Articles by "Panduan dan Tips"
Showing posts with label Panduan dan Tips. Show all posts
https://tipspetani.blogspot.com/2018/10/panduan-membuat-pupuk-organik-cair-pada.html

Pupuk organik cair selain dapat memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah, juga membantu meningkatkan produksi tanaman, mengurangi penggunanann pupuk anorganik dan sebagai alternatif pengganti pupuk kandang.



Pupuk organik cair juga sebagai pelengkap jika anda menggunakan pupuk organik padat. Karena pupuk organik cair inilah yang akan melengkapi unsur mikro bagi pertumbuhan tanaman, terutama menjelang tanaman panen/berbuah. Dan sebagai catatan pupuk organik cair ini sebagai pelengkap saja, guna mengoptimalkan hasil ketika dikombinasikan dengan pupuk organik padat. 

Manfaat pupuk organik cair 

Sebelum dibahas lebih lanjut, berikut kegunaan dan mafaat pupuk organik cair (Nur Fitri, Erlina Ambarwati, dan Nasih Widya, 2007) : 

  • Dapat mendorong dan meningkatkan pembentukan klorofil daun dan pembentukan bintil akar pada tanaman leguminosae sehingga meningkatkan kemampuan fotosintesis tanaman dan penyerapan nitrogen dari udara 
  • Dapat meningkatkan vigor tanaman sehingga tanaman menjadi kokoh dan kuat, meningkatkan daya tahan tanaman terhadap kekeringan, cekaman cuaca dan serangan patogen penyebab penyakit. 
  • Merangsang pertumbuhan cabang produksi. 
  • pembentukan bunga dan bakal buah, serta 
  • Mengurangi gugurnya daun, bunga dan bakal buah.
Pupuk organik cair sangat baik jika langsung disemprotkan pada batang, daun, bunga dan buah. Ini berbeda dengan pupuk organik padat yang ditaruh dalam tanah secara langsung. Pupuk organik cair juga sebagai alternatif dari mahalnya berbagai pupuk kimia. Tanaman sayuran yang menggunakan pupuk organik cair sangat sehat untuk dikonsumsi, berbeda dengan penggunaan pupuk kimia. 

Harga pupuk organik cair berkisar antara 15.000 sampai 40.000 per liternya. Tentunya biaya itu bisa kita hemat dengan cara membuat sendiri pupuk organik cair. Disini akan kita jabarkan dengan lengkap cara membuat pupuk organik cair dengan sederhana dan biaya murah serta kualitas lebih baik. 

Bahan dan alat yang dibutuhkan 
https://tipspetani.blogspot.com/2018/10/panduan-membuat-pupuk-organik-cair-pada.html
  • Limbah rumah tangga sebagai nitrogen semisal sayuran basi, sisa nasi, parutan kelapa, buah busuk dan segala macam limbah rumah tangga organik lainnya
  • Gedebog/batang pisang yang sudah berbuah daripada teronggok menjadi sampah, lebih baik digunakan untuk bahan membuat pupuk organik cair. 
  • Kotoran hewan ternak (kambing,sapi, ayam dll) 
  • Urine hewan, bekas air cucian beras, air cucian ikan, gula pasir/gula merah, tetesan tebu, dan tambahkan air secukupnya nantinya 
  • Sabut kelapa tanpa kulit, bubuk kayu gergajian 
  • Dekomposer (mikroba pengurai) atau starter SOT, EM4 dll
  • Sedangkan untuk alat yang dibutuhkan hanyalah ember, pisau potong, jerigen plastik dan kayu untuk mengaduk. Wadah yang berupa ember atau tong plastik diharuskan mempunyai tutup yang kuat. Dalam pembuatan pupuk organik cair alat yang digunakan usahakan terbuat dari plastik karena plastik tidak merubah serta mengurangi kualitas bahan yang sudah terfermentasi didalamnya. Dan perlu diingat jangan menggunakan bahan dari besi yang mudah berkarat, ini akan mengurangi kualitas pupuk organik cair yang kita buat nantinya. 

Pencucian bahan 
https://tipspetani.blogspot.com/2018/10/panduan-membuat-pupuk-organik-cair-pada.html

Sebelum memulai langkah selanjutnya adalah mencuci bahan yang telah kita kumpulkan. Perlu dicuci agar terhindar dari tercampurnya bahan-bahan utama dengan zat berbahaya yang ada dalam limbah rumah tangga tadi karena dapat mengambat proses fermentasi. Gunakan air bersih untuk membersihkannya. Bersihkan dari besi berkarat dan sejenisnya. 

Pencincangan dan pencampuran bahan
https://tipspetani.blogspot.com/2018/10/panduan-membuat-pupuk-organik-cair-pada.html

Setelah semua bahan selesai dibersihkan. Langkah berikutnya adalah kita mencincang bahan yang sudah kita cuci. Tujuan agar proses fermentasi berlangsung sempurna. Dalam mencincang bahannya usahakan jangan terlalu besar, semakin kecil cincangan maka proses fermentasi akan berjalan lebih sempurna. 

Proses pembuatan pupuk organik cair 
https://tipspetani.blogspot.com/2018/10/panduan-membuat-pupuk-organik-cair-pada.html

Langkah selanjutnya adalah inti dari semuanya, proses pembuatan pupuk organik cair cukup sederhana. Tak perlu repot. 

Berikut cara membuat pupuk organik cair. 

  • Larutkan bioaktivator seperti EM4 sebagai mikroba kedalam air secukupnya. 
  • Tambahkan pemanis alami gula merah, gula pasir, atau air tebu. 
  • Diamkan minimal 20 menit untuk membangkitkan mikroba. 
  • Masukkan kotoran ternak segar kedalam tong/ember plastik Masukkan bahan bahan yang sudah kita cincang tadi dan campurkan ratakan kedalam tong/ember 
  • Masukkan semua bahan – bahan padat lainnya dan campur rata. 
  • Tuangkan larutan bioaktivator yang telah dipersiapkan sebelumnya. Kalau perlu tambahkan terasi untuk lebih mempercepat proses pengurain pupuk organik cair. 
  • Masukkan air kencing, air cucian beras, air rendaman ikan dan bahan cair lainya kedalam ember bekas, aduk hingga merata 
  • Tambahkan air secukupnya, perbandingan air adalah 35 persen cair dan 65 persen padat. Aduk perlahan menggunakan tongkat kayu.
Setelah semua langkah diatas selesai. Tutup tong plastik dengan rapat lalu masukkan selang lewat tutup tong yang telah diberi lubang. Rekatkan tempat selang dengan tutup tong plastik sehingga tidak ada celah udara. Biarkan ujung selang yang lain masuk kedalam botol yang telah diberi air. Lihat gambar dibawah untuk lebih jelasnya. 
https://tipspetani.blogspot.com/2018/10/panduan-membuat-pupuk-organik-cair-pada.html
Pastikan tidak ada lubang sekecil apapun dalam tong dan selang yang mengarah ke botol. Karena reaksinya akan berlangsung secara anaerob. Fungsi selang untuk menyetabilkan suhu adonan pupuk organik cair yang kita buat dengan membuangnya lewat ujung butol yang diberi air tanpa harus ada udara luar yang bisa masu kedalam tong plastik. 

