Dari keempat teknik tersebut yang paling efektif atau paling banyak menghasilkan getah pinus adlah dengan menggunakan metode koakan, kemuidian teknik bentuk V dan teknik bor.
Berikut ini urutan penyadapan untuk koakan pada pinus :
  • Mula-mula kulit batang pada tempat yang akan dibuat pelukaan dibersihkan selebar 10-12 cm kearah atas dimulai dari bawah.
  • Kualitas Getah Pinus; Kualitas getah pinus sadapandibedakan atas dua kelas yaitu :

1. Mutu A
  • Berwarna putih bening
  • Tidak ada campuran tanah/lumpur dan kotoran lain (kandungan kotoran kurang dari 2%)
  • Kadar air kurang dari 3 %
2. Mutu B
  • Berwarna keruh –coklat
  • Ada campuran tanah dal lumpur (kandungan kotoran 2-5%)
  • Kadar air lebih dari 3%

Produk getah yang tidak memenuhi ketentuan kelas kualitas tersebut diatas ditolak untuk diterima.

4. Peluang Usaha Getah Pinus
Warga Pasaman, Sumatera Barat, mulai melirik potensi usaha lainnya untuk meningkatkan perekonomian mereka. Yaitu, aktivitas penyadapan getah pohon pinus sebagai salah satu potensi usaha menjanjikan dari sekian potensi lainnya. Meskipun belum terlihat, namun penyadapan getah pinus di daerah ini mulai tampak menjanjikan. Hal itu karena dinilai mampu menjadi salah satu alternatif peningkatan sumber pendapatan bagi warga. Menurut Afitin, saat ini potensi getah pohon pinus di kawasan hutan konversi Kabupaten Pasaman mencapai 30 ton tiap bulannya dari 240 hektare lahan tanaman pinus di daerah itu. Harga getah pinus saat ini mencapai Rp75 ribu per kilogramnya. Rata-rata per orang mampu mengeluarkan getah pinus sebanyak 30 kilogram. saat ini Perhutani memegang rekor terbesar sebagai produsen Gumrosin dan getah pinus di Asia Tenggara. Meski sebagai produsen terbesar, ke depan kompetisi makin kuat. 

Produk gondorukem memiliki prospek yang cukup bagus. Tetapi, ia mengakui krisis ekonomi yang terjadi di Eropa saat ini membuat pasar gondorukem fluktuatif dan kurang kondusif untuk perdagangan. Adapun, produksi gondorukem tiap tahunnya mencapai 55.000 ton.

Dari keseluruhan produk gondorukem milik Perhutani, hanya 20% yang diserap pasar lokal, sedangkan 80% untuk ekspor. Perhutani memiliki pasar ekspor Asia dan Eropa. Untuk Asia, pasar ekspor terbesar adalah Jepang dan India. Sedangkan untuk Eropa, produk gondorukem Perhutani terbesar adalah Jerman.

5. Masalah Produksi dan Pemasaran Getah Pinus
Indonesia menjadi negara terbesar ketiga setelah China dan Brasil untuk kontribusi produksi gondorukem di dunia. Volume produk gondorukem Indonesia yang diperdagangkan setiap tahun sekitar 90.000 ton. Sebelumnya Industri Kecil dan Menengah (IKM), khususnya produsen batik mulai kesulitan mendapatkan bahan baku. Selama ini, pasokan gondorukem atau getah pohon pinus yang merupakan salah satu bahan penguat warna dalam pembuatan batik, banyak yang diekspor.

Faktor modal merupakan faktor yang penting dan tidak bisa diabaikan begitu saja. Kelancaran kegiatan penyadapan ini, mulai proses pembelian getah dari penyadap secara kontan untuk tiap satu kali penimbangan per bulan hingga proses pengolahan dan penjualan dalam bentuk produk jadi, sangat bergantung pada ketersediaan modal yang cukup besar, minimal harus memiliki modal dua kali lipat karena dua pekerjaan ditangani sendiri, yaitu kegiatan produksi dan penjualan.


KESIMPULAN
  1. Getah pinus berasal dari pohon pinus (Pinus merkusii) yang tergolong aleoresin yakni resin yang bersifat asam.
  2. Getah pinus banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku industri dan umumnya diolah menjadi gondorukem atau terpentin.
  3. Cara pemanenan getah pinus dilakukan dengan menyadap pohon dengan metode koakan yang umum sudah umum dipakai.
  4. Getah pinus memiliki peluang bisnis yang baik karena telah banyak dipergunakan pada industri,
  5. Pemasokan getah pinus di pasar masih terbatas dan diperlukan modal yang cukup besar untuk memproduksi dan memasarkannya.
Oleh : Wulandhari Aritonang
https://tipspetani.blogspot.com/2018/09/cara-yang-tepat-pemupukan-pada-budidaya.html



Bawang merah merupakan tanaman yang banyak membutuhkan hara, baik pada masa pertumbuhan vegetatif atau juga saat pembentukan, pembesaran dan pematangan umbi.

Pemupukan yang dilakukan harus tepat jenis, tepat waktu, tepat cara dan tepat kombinasi.

Pemupukan yang tepat juga merupakan salah satu cara penting untuk meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan hama dan patogen penyebab penyakit pada tanaman bawang merah.


https://tipspetani.blogspot.com/2018/09/cara-yang-tepat-pemupukan-pada-budidaya.html
CARA YANG TEPAT PEMUPUKAN PADA BUDIDAYA TANAMAN BAWANG MERAH


Tanaman bawang merah banyak menyerap unsur hara makro dari dalam tanah seperti Nitrogen (N), Phosphor (P) dan Kalium (K). Namun unsur-unsur tersebut tidak selalu tersedia di dalam tanah disebabkan sistem budi daya yang terus-menerus dilakukan.


Dalam budi daya bawang merah, diperlukan pemupukan sebanyak tiga kali. Yaitu pada saat pengolahan lahan dan pemeliharaan tanaman.

Pemupukan Pertama atau Pemupukan Dasar Tanaman Bawang Merah


https://tipspetani.blogspot.com/2018/09/cara-yang-tepat-pemupukan-pada-budidaya.html
CARA YANG TEPAT PEMUPUKAN PADA BUDIDAYA TANAMAN BAWANG MERAH


Pemupukan pertama diberikan bersama ketika pengolahan tanah atau sebelum dilakukan penanaman bibit bawang merah. Pupuk disebar di atas bedengan lalu diaduk merata dengan tanah.


Jenis pupuk yang digunakan adalah NPK Mutiara (16:16:16) 500 kg, SP 36 sebanyak 50-100 kg dan KCl 30-60 kg untuk dosis aplikasi per hektarnya. Untuk pemupukan pertama ini jika akan menambahkan pupuk kompos atau pupuk kandang, dosis NPK Mutiara (16:16:16) dapat dikurangi menjadi 250 kg/ha.

Alasan menggunakan pupuk ini adalah karena unsur P dan K sulit larut sehingga perlu waktu (minimal 14 hari) agar unsur tersebut dapat diserap tanaman.

Pada umur 7 hari akar tanaman bawang mulai tumbuh dan membutuhkan unsur tersebut untuk perkembangannya. Unsur P dan K dari NPK, SP 36 dan KCl akan tersedia bagi tanaman sepanjang pertumbuhan bawang merah.

Pemupukan Susulan Pertama Tanaman Bawang Merah

https://tipspetani.blogspot.com/2018/09/cara-yang-tepat-pemupukan-pada-budidaya.html
CARA YANG TEPAT PEMUPUKAN PADA BUDIDAYA TANAMAN BAWANG MERAH

Selanjutnya, pemupukan susulan pertama diberikan saat tanaman berumur 10-15 hst dengan jenis pupuk Urea 180 kg/ha atau ZA 400 kg/ha.

Aplikasi pupuk bisa dengan cara ditebar di atas bedengan.