Diamkan selama kurang lebih 10 hari, setelah 10 hari lihat apakah pupuk organik cairnya sudah matang, jika ternyata belum matang tutup kembali dengan rapat. Tanda kalau sudah matang adalah apabila bau dari pupuk menyerupai aroma fermentasi tape. 
https://tipspetani.blogspot.com/2018/10/panduan-membuat-pupuk-organik-cair-pada.html
Sebenarnya tidak ada waktu yang baku berapa lama proses fermentasi menjadi pupuk organik, namun jika lebih dari satu bulan aroma pupuk belum menyerupai tape berarti pembuatan pupuk cair telah gagal, meski kemungkinan gagal sangat jarang terjadi. Semua tergantung komposisi bahan dan suhu udara disekitar tempat fermentasi 

Melakukan proses penyaringan 
https://tipspetani.blogspot.com/2018/10/panduan-membuat-pupuk-organik-cair-pada.html

Setelah fermentasi selesai yang harus kita lakukan adalah memisahkan cairan dan ampasnya. Kita bisa menyaringnya menggunakan kain tipis yang penting ampas dari bahan tadi terpisah dengan cairannya. Masukkan cairan dalam kedalam jrigen dan tutup rapat untuk menghindari pupuk berubah. Untuk ampas kita bisa gunakan sebagai pupuk organik padat. 
https://tipspetani.blogspot.com/2018/10/panduan-membuat-pupuk-organik-cair-pada.html

Ketika menggunakan gunakan perbandingan 20 ml pupuk organik cair dicampur dengan 5 liter air. Atau 1 liter pupuk organik cair dengan 100 liter air. Semua itu dapat disesuaikan dengan kebutuhan tanaman, mungkin sebagian tanaman mumbutuhkan dosis lebih besar. Jadi silahkan bereksperien sendiri untuk berbagai jenis tanaman serta faktor ketinggian, suhu dan lainnya. 

Hindari penggunaan yang berlebihan pada tanaman karena bisa menyebabkan tanaman mati. Tapi penggunaan pupuk organik cair ini relatif aman. Pupuk organik cair diaplikasikan pada daun, bunga atau batang dengan interval waktu satu minggu satu kali, atau tiga hari sekali ketika musim hujan, dosis penyemprotan ini haruslah disesuaikan dengan jenis tanaman yang akan disemprot. 
https://tipspetani.blogspot.com/2018/10/panduan-membuat-pupuk-organik-cair-pada.html
Begitulah cara membuat pupuk organik cair dengan sederhana dan hasil maksimal. Tapi perlu dicatat untuk membuat pupuk perangsang daun gunakan bahan organik dari jenis dedaunan. Sedangkan untuk perangsang buah gunakan bahan organik dari sisa limbah buah seperti sekam padi atau kulit buah-buahan.

Seperti yang kita ketahui buah nangka banyak mengandung nutrisi dan vitamin dan penanaman pun mudah nutrusi yang terkandung dalam buah nangka antara lain:

Saat masih muda pun buah nangka yang orang jawa bilang gori, bisa dibuat sayur atau orang jogja bilang gudeg yang populer di kalangan masyarakat jogja dan menjadi makanan tradisional pendamping nasi yang nikmat.

Pohon pun banyak manfaatnya diantara kayunya yang keras untuk bahan bangunan pohon dari nangka ini banyak menyimpan air jadi saat kemarau dia mampu bertahan.


Aroma dan bau buah nangka yang telah matang pun memiliki bau harum yang khas jadi saat anda panen buah nangka tetanga pasti tau. jadi alangkah baiknya jika kita berbagi.

Tapi dari sekian banyak kelebihan ada satu yang membuat buah yang satu ini tidak banyak di minati yaitu getah pohon nangka yang sangat lengket.


Meningalkan satu kekurangan tapi juga meningalkan semua kelebihan dan manfaatnya. apakah itu sebanding?. tentu tidak. Jika kita berfikir ada masalah pasti akan di hadirkan solusi. Ini dia solusi menghilangkan getah buah nangka yang lengket.
  • Dengan minyak goreng.
  • Dengan tepung.
  • Dengan selaput dari biji nangka itu sendiri. Caranya hanya dengan meremas selaput tersebut hingga muncul cairan yang licin untuk meghilangkan getah.
Langkah-langkah Cara Okulasi Pohon Nangka

Untuk yang pertama kita siapkan pohon nangka yang hendak akan kita buat okulasi atau batang bawah/rootstock.

A. Ciri rootstock yang baik dan mudah untuk di okulasi
  1. Besar pohon tidak terlalu kecil, juga tidak terlalu besar kira sebesar kira-kira sebesar jari kita.
  2. Sehat
  3. Besar pohon sesuai dengan umur
  4. Dan yang paling penting kambium pada pohon sedang aktif. Karena saat aktif itulah kulit tanaman mudah untuk di kelupas dan saat kambium aktif tanaman akan mudah dan cepat untuk menyembuhkan luka.

Sekarang pilih batang atas atau entres. Hati-hati dalam mencari entris ini karena ketepatan sangat menentukan hasil nantinya.

B. Ciri-ciri entres nangka yang baik antara lain

  • Sehat atau terhindar dari bibit penyakit.
  • Sudah ada bakal entres yang akan tumbuh. Dilihat hanya setitik mata tunas dan belum tumbuh sempurna.
  • Dari tanaman yang berkualitas ungul dan tahan terhadap hama.
  • Besar entres kira-kira sebesar pensil.
  • Entres tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua.
C. Peralatan Untuk Okulasi Nangka

Sekarang persiapkan alat yang akan menunjang kita dalam melakukan praktik ini
Pisau okulasi harus yang tajam dan seteril
Plastik okulasi atau plastik biasa yg d tarik jadi panjang juga bisa.
Plastik untuk cungkup. Ini berguna agar kelembapan dan penguapan entres dapat terjaga.