Pemupukan ini bertujuan untuk memberikan cadangan makanan bagi umbi karena pada umur 15-30 hst cadangan makanan umbi cepat habis sehingga perlu unsur N dan S untuk pembentukan daun, batang dan akar.

Pupuk Susulan Kedua Tanaman Bawang Merah


https://tipspetani.blogspot.com/2018/09/cara-yang-tepat-pemupukan-pada-budidaya.html
CARA YANG TEPAT PEMUPUKAN PADA BUDIDAYA TANAMAN BAWANG MERAH


Pupuk susulan kedua diberikan saat tanaman berumur 30-35 hst dengan jenis pupuk Urea 180 kg/ha. Pada umur-umur ini tanaman memasuki fase pembentukan umbi, sehingga memerlukan karbohidrat hasil fotosintesis sebagai bahan pembentukan umbi.


Unsur N dari Urea digunakan dalam proses fotosintesis untuk pembentukan karbohidrat.

Pemberian pupuk susulan perlu diiukuti dengan penyiraman apabila diperkirakan tidak terjadi hujan. Di samping itu dapat pula diberikan pupuk hayati sesuai anjuran apabila tersedia sehingga bisa mengurangi pemakaian pupuk kimia.

Perlu diingat, pemupukan tanaman bawang merah disetiap daerah tidak sama tergantung tingkat kesuburan tanah.


https://tipspetani.blogspot.com/2018/09/cara-yang-tepat-pemupukan-pada-budidaya.html
CARA YANG TEPAT PEMUPUKAN PADA BUDIDAYA TANAMAN BAWANG MERAH

Untuk itu jika Anda akan melakukan pemupukan harus melihat kondisi tanah dan tanaman terlebih dahulu.


Pupuk dengan jenis dan dosis di atas merupakan contoh yang digunakan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultuta, Kementerian Pertanian.
https://tipspetani.blogspot.com/2018/08/cara-pemberian-pupuk-pada-tanaman.html


Untuk mendapatkan hasil pemupukan yang memuaskan, tidak hanya penting memakai dosis pupuk yang tepat saja tetapi juga penting diketahui cara pengunaan pupuknya. Dengan berkembangnya teknologi pertanian dan industri, telah melahirkan berbagai produk yang cara pemberiannya lain dari biasanya, namun secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi dua cara pemberian/memupuk, yakni:


  • Memupuk dengan cara pemberian melalui akar
  • Memupuk dengan cara pemberian melalui daun

1. Memupuk melalui akar
Yaitu segala macam pupuk yang diberikan kepada tanaman lewat akar. Tujuannya tentu sudah jelas, yakni mengisi tanah dengan hara yang dibutuhkan oleh tanaman, supaya tanaman yang ditanam di atasnya tumbuh subur dan memberikan hasil yang memuaskan. Pada umumnya pemberian pupuk melalui akar dapat dilakukan secara:

1. Disebar (broad casting)

Pupuk yang disebarkan merata pada tanah-tanah di sekitar pertanaman atau pada waktu pembajakan/penggaruan terakhir, sehari sebelum tanam, kemudian diinjak-injak agar pupuk masuk ke dalam tanah. Beberapa pertimbangan untuk menggunakan cara ini adalah:
  • Tanaman ditanam pada jarak tanam yang rapat, baik teratur dalam barisan maupun tidak teratur dalam barisan
  • Tanaman mempunyai akar yang dangkal atau berada pada dekat dengan permukaan tanah
  • Tanah mempunyai kesuburan yang relatif baik
  • Pupuk yang dipakai cukup banyak atau dosis permukaan tinggi
  • Daya larut pupuk besar, karena bila daya larutnya rendah maka yang diambil tanaman sedikit
Cara pemupukan ini biasanya digunakan untuk memupuk tanaman padi, kacang-kacangan dan lain-lain yang mempunyai jarak tanam rapat. Kerugian cara ini ialah merangsang pertumbuhan rumput pengganggu/gulma dan kemungkinan pengikatan unsur hara tertentu oleh tanah lebih tinggi.

2. Ditempatkan di antara larikan/barisan
https://tipspetani.blogspot.com/2018/08/cara-pemberian-pupuk-pada-tanaman.html

Pupuk ditaburkan di antara larikan tanaman dan kemudian ditutup kembali dengan tanah. Untuk tanaman tahunan ditaburkan melingkari tanaman dengan jarak tegak lurus daun terjauh (tajuk daun) dan ditutup kembali dengan tanah. Cara ini dilakukan dengan pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut:
  • Pupuk yang digunakan relatif sedikit
  • Jarak tanam antara tanaman yang dipupuk cukup jarang dan jarak antara barisan pertanaman cukup jarang
  • Kesuburan tanah rendah
  • Tanaman dengan perkembangan akarnya yang sedikit
  • Untuk tanah tegalan atau darat
  • Bila mengkhawatirkan akan terjadi pengikatan unsur hara oleh tanah dalam jumlah yang cukup besar
https://tipspetani.blogspot.com/2018/08/cara-pemberian-pupuk-pada-tanaman.html

3. Ditempatkan dalam lubang

Pupuk dibenamkan ke dalam lubang di samping batang sejauh kurang lebih 10 cm dan ditutup dengan tanah. Untuk tanaman tahunan pupuk dibenamkan ke dalam lubang pupuk yang melingkari tanaman dengan jarak tegak lurus dan terjauh (tajuk daun) dan ditutup kembali dengan tanah. Cara ini dilakukan dengan pertimbangan sama dengan cara larikan/barisan.

Pohon aren atau enau tumbuh di lereng-lereng pegunungan. Sedangkan pohon rumbia tumbuh di dataran rendah yang banyak airnya. Pohon yang memiliki batang mirip pohon kelapa ini batangnya mengandung empulur yang bisa menghasilkan tepung yang bisa mengenyangkan perut seperti nasi.

Pohon Aren

Aren yang memiliki nama ilmiah Arenga pinnata ini termasuk tanaman serbaguna. Daun dan ijuknya bisa digunakan sebagai atap rumah. Buahnya menghasilkan kolang-kaling. Tandan buahnya bisa disadap niranya untuk diolah menjadi gula merah. Kulit batangnya yang keras biasa digunakan untuk bangunan rumah. Sedangkan empulur di dalam batang aren bisa menghasilkan tepung. Tepung aren bisa diolah menjadi bubur, mi, kerupuk, kue-kue, dan bakso. 

Tepung aren menghasilkan adonan yang kenyal. Petani sering mengolah tepung aren menjadi penganan atau mi yang bisa mengenyangkan perut.

Untuk membuat tepung aren, batang pohon aren ditebang dan dipotong-potong. Potongan batang aren dibelah dan diambil empulurnya. Empulur aren mengandung sel-sel parenchym yang menyimpann tepung. Untuk mengeluarkan tepung, empulur harus dihancurkan dengan cara diparut.

Hasil parutan empulur aren lalu disiram dengan air sambil dipisahkan dari serat-seratnya. Air tersebut akan melarutkan tepung dan mengendapkannya di dalam bak penampungan. Setelah tepung mengendap, airnya dibuang, dan tepungnya dijemur hingga kering.

Pohon Rumbia

Orang sering menyebutnya pohon sagu. Padahal aslinya bernama pohon rumbia atau Metroxylon sagu. Seperti pohon aren, manfaat pohon rumbiajuga cukup banyak. Daunnya lazim digunakan untuk atap rumah dan batangnya untuk kayu bakar. Di daerah Maluku dan Papua, pohon rumbiamenjadi tanaman andalan karena menghasilkan tepung sagu.

Untuk membuat tepung sagu, empulur yang terdapat di dalam batang sagudiparut dan disiram dengan air agar zat tepungnya larut dan mengendap di dalam wadah penampungan. Tepung sagu bisa langsung diolah menjadi bubur, tetapi bisa juga diawetkan dengan cara dikeringkan.