D. Waktu yang tepat untuk melakukan okulasi

Alat dan bahan yang dibutuhkan sudah komplit saatnya melakukan praktik okulasi pada pohon nangka. Untuk waktu bisa pagi atau sore hari karena banyak pertanyaan tentang waktu ini. Alasanya adalah kenapa pada pagi hari karena pada saat itulah sinar matahari mengubah air dan mineral menjadi makanann menjadikan kambium aktif.

Kenapa sore hari karena pada saat itulah suhu menjadi stabil jadi entres tidak harus menahan terik sinar matahari di siang hari yang menyebabkan penguapan berlebihan dan menjadikan entres layu dan akan kering setelahnya. Dah !!! Sekarang lagsung ke praktik. Waktu sudah di pilih, alat dan bahan telah tersedia.

E. Praktek Cara Okulasi Pohon Nangka


  • Sekarang sayat pohon nangka bagian bawah lebar dan panjang sayatan disesuaikan dengan besar entres.
  • Setelah disayat potong sayatan tersebut dibagian tengah kemudian kelupas dari tengah sebagian ke atas dan sebagian ke bawah.
  • Sekarang ambil entris yang terpilih potong miring dibagian bawah dari mata tunas dan diatas mata tunas juga dilakukan potongan miring, potongan atas dan bawah yang miring tadi mendekat ke munculnya tunas.
  • Setelah itu sisipkan entres yang telah kita potong miring di bagian atas dan bawah tadi ke sayatan kulit yang ada pada batang bawah yang telah kita sayat sebelumya.
  • Dan saat sudah pas maka lagsung saja diikat dengan plastik okulasi yang telah dipersiapkan tadi. Ikat di bagian atas dan bawah potongan miring entres tadi. Potongan entres yang miring menyatu dengan kulit bagian dalam batang rootstock.
  • Pengikatan dengan plastik okulasi sebaikya tidak menutupi munculnya mata tunas karena saat entris tumbuh nanti tunas baru akan sulit untuk menembusnya dan bisa juga palah mati. Ingat juga Pengikatan tidak terlalu kuat dan tdak terlalu kendur.
  • Setelah kita lakukan semua maka sentuhan akhir adalah memberikan penyungkupan yang berguna untuk mengurangi penguapan dan agar terlindung dari air.

F. Perawatan Okulasi Nangka

Setelah semua di lakukan maka sabar dan tunggu kira-kira 14 hari atau di kira-kira, Jika entres tidak mati dan masih terlihat hijau cerah dan mata tunas sudah mulai terlihat. Nah itu kita sudah mulai lega karena bisa di bilang 70% sudah berhasil.


Dan Saat mulai terlihat mata tunas maka bisa dibuka cungkupannya karena jika tidak akan meerusak mata tunas karena mata tunas tidak mampu menembus cungkup. Setelah beberapa bulan dan dilihat telah sempurna menempel maka plastik pengikat hatus dilepas karena dapat mencekik tanaman jika dibiarkan.

Dan akhirnya selesai dalam melakukan praktik cara okulasi pohon nangka, tinggal menjaga pohon dengan pemupukan secara tratur dan tepat.
sumber : https://www.tutorialtanaman.com/


Panen kucai Anda ketika sudah setinggi 17,8 hingga 25,4 cm. Ukuran umum kucai Anda akan bergantung pada varian yang Anda tanam. Tapi semua varian harusnya sudah bisa dipanen jika suda mencapai tinggi 17,8 hingga 25,4 cm. Ini biasanya terjadi di pertengahan musim panas, dan akan terus tumbuh sampai cuacanya menjadi dingin di bawah titik beku. Di beberapa wilayah yang musim dinginnya tidak terlalu dingin, kucai akan terus tumbuh dan menghasilkan tanaman yang bisa dipanen sampai setahun lamanya.


Potong kucai sekitar 5 cm dari pangkalnya. Gunakan gunting kebun atau gunting biasa untuk memotong kucai Anda secara melintang, dari lapisan luar tanamannya. Potong sekitar 5 cm dari pangkal tanamannya, karena itu akan menstimulasi pertumbuhan baru untuk panen berikutnya. Jangan memanen seluruh tanamannya sekaligus, karena itu akan menghentikan proses pertumbuhan berikutnya. Jangan juga dipotong secara miring, karena itu akan membuat kelembapannya hilang dengan lebih cepat dibandingkan jika dipotong melintang. Ini karena memotong secara miring akan mengekspos lebih banyak bagian tangkainya sehingga kelembapan tanamannya akan hilang lebih cepat.

Panen kucai Anda tiga hingga empat kali dalam setahun. Untuk hasil terbaik, panen kucai Anda di waktu musim panas dan akhir musim gugur tiga hingga empat kali dalam setahun. Jangan memanen seluruh tanamannya sekaligus. Cukup potong bagian yang Anda perlukan dari satu lahan, dan panen lagi lahan tersebut tiga hingga empat kali tiap tahunnya.



Petik atau potong bunganya ketika sudah mulai menyemai. Kucai bisa menjadi tanaman yang bisa berkembang biak dengan cepat karena tanaman ini bisa menyemai sendiri dan melakukan penyerbukan sehingga akan menguasai lahan kebun Anda seluruhnya. Untuk mencegah ini, potong bunganya ketika melakukan panen. Ini akan mencegah bunganya melakukan penyerbukan dan berkembang biak di kebun Anda seenaknya. Potong bunganya untuk tiap kucai.

Potong semua kucainya di akhir musim tanam. Memotong semua kucai di akhir musim gugur akan membantu Anda ketika mencoba menumbuhkan kucai yang lebih baik di musim panas berikutnya. Gunakan gunting kebun Anda untuk memotong bagian atas seluruh tanamannya sekitar 2,5 hingga 5,1 dari pangkalnya. Pemotongan ini harusnya dilakukan di bulan Oktober atau November. Kucai adalah tanaman yang abadi, sehingga mereka akan terus tumbuh kembali dengan sendirinya selama terus dijaga dengan baik.

Pisahkan kucainya tiap tiga hingga empat tahun. Sebagai hasil dari terus menumbuhkannya selama beberapa tahun, kucai akan menjadi cukup besar. Untuk mencegah kucainya menguasai kebun Anda dan membuatnya menjadi kacau, pisahkan kucai Anda tiap beberapa tahun. Kucai adalah salah satu jenis umbi-umbian, sehingga mereka bisa membelah diri dengan mudah.

Cukup gali tanahnya untuk mencari umbinya, pisahkan tiap bagian tanaman yang besar menjadi ukuran sepertiganya. Tanam ulang masing-masing tanaman yang sudah dibagi tersebut, atau buang tanaman yang berlebih jika memang tidak diperlukan.

Pertimbangkan menanam ulang kucai Anda yang berlebih di bawah atau pangkal pohon apel. Kucai yang ditanam di sini akan mencegah penyakit yang disebut keropeng apel yang kadang menyerang pohon apel. Kucai disebut bisa mengusir rusa, jadi pertimbangkan menanam kucai Anda yang berlebih di tempat yang mungkin sering muncul rusa yang mengganggu atau merusak kebun Anda.
(int)

Menanam cabai dimusim hujan berarti menanggung risiko gagal karena gangguan penyakit. Tetapi jika berhasil, harga cabai yang tinggi bakal memberikan keuntungan besar bagi petani. Dengan pemilihan lokasi, varietas, dan teknologi budidaya, keberhasilan itu gampang diraih.


Sebenarnya risiko kegagalan menanam cabai di musim hujan, tinggi. Hujan yang terus menerus akan meningkatkan kelembapan di sekitar areal penanaman. Hal ini akan mengundang ‘kedatangan’ cendawan atau bakteri yang berbahaya bagi tanaman. Untuk mengatasi hal tersebut, perlu diperhatikan beberapa “kiat khusus”.

Lokasi dan Varietas

Kiat pertama ialah mempersiapkan media semai. Ini penting karena musim hujan sangat sulit mendapatkan tanah yang kering. Demikian pula turus dan gelagar penopang tanaman harus tersedia sebelum penanaman dimulai.

Selain itu jumlah tenaga kerja yang diperlukan lebih banyak daripada biasa. Misalnya, pemasangan mulsa hitam perak harus selesai sebelum sore hari, karena kemungkinan besar hujan akan turun. Pekerjaan ini jangan sampai ditunda, karena bibit harus secepatnya dipindahkan.

Jangan menunggu sampai umur bibit semakin bertambah, sehingga terlambat pindah tanam. Umur bibit siap pindah akan menentukan produksi buah. Untuk cabai merah hibrida, bibit harus dipindahkan 17-21 hari setelah tanam di dataran rendah dan 23-28 hari setelah tanam di dataran tinggi.

Persediaan pestisida, terutama fungisida dan perekat harus lebih banyak daripada musim kemarau. Hal ini untuk mengantisipasi kemungkinan serangan jamur dan bakteri akibat kelembapan tinggi di sekitar tanaman.

Pemilihan lokasi penanaman akan menentukan keberhasilan pertumbuhan selanjutnya. Lokasi bekas penanaman padi, kacang-kacangan, jagung, kubis bisa jadi alternative. Yang penting jangan memilih bekas tanaman family Solanaccae seperti tomat, kentang dan terung.

Selain syarat di atas, tanah tersebut harus kaya bahan organic, pH 5,5-6,5, gembur dan sedikit mengandung tanah liat, sehingga drainase akan berjalan baik. Bila tidak, tanah akan sulit membuang air. Akibatnya perakaran tanaman akan tergenang dan menjadi busuk.

Pemilihan varietas juga langkah awal yang penting untuk menunjang keberhasilan budidaya cabai merah di musim hujan. Pilihlah varietas yang tahan penyakit. Pada cabai hibrida contohnya varietas hot beauty dan hero. Varietas tersebut terkenal mempunyai toleransi tinggi yang disebabkan oleh virus.

Pembibitan

Saat pembibitan, sebaiknya jumlah benih yang akan disemai lebih banyak 1-2 pak daripada biasanya. Kelebihan benih disemai selang satu minggu setelah penyemaian selesai. Tujuannya sebagai cadangan penyulaman.


Benih yang disemai ditanam di polybag ukuran 5 cm x 7 cm, berisi media pupuk kandang, pasir dan pestisida. Polybag-polybag tersebut diletakkan di rak-rak pesemaian setinggi 1,2 m. jarak antar tanah dengan rak bagian bawah 40 cm. maksudnya agar benih cabai tidak terkena percikan hujan.

Penyakit yang biasa menyerang bibit adalah rebah batang atau dumping off akibat serangan cendawan Pythium aphanidermatum. Untuk mengatasinya, semprotkan fungisida berbahan aktif promakarb hidroklorida dengan konsentrasi 0,5-1,0 ml/l saat daun sejati bibit telah muncul (12-14 hari setelah tanam). Menjelang pindah tanam, bibit disortir. Hanya bibit sehat dan seragam yang layak untuk ditanam.

Populasi Tanaman

Bibit selanjutnya ditanam di bedengan. Ukuran bedengan disesuaikan dengan kondisi saat musim hujan. Lebar bedengan 100-110 cm, lebar parit 60-70 cm, panjang bedengan kurang dari 12 m. hal ini mempermudah pemeliharaan tanaman dan pembuangan air yang berlebihan. Tinggi bedengan minimal 50 cm, agar akar tidak tergenang saat hujan. Juga supaya air hujan terbuang tuntas.

Bedengan perlu ditutup mulsa hitam plastik hitam perak. Tujuannya untuk mengurangi penguapan air dalam tanah dan menghindari percikan air hujan yang dapat mengakibatkan datangnya cendawan. Pemasangan mulsa sebaiknya dilakukan sesudah hujan, untuk memudahkan penancapan bambu pada pinggiran mulsa.

Pemasangan mulsa harus selesai saat itu juga, jangan tertunda.

Jumlah bedengan tergantung luas lahan. Yang pasti, populasi tanaman tidak lebih dari 17.000 tanaman per hektar. Populasi yang terlalu padat akan merangsang datangnya hama dan penyakit. Jarak tanam yang digunakan 60 cm x 65 cm dengan system tanaman zig-zag atau 65 cm x 70 cm dengan system tanam berhadap-hadapan antar baris tanaman.


Apabila lahan berbentuk terasering, penanaman sebaiknya dimulai dari hamparan paling bawah. Tujuannya bila tanaman yang berumur tua terserang penyakit, ia tidak akan menulari tanaman yang lebih muda lewat pengairan.

Selanjutnya, untuk mencegah robohnya tanaman akibat hujan dan tiupan angin, dipasang ajir rangkap dua. Ajir dihubungkan dengan palang bambu yang tipis. Dapat pula tali yang kuat.