Tepung sagu bisa diolah menjadi kue-kue, bubur, mi, kerupuk, dan bakso. Pada zaman dahulu di daerah Maluku, orang belum merasa kenyang kalau belum makan bubur sagu atau papeda.
http://bobo.grid.id/

Pohon aren atau enau tumbuh di lereng-lereng pegunungan. Sedangkan pohon rumbia tumbuh di dataran rendah yang banyak airnya. Pohon yang memiliki batang mirip pohon kelapa ini batangnya mengandung empulur yang bisa menghasilkan tepung yang bisa mengenyangkan perut seperti nasi.


Teras batang sagu yang ditokok (dicacah) itu nantinya akan berupa ampas yang bisa dibuat menjadi tepung sagu.

Sementara Mama Angelina Kladit sudah siap-siap membawa karung untuk membawa ampas hasil panen. Setelah terkumpul satu karung, ia membawanya ke tempat meramas sagu, tidak jauh dari tempat menokok.

Di sana sudah ada alat untuk meramas ampas batang sagu, alat yang sederhana dari batang kayu.

Ampas yang sudah dikumpulkan disiram pakai air lalu diremas, berkali-kali, sambil disaring. Hasil ramasan dibiarkan mengendap.

Pati hasil ramasan kemudian diambil untuk dijadikan tepung sagu dan diolah menjadi beragam makanan.

Sagu basah dibawa dari hutan untuk diproduksi menjadi berbagai produk makanan. 

Kini, tepung sagu tidak lagi hanya diolah menjadi papeda (bubur sagu, makanan pokok mereka) atau dijadikan sagu kering untuk dijual.

Biasanya, sagu kering dijual hanya sekitar Rp200 ribu untuk satu tuman atau karung yang isinya 15 kilogram hingga 20 kilogram.

Warga Kampung Sira sudah mulai mengolah sagu menjadi berbagai jenis olahan lain, seperti mi, kue, keripik, dan cendol.

Sagu memang berlimpah di hutan mereka, tetapi selama ini belum bisa meningkatkan perekonomian warga secara signifikan.

"Harapannya dari sagu yang kami olah, penghasilan menjadi bertambah," kata Ketua Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Alfred Kladit saat menemani kami ke hutan.

Alfred baru Desember tahun lalu mendapat pelatihan mengolah sagu menjadi beberapa alternatif makanan. Ia dan beberapa warga dikirim oleh organisasi lingkungan Greenpeace ke Sungai Tohor, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, yang dikenal dengan produk sagunya hingga ke Malaysia dan Singapura.

Belajar mengolah sagu

Hutan di Kampung Sira merupakan bagian dari Hutan Desa Manggroholo-Sira, Sorong Selatan. Warga Kampung Sira berhak atas 1.850 hektar.

Setelah mendapatkan hak Hutan Desa sejak setahun lalu, yang merupakan Hutan Desa pertama di Papua, mereka berupaya meningkatkan perekonomian dari hasil-hasil hutan, termasuk dari sagu.

Mereka berharap bisa mengikuti jejak masyarakat Sungai Tohor, Riau, yang sudah berhasil meningkatkan nilai ekonomi sagu dengan mengolahnya menjadi beragam makanan, bahkan pasarnya sudah meluas ke Malaysia dan Singapura.

"Kami berharap ketika kami bisa mencari pasar untuk masyarakat di kampung Manggroholo dan Sira, program sagu ini bisa secara kontinyu diproduksi oleh masyarakat," kata Juru kampanye Hutan Greenpeace Indonesia Charles Tawaru, yang selama ini mendampingi warga Manggroholo-Sira.
Olahan sagu yang akan diproses menjadi mi. 

Salah satu produk dari sagu yang sedang dicoba adalah mi sagu.

Tepung sagu yang dibawa dari hutan, diolah sampai kemudian menjadi mi. Prosesnya sebenarnya tidak begitu rumit. Tetapi alat yang dimiliki warga di Kampung Sira masih untuk skala kecil.