Selain itu, seminggu setelah tanam, tunas-tunas yang tumbuh harus dirempel atau dipangkas sampai terbentuk cabang. Bila tidak dipangkas, daun-daun di bagian bawah akan sangat rimbun, sehingga akan ‘mengundang’ cendawan.

Pemupukan

Untuk meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit digunakan pupuk kandang matang 0,75-1,0 kg pertanaman dan 80-100 gr campuran pupuk kimia, dengan perbandingan ZA : Urea : TSP : KCl sebesar 2 : 1 : 1,5 : 1,5.

Pemupukan susulan dilakukan saat tanaman berumur 12-14 hari setelah tanam, dengan pupuk daun N seperti Kemira Green atau Complesal Special Tonic. Pemberian ini cukup sekali saja, sedangkan pupuk daun unsur P dan K tinggi diberikan sekali pada umur 40 hari setelah tanam, seperti Kemira Red atau Complesal Super Tonic.


Disamping pupuk N, pupuk mikro juga diberikan lewat daun. Tujuannya untuk mencegah kerontokan buah dan meningkatkan ketahanan tanaman. Jenis pupuk mikro ini adalah multimicro yang diberikan dua kali, yaitu saat umur 25 dan 53 hari setelah tanam.

Pemupukan nitrogen (ZA dan urea) yang terlalu tinggi atau terlalu sering, mengakibatkan tanaman terlalu subur sehingga banyak terbentuk daun. Pembentukan buah berkurang, batang menjadi sukulen. Hal ini membuat tanaman peka terhadap penyakit dan mudah patah bila tertimpa curah hujan.

Hama dan Penyakit

Perawatan penting lain ialah memantau serangan hama dan penyakit. Di musim hujan, serangan penyakit jauh lebih berbahaya daripada serangan hama. Biasanya serangan muncul saat tanaman mulai berbuah (pada 40 hari setelah tanam).

Penyakit yang biasa menyerang terutama layu Fusarium (Fusarium oxysporum), dan layu bakteri (Psedomonas solanaceae). Untuk mengatasinya, tanaman yang terserang dicabut dan tanaman disekitarnya disiram larutan formalin atau KMnO4 dengan konsentrasi 0,2 persen.

Hama yang biasa menyerang adalah lalat buah (Dacus dorsalis). Pengendalian hama ini dapat dilakukan dengan menyemprotkan insektisida berbahan aktif deltamerin 0,2-0,4 ml/l, triazofoz 1-2 ml/l. dapat pula digunakan perangkap dengan sex pheromone yang terbuat dari bahan aktif metil eugenol.

Pada saat tanaman berbuah lebat, antraknosa atau “patek” (Colletotrichum capsici) sering menyerang tanaman cabai ini. Untuk mengatasinya, gunakan fungisida berbahan aktif karbendazim 1-2 gr/l secara bergantian dengan fungisida kontak lainnya.

Selain antraknosa, penyakit bercak bakteri (Xanthomonas campestris) juga mengganas di musim hujan. Cirinya, pada daun terdapat bercak-bercak kebasahan seperti ada bekas minyak. Daun-daun yang terserang secepat mungkin dipetik untuk menghindari penyebaran penyakit ini. Selain itu dapat dapat pula digunakan fungisida berbahan aktif tembaga oksiklorida dengan konsentrasi 2-3 gr/l.

Tindakan pencegahan yang bisa dilakukan ialah membersihkan gulma-gulma di sekitar parit antar bedengan, untukmengurangi kelembapan tanaman serta menghindari gulma sebagai inang hama dan penyakit. Daun-daun yang terserang dipetik dan dimusnahkan, agar tidak menyebar ke tanaman sehat. Tanaman yang terserang penyakit harus segera dicabut dan dibakar. Daerah sekitar tanaman terserang diisolasi dengan perlakuan khusus sesuai macam serangan penyakit.
(int/berbagai sumber)
http://tipspetani.blogspot.com/2018/03/tips-petani-mengatasi-tanaman-buah-naga.html

http://tipspetani.blogspot.com/2018/03/tips-petani-mengatasi-tanaman-buah-naga.html


Setiap petani yang menanam tanaman tentunya memiliki niat besar untuk membuat tanaman besar sukses besar ketika panen nantinya. Karena panen yang sukses tentunya membuat perjuangan dari petani ketika menanam menjadi tidak sia-sia, bahkan juga menghasilkan keuntungan.

Hal tersebut juga tidak terkecuali bagi petani Buah Naga. Dimana seperti yang diketahui Buah Naga akhir-akhir ini memang tengah menjadi buah yang menjadi primadona. Hal tersebut bisa terjadi tentunya bukan tanpa alasan.
http://tipspetani.blogspot.com/2018/03/tips-petani-mengatasi-tanaman-buah-naga.html
Dimana alasan utamanya adalah pangsa pasar dari Buah Naga yang memang sangat besar. Sehingga membuat Buah Naga mulai banyak dicari-cari oleh banyak pihak untuk menjadi salah satu buah yang dikonsumsi. Sehingga tidak heran apabila membuat banyak pihak yang tertarik untuk menjadi petani dari Buah Naga.

Namun bukan berarti menanam Buah Naga tidak memiliki risiko. Salah satu risiko yang harus dihadapi adalah Buah Naga yang gagal berbuah. Tapi tenang saja, karena dibawah ini akan dijelaskan cara mengatasi tanaman Buah Naga yang gagal berbuah:

1. Melakukan Perkawinan Buah Secara Manual
Terjadinya buah pada tiap tanaman tentunya adalah karena terjadinya perkawinan. Dari perkawinan inilah nantinya akan terjadi pembuahan yang akan menghasillkan buah.

Namun sayangnya, tidak semua tanaman bisa memiliki kesempatan dan juga kemampuan yang sama untuk bisa melakukan perkawinan secara alami tersebut. Sehingga apabila tanaman Buah Naga yang mengalami gagal berbuah bisa jadi karena perkawinan alaminya yang gagal untuk terjadi.
http://tipspetani.blogspot.com/2018/03/tips-petani-mengatasi-tanaman-buah-naga.html
Disinilah peranan dari petani dibutuhkan untuk membantu perkawinan dari tanaman tersebut sehingga nantinya menghasilkan buah. Dimana perkawinan yang bisa dilakukan oleh petani adalah perkawinan yang dilakukan secara manual. Yaitu mempertemukan antara batang jantang dengan yang betina. Sehingga penyerbukan atau pembuahan dari tanaman tersebut akan bisa terjadi.

Walaupun tentunya perkawinan yang tidak dilalui secara manual maka bisa menghasilkan buah Naga yang tidak terlalu sempurna. Namun hal ini bisa diantisipasi dengan pengawasan yang baik dan juga disiplin. Sehingga resiko tersebut bisa dihindari.
http://tipspetani.blogspot.com/2018/03/tips-petani-mengatasi-tanaman-buah-naga.html
2. Tambahkan Pupuk
Hal lainnya yang bisa menjadi penyebab dari sebuah tanaman mengalami kegagalan ketika pembuahan adalah nutrisi yang kurang masuk. Sehingga membuat pembuahan dari buah mengalami banyak hambatan bahkan tidak menutup kemungkinan yaitu kegagalan. Sehingga hal ini tentunya bisa dilakukan dengan cara mengantisipasinya.

Yaitu dengan cara menambahkan pupuk untuk tanaman tersebut. Dimana pupuk yang diberikan haruslah pupuk khusus yang mengandung beberapa zat tertentu. Dimana nantinya zat yang terkandung dari pupuk ini bisa membantu perkembangan dari buah yang gagal tumbuh. Dimana untuk zat ini bisa mencari pupuk yang mengandung unsur P lebih tinggi daripada unsur N. Karena pupuk dengan ciri-ciri tersebutlah yang nantinya akan memberikan bantuan lebih untuk tumbuhan Buah Naga.
http://tipspetani.blogspot.com/2018/03/tips-petani-mengatasi-tanaman-buah-naga.html
3. Bisa Juga Gunakan Pupuk Kandang
Penggunaan pupuk kandang ternyata juga bisa memberikan opsi lain bagi tanaman yang sedang mengalami pembuahan yang gagal. Seperti yang diketahui, setelah sebelumnya memberikan pupuk khusus maka kali ini bisa memberikan tambahan dengan memberikan pupuk kandang. Dimana usahakan mencari pupuk kandang yang sudah kering.

Karena pupuk kandang yang sudah kering dipastikan mampu memberikan efek yang lebih baik daripada pupuk kandang yang masih basah. Sehingga pastikan untuk mencari pupuk kandang yang kering dan juga terhindar dari cairan kimia. Hal ini untuk memastikan baha pupuk kandang tersebut tidak terkontaminasi oleh berbagai zat yang berbahaya.
http://tipspetani.blogspot.com/2018/03/tips-petani-mengatasi-tanaman-buah-naga.html
Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman
Buah Naga telah menjadi jenis buah yang cukup familiar bagi orang-orang di Indonesia. Padahal awalnya Buah Naga hanya tersebar di Negara Meksiko, Amerika Tengah hingga Afrika Selatan. Namun dengan seiring berjalannya waktu, penyebaran dari Buah Naga mulai menyebar ke berbagai negara. Termasuk salah satunya adalah Indonesia. Buah Naga sendiri menjadi salah satu jenis buah yang cukup digemari oleh keluarga Indonesia.

Hal tersebut terjadi bukan hanya karena Buah Naga memiliki rasa yang enak maupun segar, namun juga karena banyaknya kandungan manfaat dari buah yang berwarna merah menyala tersebut.

Mulai dari kaya kandungan akan vitamin C hingga dipercaya mampu menyembuhkan penyakit kanker. Sehingga hal tersebut membuat banyak orang berbondong-bondong untuk menanam Buah Naga. Namun ternyata menanam Buah Naga bukannya tanpa ada tantangan. Salah satu tantangannya adalah hama yang menyerang buah berwarna merah tersebut.

Berikut ini ada beberapa cara pengendalian hama dan penyakit tanaman Buah Naga:

1. Semut
Hewan berukuran kecil ini nyatanya mampu menjadi masalah besar bagi petani yang tengah menanam buah Naga. Hal tersebut disebabkan karena hewan yang biasanya berkumpul dalam jumlah banyak tersebut akan menyerang tanaman Buah Naga yang tengah berbunga.

Gigitan yang diakibatkan dari semut tersebut membuat kualitas dari Buah Naga akan menurun, bahkan meninggalkan bintik yang mengurangi minat pembeli. Cara paling ampuh untuk mengendalikan hama berbentuk semut ini adalah siapkan cairan Gusadrin kurang lebih 2 cc/liter dan kemudian semprotkan pada bagian Tanaman Buah Naga yang bermasalah tersebut.

2. Tungau
Hama tanaman Buah Naga bukan hanya datang dari Semut namun juga binatang kecil lainnya yaitu Tungau. Dimana efek dari hama Tungau ini ternyata tidak main-main. Dimana Tungau akan menyerang tanaman Buah Naga yang tengah tumbuh dan membuat batang tanaman berubah menjadi coklat. Apabila tidak dilakukan tindakan maka kemungkinan yang paling terburuk adalah Tanaman Buah Naga yang diserang oleh Tungau bisa mati. Cara mengatasinya adalah dengan menyemprotkan cairan Omite dengan dosis 1-2 gr/liter. Dimana hal tersebut harus dilakukan secara rutin selama satu minggu.

3. Kutu Putih/ Kutu Sisik
Hama berikutnya datang dari Kutu Putih maupun Kutu Sisik. Dimana gigitan dari kedua binatang tersebut membuat batang dari Tanaman Buah Naga akan mengusam dan perlahan akan berubah menjadi coklat. Hal tersebut akan membuat pertumbuhan dari tanaman Buah Naga akan terganggu bahkan kemungkinan terburuknya adalah gagal panen.

Hal tersebut disebabkan karena tanaman Buah Naga yang tidak tumbuh secara sempurna. Cara yang paling mudah untuk mengatasinya adalah dengan menggunakan cairan Kanon sebanyak 1 hingga 2 cc/liter. Dimana cairan Kanon tersebut disemprotkan pada sela-sela tanaman yang ditinggali oleh Kutu Putih maupun Kutu Sisik.

4. Bekicot
Ternyata hewan berlendir ini juga bisa menjadi salah satu hama yang menyerang tanaman Buah Naga. Dimana Bekicot akan menggigit batang dari tanaman Buah Naga dengan perlahan. Gigitan tersebutlah yang kemudian membuat batang dari tanaman Buah Naga akan berubah menjadi kecoklatan dan perlahan akan membusuk. Sesuatu yang membuat tanaman Buah Naga cepat atau lambat akan mati. Dimana cara penganggulangan dari hama Bekicot selain tentu membuangnya adalah menjaga kebersihan di sekitar lingkungan penanaman Buah Naga.