Produk-produk dari sagu yang dibuat masyarakat Kampung Manggroholo dan Sira baru saja dicoba dipasarkan di koperasi kampung "Koperasi Kenamandiri", di Kota Teminambuan, Kota Sorong, dan beberapa sampel di bawa ke Jakarta.
Copas :
- http://bobo.grid.id/
- (ANTARA News/Monalisa)
https://tipspetani.blogspot.com/2018/07/panduan-mudah-melihat-kadar-keasaman.html
Tanah merupakan faktor penting dalam budidaya pertanian. Selain sebagai media tanam, tanah juga berfungsi untuk menyediakan unsur-unsur hara pendukung pertumbuhan tanaman. Karena itu untuk mendukung keberhasilan usahatani penting kita ketahui kondisi tanah, apakah terlalu asam, netral atau basa. Kondisi tanah yang ideal untuk budidaya adalah pada pH netral (6-7).

pH memiliki ukuran dari 0-14, tanah dengan pH 0-7 masuk dalam kategori asam sedangkan tanah dengan pH 7-14 masuk dalam kategori basa. Tanah netral memiliki pH 7. Tanah dengan pH yang rendah ataupun tinggi akan mempersulit tanaman dalam menyerap unsur hara. Yang artinya tanaman mampu menyerap unsur hara secara optimal pada pH netral.
Banyak sekali yang menyebabkan pH tanah menjadi rendah, yaitu :

  • Curah hujan yang tinggi mengakibatkan tercucinya unsur hara pada tanah, kemudian berimplikasi pada terbentuknya tanah asam,
  • Adanya unsur Al (alumunium), Cu (tembaga), dan Fe (besi) yang berlebihan,
  • Lahan yang tergenang air secara terus menerus karena tata drainase air yang tidak baik,
  • Dekomposisi bahan organik dari dalam tanah,
  • Penggunaan pupuk kimia yang berklebihan,
  • Secara umum pengertian dari tanah asam / ber pH rendah adalah tanah yang kekurangan kalsium dan magnesium.

Banyak cara untuk mengetahui tanah tersebut asam atau basa, baik secara tradisional maupun menggunakan alat ukur :

Secara Tradisional
1. Cara sederhana mengetahui pH tanah di lahan pertanian asam atau tidak, cukup dengan melihat apakah di lahan tersebut terdapat tumbuhan Melastoma malabathricum. Jika tanaman tersebut tumbuh, maka mengindikasikan lahan tersebut memiliki pH asam atau dibawah 7

https://tipspetani.blogspot.com/2018/07/panduan-mudah-melihat-kadar-keasaman.html
Melastoma malabathricum

2. Menggunakan kunyit seukuran jempol tangan
Potong menjadi dua bagian. Langkah berikutnya adalah mengambil sampel tanah dari empat ujung titik lahan di tambah pada bagian tengah, kemudan di aduk dalam sebuah wadah dan dibasahi dengan air. Masukkan satu bagian kunyit yang sudah dipotong ke dalam tanah ± 30 menit. Lalu angkat, kemudian perhatikan dan bandingkan warna potongan kunyit yang telah dimasukkan ke dalam adonan tanah dengan potongan yang tidak di masukkan. Jika warna kunyit menjadi pudar makan dapat dipastikan lahan tersebut memiliki kadar keasaaman tinggi atau pH di bawah 7. Jika warna kunyit tetap, pH tanahnya netral. Sedangkan, jika warna kunyit menjadi biru, maka tanah bersifat basa dengan pH di atas 7.
https://tipspetani.blogspot.com/2018/07/panduan-mudah-melihat-kadar-keasaman.html
kunyit

Menggunakan Alat Ukur
Cara pengukuran pH secara tradisional memang tidak akurat secara tepat, sebah hanya mengetahui tanah asam, netral atau malah basa. Sehingga akan sulit memberikan perlakuan pada tanah, oleh karena itu perlu dilakukan cara pengkuran yang terukur dengan menggunakan alat. Alat yang dapat dipergunakan adalah :