Karena kehadiran Bekicot di sekitar penanaman tanaman Buah Naga karena lingkungan yang tidak terjaga dan juga banyaknya kotoran yang memancing hadirnya Bekicot. Diatas adalah jenis hama yang seringkali menyerang Tanaman Buah Naga dan bagaimana cara mengatasinya. Agar nanti tanaman Buah Naga yang ditanam bukan hanya bebas dari hama namun juga menghasilkan panen dengan kualitas terbaik.

http://tipspetani.blogspot.com/2018/03/tips-petani-mengatasi-tanaman-buah-naga.html

Geram sekali rasanya apabila tikus mencari makanan serta mem­buat kerusakan. Pada umumnya pemilik rumah akan melakukan tindakan apabila kerusakan serta gangguan yang diakibatkan oleh si tikus kian parah.

Beberapa penyakit berbahaya pun bisa disebabkan karena tikus. Baik itu berdampak ri­ngan bahkan hingga yang me­nyebabkan ke­matian. Maka dari itu kita mesti mengusirnya.

Cara Mengusir Tikus
Sejumlah cara dilakukan su­paya dapat menghilangkannya. Upaya mengusir tikus yang dapat dilakukan sangat beragam yaitu bisa dengan menggunakan alat pengusir tikus semisal racun, lem tikus, pengusir tikus elektrik, jasa pembasmi tikus ataupun dengan cara alami.

Namun tak seluruh orang melakukan cara tersebut, ter­lebih apabila memakai racun untuk mengusir tikus yang men­jengkelkan tersebut, masalah yang dihadapi ialah sewaktu tikus sudah memakan racun tersebut maka tikus akan mati di area yang sulit, sehingga menimbulkan bau bangkai dan jika memakai lem tikus ma­ka masalah yang dihadapi ialah mesti membuangnya, ten­tunya hal tersebut sangatlah men­jijikkan, bukan?

Bagi kamu yang tidak mau ribet, bisa menggunakan jasa pembasmi tikus untuk me­ngu­sir tikus di rumah. Namun meng­gunakan jasa pembasmi tikus harus rela mengeluarkan uang lebih.

Sebenarnya, mengusir tikus di rumah bisa dilakukan tanpa racun atau secara alami. Cara membasmi tikus rumah tanpa racun ini tidak mengeluarkan uang banyak. Nah, berikut ini sejumlah cara mambasmi tikus atau cara mengusir tikus di rumah secara alami yang terbukti ampuh.

Memelihara Jangkrik
Mengusir tikus di rumah bi­sa dilakukan dengan cara me­melihara hewan jangkrik, hewan ini terbukti ampuh me­ngusir tikus namun jangan jang­krik yang mengeluarkan suara nyaring, sebaiknya peli­haralah jangkrik dengan suara tak nyaring serta jangkrik aduan.

Suara yang dikeluarkan oleh jangkrik akan mengganggu pendengaran tikus, sebab tikus tak menyukai area yang ramai serta kebisingan. Taruhlah he­wan jangkrik di area yang kerap di lalui atau di datangi tikus.

Daun mint
Cara membasmi tikus se­lanjutnya yaitu dengan daun mint. Daun ini tidak hanya memiliki segudang manfaat terhadap kesehatan tubuh saja, namun daun mint ini menjadi salah satu tanaman pengusir tikus, sebab tikus amat tidak menyukai aroma daun mint.

Belilah 1 atau 2 ikat daun mint, setelah itu ambilah sa­rinya serta larutkan ke dalam air. Apabila sudah larut sem­­­­­­­protkanlah la­­­rutan tersebut ke area yang sering didatangi ataupun dilalui tikus.

Sehingga tikus akan meng­hindari tempat yang diberi larutan mint tersebut, sangat disarankan untuk menanam pohon mint pada pot di sekitar rumah sebab lebih hemat.

Menggunakan Kapur Barus.
Tikus sangat tidak meng­gemari bau-bauan harum yang sangat menyengat semisal kapur barus. Dari hal tersebut kita bisa memanfaatkannya sebagai cara menangkal tikus tersebut yaitu dengan cara menggunakan ka­pur barus.

Caranya sangat mudah hanya dengan menaruh kapur barus di tempat yang kerap dilalui ataupun didatangi tikus. Dengan demikian hewan menjengkelkan tersebut akan merasa terganggu serta akan memilih pindah. Kapur barus pengusir tikus ini bisa Anda dapatkan dengan mudah.

Soda Pop (Bom Soda)
Cara membasmi tikus dengan soda pop ini sangat mudah, yaitu hanya dengan menaruh ataupun mencampurkan baking soda ke makanan yang digemari tikus.
Memelihara Kucing.
Cara membasmi tikus rumah selanjutnya yaitu dengan me­­melihara kucing. Dengan me­melihara kucing maka ke­mung­kinan besar tempat ting­­­gal anda akan bebas dari ti­kus. Hanya mendengar suara kucing saja, tikus-tikus akan lari ketakutan.

Menggunakan Kulit Durian
Buah ini sangat digemari, sebab tidak hanya mempunyai rasa yang lezat, buah ini pun bisa digunakan sebagai salah satu cara mengusir tikus curut.

Bagian buah durian yang dapat dipergunakan untuk mem­­basmi tikus ialah bagian ku­litnya. Potonglah kulit buah durian dan taruhlah di daerah yang kerap dilalui tikus. Duri tajam serta aromanya yang menyengat akan mengusir tikus.

Saus Cabai, Air serta Deterjen Pakaian
Cara membasmi tikus se­­­­­­lanjutnya yaitu dengan cara men­campurkan saus cabai yang pa­ling pedas dengan deterjen, dan larutkan ke dalam air.

Taruhlah hasil campuran ter­­sebut ke dalam botol spray. Cai­ran tersebut mesti selalu siap di tangan Anda, ketika tikus muncul, maka semprotkanlah dengan cairan tersebut. Maka tikus akan merasa panas.

Menggunakan Buah Mengkudu
Apabila mempunyai buah meng­kudu, maka anda bisa meng­gu­nakannya untuk me­ngu­sir tikus. Ca­ranya sangat­lah mudah, hanya de­ngan menghancurkan serta men­­campurkannya dengan air ke­mudian di siramkan ke daerah yang kerap dilewati tikus. Cara seperti ini sangatlah cocok untuk diterapkan dalam mengusir tikus di sawah ataupun di gudang

Memiliki halaman rumah yang indah dengan ditumbuhi rumput hijau serta bersih merupakan dambaan bagi sebagian orang. Halaman dengan rumput yang hijau dan bersih sangat indah untuk dipandang serta dapat memberikan nuansa tenang, pikiran pun akan terasa rileks.