1. Menggunakan kertas lakmus atau pH indicator. Langkahnya dengan mengambil sampel tanah dari keempat titik ujung lahan ditambah satu titik di tengah, kemudian dicampur rata. Selanjutnya campur dan aduk secara merata menggunakan air, dengan perbandingan 1:1.
Biarkan selama 15 menit sehingga air dan tanahnya terpisah (mengendap) dalam wadah. Lalu masukkan ujung kertas lakmus atau pH indicator tadi selama 1 menit. Usahakan jangan mengenai tanah. Setelah warna kertas lakmus stabil segera angkat. Lalu cocokkan warna yang ada pada kertas lakmus dengan bagan warna.

https://tipspetani.blogspot.com/2018/07/panduan-mudah-melihat-kadar-keasaman.html
lakmus

2. Menggunakan pH meter dengan memasukkan ujung alat pH meter pada keempat ujung titik ditambah satu titik dari tengah lahan. Hasil yang diperoleh langsung dalam bentuk angka yang sudah dirata-ratakan. Skala keasaman tanah dapat dilihat secara langsung, sehingga mempermudah pemberian dosis dolomite atau kapur pada lahan jika lahan tersebut memiliki pH yang rendah (asam).

https://tipspetani.blogspot.com/2018/07/panduan-mudah-melihat-kadar-keasaman.html
pH meter

Secara umum, setiap kekurangan 1 tingkat dari pH 7(netral) membutuhkan 2 Ton dolomite setiap hektar. Contoh hasil pengukuran pH tanah 5 maka untuk menaikkan menjadi 7 jika ukuran tanahnya 1Ha maka membutuhkan 4 Ton Dolomite. Pemberian dolomite dilakukan sebelum tanaman ditanam atau benih ditabur.

Daftar pustaka

Wawan K. 2015. Tabloid Sinar Tani Edisi 18-24 Maret 2015


Mungkin beberapa diantara Anda masih kurang paham mengenai perbedaan kangkung darat dengan kangkung air. Dimana keduanya sering dianggap sama saja. Sebenarnya perbedaan utama dari kedua jenis kangkung ini terletak pada bentuk daun sekaligus warna bunganya. Karena kangkung darat atau Ipomoea Reptans memiliki warna hijau terang dan daunnya berujung runcing. 

Kangkung darat juga memiliki bunga berwarna putih. Cara budidaya kangkung darat sendiri terbilang membutuhkan satu teknik tersendiri. Sementara untuk kangkung air (Ipomoea Aquatica) memiliki daun berwarna hijau sedikit lebih gelap dengan bagian ujung daun yang agak tumpul dan membulat sehingga terkesan cukup lebar. Bunga di kangkung darat berwarna agak ungu. 

Bukan hanya perbedaan fisik, namun seperti yang sempat juga disinggung dalam penjelasan diatas untuk kebiasaan cara menanam dan memanen 2 jenis kangkung ini juga berbeda. Pasalnya kangkung darat harus di panen dengan dicabut, sedangkan kangkung air justru dipanen dengan dipotong. 

Kangkung darat sekarang ini lebih banyak beredar di pasaran komersial dibandingkan kangkung air. Sedangkan kangkung air sendiri lebih banyak ditanam dan dikonsumsi secara subsisten oleh semua masyarakat Indonesia. Budidaya kangkung darat sebenarnya sangat mudah, meskipun butuh teknik tersendiri karena sayuran yang satu ini memiliki siklus panen relatif tahan lama dan cepat. 

Sehingga harga kangkung di pasaran cenderung murah jika dibandingkan dengan jenis sayuran lainnya. Untuk dapat meningkatkan nilai jual, Anda dapat membudidayakan kangkung darat menggunakan teknik penanaman organik. Dimana harga kangkung darat organik tergolong lebih tinggi. 

Budidaya kangkung darat sekarang ini dapat dilakukan di dataran tinggi maupun dataran rendah. Di dalam meningkatkan perkembangan dan pertumbuhan kangkung darat dengan baik, maka budidaya kangkung darat semestinya mendapatkan curah hujan sekaligus sinar matahari yang tercukupi. 

Bisa Anda tingkatkan juga jumlah bibit kangkung darat, Anda dapat menyiasatinya dengan stek dan biji. Akan tetapi khusus untuk kangkung darat, biasanya para petani melakukan penambahan bibit hanya dengan menggunakan biji. 

Teknik pembudidayaan kangkung darat

Untuk teknik yang digunakan membudidayakan kangkung darat tergolong cukup sederhana. Dimulai dari proses penanaman bibit kangkung pada area yang sudah disiapkan. Penting untuk Anda ketahui bahwa kangkung darat ini memiliki ciri-ciri fisik dengan daun panjang, daun berwarna hijau, daun berujung runcing serta bunganya berwarna putih. 


Bibit dari kangkung darat yang harus Anda tanam adalah bijinya. Untuk memenuhi kebutuhan penanaman kangkung darat yang memiliki luas wilayah kira-kira 1 hektar, maka Anda akan membutuhkan paling tidak sekitar 10 kg kangkung cabut. 

Perawatan kangkung darat

Cara budidaya kangkung darat sejatinya memang bukan hal yang sulit. Untuk melakukan perawatan penanaman kangkung darat selain harus rutin melakukan penyiraman dan pemeriksaan hama serta penyakit. Anda tentu saja harus melakukan pemupukan guna memastikan bahwa tanaman kangkung yang Anda budidayakan sudah mendapatkan berbagai asupan zat yang dibutuhkan. 

Ketika kangkung Anda daunnya tiba-tiba berubah menjadi kekuningan artinya Anda kurang melakukan perawatan atau justru tanaman kangkung tersebut kekurangan asupan zat yang dapat diperolehnya dari pupuk. Maka dari itu, tips yang sangat cocok untuk membantu Anda membudidayakan kangkung darat akan dapat Anda lakukan dengan cara melakukan penyiangan gulma secara lebih teratur. Hal ini berfungsi memastikan bahwa gulma yang ada di sekitar tanaman tidak mengambil semua zat yang dibutuhkan oleh kangkung darat dan memang sedianya Anda berikan dalam memenuhi kebutuhan zat tanaman kangkung Anda. 

Hama termasuk salah satu pengganggu yang sangat mengancam tanaman kangkung darat, sehingga Anda harus cermat dan benar-benar mengenai cara budidaya sekaligus membantu menghilangkan berbagai gangguan yang mengancam tanaman kangkung Anda. 

Panen kangkung darat

Jika Anda sudah berhasil melakukan cara budidaya yang baik, maka selanjutnya Anda dapat segera memanen hasil yang maksimal. Cara panen kangkung darat sendiri biasanya dilakukan dengan dicabut atau dipotong pada bagian pangkat batang kangkung. Jika Anda memilih melakukan pencabutan, ini biasanya membuat Anda hanya dapat melakukan satu kali panen. 

Akan tetapi jika dipotong, tentu Anda dapat melakukannya beberapa kali panen yang biasanya sekitar 3 hingga 5 hari. Panennya juga tergolong sangat cepat, karena hanya membutuhkan waktu 5 hingga 7 hari saja. 

Maka dari itu, setiap bulan sangat mungkin bagi Anda untuk melakukan 6 kali panen. Selain itu, untuk menanam sekaligus menerapkan cara budidaya kangkung darat yang baik Anda tidak membutuhkan area atau lahan yang terlalu luas. Karena meskipun Anda hanya memiliki lahan seluas 10 meter saja, budidaya kangkung darat sudah dapat Anda lakukan. 

Bahkan dengan lahan yang sedemikian terbatasnya itu, Anda masih akan mendapatkan hasil panen sampai dengan 30 hingga 35 kg untuk setiap 1 kali masa panen.