Akan tetapi kita pun sering terpikirkan bahwa merawat rumput sangatlah merepotkan ketika berkeinginan untuk memiliki halaman dengan rumput yang hijau serta bersih. Anda bisa memakai jasa layanan pemotong rumput, ataupun melakukannya sendiri.

Jika halaman rumah anda tidak begitu luas, anda dapat menggunakan gunting pemotong rumput, sedangkan jika halaman rumah anda lumayan luas anda dapat memakai mesin pemotong rumput. Apabila anda tidak memiliki mesin tersebut dan berencana hendak membelinya, baca lebih lanjut artikel ini yang akan memberikan tips memilih mesin potong rumput. Dalam memilih mesin potong rumput Anda harus memperhatikan 3 hal yaitu jenis mesin potong rumput, tipe pisau mesin pemotong rumput dan cara perawatannya. Berikut ulasannya untuk Anda.



Jenis Mesin Potong Rumput

Ada 2 jenis mesin pemotong rumput yaitu:

1. Pemotong Rumput Dorong

Mesin jenis ini hanya dipakai untuk halaman yang memiliki permukaan tanah rata. Pada bagian tangkai pendorong pada mesin jenis ini bisa dilipat sehingga mudah sekali ketika disimpan. Mesin jenis ini bisa memotong rumput hingga pinggir sesuai dengan jalur roda. Mesin jenis ini pun terdapat penampung rumput yang tidak sulit ketika dipasang maupun ketika melepaskannya. Apabila halaman maupun lapangan lumayan luas serta berbentuk segi empat, lebih baik pakai mesin potong rumput dorongserta ketika menggunakannya lebih baik berkeliling memutar. Hal ini bertujuan supaya rumput yang terpotong dapat terkumpul di tengah-tengah halaman, sehingga rumput yang sudah terpotong tersebut mudah dikumpulkan serta dibuang dan hendaknya ketika memotong rumput dikerjakan sewaktu siang hari saat embun telah hilang, gunanya adalah agar rumput yang sudah terpotong tersebut tidak banyak menempel di kantong penampungan pada mesin tersebut sehingga mudah untuk dibersihkan




2. Pemotong Rumput Gendong

Mesin potong rumput gendong digunakan untuk memotong rumput di lapangan maupun halaman yang permukaan tanahnya tidak rata maupun bergelombang. Bentuk mesin jenis ini hampir sama dengan alat penyemprot hama yang kerap digunakan oleh petani untuk menyemprot dan membasmi hama. Mesin jenis ini mempunyai gagang besi berukuran panjang. Cara menghidupkannya hanya dengan menarik tuas yang terletak di dekat mesin. Ketika menggunakan mesin jenis ini, sebaiknya dipakai dengan cara berjalan maju, bukan dengan cara berjalan mundur. Bila terdapat batu pada tanah, sebaiknya disingkirkan terlebih dahulu sehingga bagian pisau pemotong rumput tidak cepat rusak atau cacat.


Tipe Pisau Pada Mesin Pemotong Rumput

Ada 3 jenis pisau pada mesin potong rumput tipe gendong yaitu:
  • Pisau palang : Dipakai untuk memotong rumput berukuran besar misalnya alang-alang, rumput gajah, dan sebagainya.
  • Pisau bulat bergigi 8 : Pisau jenis bulat bergigi 8 dipakai untuk memotong semak belukar.
  • Pisau bulat bergigi 80 : Pisau jenis bulat bergigi 80 digunakan untuk memotong tumbuhan yang amat besar.




Tips Merawat Mesin Potong Rumput

1. Rutin Mengganti Oli dan Bensin

Selalu pastikan oli atau pelumas penuh sesuai dengan parameter yang ada dan jangan lupa untuk menggantinya secara berkala. Pastikan juga bensin selalu terisi sebelum menggunakannya.

2. Rajin Memanaskan Mesin

Sebelum dipakai, jangan lupa untuk memanaskan mesinnya terlebih dahulu untuk mencegah terjadinya kemacetan di tengah pemakaian. Jangan lupa juga untuk menjauhkan kabel busi dari businya terlebih, karena bisa menyebabkan mesin menyala mendadak.

3. Mengganti Saringan Udara

Mengganti saringan udara ini juga harus dilakukan secara berkala. Saringan udara yang sudah terlalu kotor dapat menghambat kerja mesin sehingga tidak maksimal.


4. Pakailah Busi yang Sesuai dengan Mesin

Suku cadang merupakan komponen utama dari sebuah mesin. Oleh karena itu, jangan sembarangan memakai suku cadang, khususnya pada busi. Gunakan busi yang sesuai, pilih yang memiliki jangka waktu pemakaian panjang, serta jangan lupa untuk membersihkannya secara rutin.

5. Perhatikan Senar Pada Mesin

Sama halnya dengan saringan udara, senar pada mesin pemotong rumput juga harus selalu diperhatikan dan diganti secara berkala.

6. Gunakan Pisau Pemotong Standar

Selalu gunakan pisau pemotong standar sesuai dengan spesifikasi. Hindari penggunaan pisau pemotong yang tidak sesuai karena akan menjadikan mesin bekerja dengan tidak maksimal.

7. Hindari Bensin yang Tercampur Air

Sebisa mungkin hindarkan air masuk ke dalam tabung bensin. Rajinlah membersihkan karburator untuk membersihkan air dan kotoran yang tertinggal.

8. Gunakan Mesin dengan Baik dan Benar

Bukan hanya perawatannya saja yang penting, pemakaian mesin juga harus diperhatikan. Gunakan mesin potong rumput dengan baik dan benar. Dan hindari kecerobohan dalam pemakaiannya. Jangan memaksa mesin untuk bekerja terus menerus karena akan menurunkan kinerja mesin. Rawat motor mesin secara berkala, setidaknya enam bulan sekali dengan membersihkan kerak yang menempel pada piston, ruang bakar, knalpot, dan sekrup mesin.

9. Jauhkan dari Jangkauan Anak-Anak

Usahakan jangan libatkan anak-anak dalam kegiatan menggunakan mesin potong rumput ini. Karena akan sangat berbahaya bagi anak-anak jika mereka dibiarkan menggunakan alat tersebut.

10. Simpan di Tempat yang Terlindung

Penyimpanan mesin juga harus diperhatikan. Jauhkan mesin dari sumber api agar tidak berpotensi terbakar.

Sumber:
http://dapurteknik.com
http://alatkebunku.com
https://news.ralali.com