Articles by "TANAMAN HIAS"
Showing posts with label TANAMAN HIAS. Show all posts
https://tipspetani.blogspot.com/2018/03/daya-tarik-tanaman-hias-pachypodium.html

DAYA TARIK TANAMAN HIAS PACHYPODIUM


TANAMAN HIASDahulu, pada saat awal kemunculannya pachypodium belum terlalu dikenal oleh para penggemar tanaman hias. Namun seiring dengan berjalannya waktu, akhirnya sosok pachypodium dikenal oleh para penggemar tanaman hias. Tidak hanya dikenal saja tetapi sosoknya juga telah populer.




Sosok tanaman hias adenium mulai dikenal di kalangan para penggemar tanaman hias sejak tahun 2008.

Sejak itulah pachypodium mulai banyak peminatnya. Hal ini ditunjukan dari adanya peningkatan yang segnifikan terhadap permintaan pachypodium di pasaran.


Tanaman yang berasal dari Afrika Selatan ini ternyata berkerabat dekat dengan tanaman hias adenium. Namun, pamor pachypodium masih diatas adenium.

Hal ini dikarenakan pachypodium memiliki beberapa kelebihan yang tidak dimiliki oleh adenium yang banyak disukai oleh sebagian besar penggemar tanaman hias.

Pachypodium dapat dibudidayakan di daerah dataran rendah maupun di daerah dataran tinggi. Hanya saja pachypodium harus dibudidayakan di negara yang beriklim tropis seperti di Indonesia. Karena itulah adenium dapat tumbuh dengan subur di Indonesia.

https://tipspetani.blogspot.com/2018/03/daya-tarik-tanaman-hias-pachypodium.html

Ciri Fisik Tanaman Hias Pachypodium

Bagaimanakah ciri-ciri dari tanaman hias pachypodium ini? Hampir sama dengan tanaman yang hidup di daerah yang beriklim tropis, ciri-ciri dari tanaman hias pachypodium adalah memiliki batang yang tebal, berduri, serta lunak. Bagian batang tersebut berfungsi untuk menyimpan cadangan air pada saat musim kemarau tiba.

Selain ciri-ciri diatas, di bawah ini akan dijelaskan lebih lanjut mengenai bagian-bagian tanaman pachypodium agar lebih mengetahui ciri-ciri dari pachypodium.

Batang

Tidak seperti tanaman hias pada umumnya, bentuk batang pachypodium terbagi atas beberapa variasi. Setiap jenis pachypodium berbeda-beda pula bentuk batangnya. Namun, secara umum bentuk batang pachypodium terbagi atas lima bentu yaitu sebagai berikut.

  • Bentuk Cereiform.
  • Bentuk Tree-like pachycaul.
  • Bentuk Cactiform.
  • Bentuk Caudiciform.
  • Dan bentuk Shrubby-pachycaul.
Daun

Tanaman hias pachypodium termasuk jenis tanaman hias yang daunnya tidak bertangkai. Karena tidak memiliki tangkai membuat daunnya langsung melekat pada batangnya. Daun pachypodium lebih sering terlihat melekat pada bagian pucuk batang.

Bentuk daunnya sangat beragam. Mulai dari bentuk oval, bentuk lanse, hingga yang berbentuk keriting pun juga ada.


Pada sebagian spesies pachypodium ada yang daunnya sampai merambat ke bawah maupun merambat ke atas batang.

Bunga

Salah satu hal yang menjadi daya tarik bagi pachypodium adalah bunganya. Bunga yang dimiliki oleh pachypodium terbagi atas beberapa warna. Mulai dari yang berwarna ungu, kuning, putih, merah, dan beberapa variasi warna lainnya.

Bentuk bunga pachypodium sendiri ada berbagai macam bentuk. Ada yang berbentuk seperti lonceng dengan corongnya yang menyempit.

Ada pula bunganya yang berbentuk corongnya yang lebih lebat daripada lubangnya. Serta masih banyak bentuk dari bunga pachypodium lainnya.

Buah dan biji

Tanaman yang sudah dikawinkan akan menghasilkan buah. Buah tersebut nantinya akan menghasilkan biji.

Biji itulah yang akan digunakan untuk ditanam kembali. Biji bunga pachypodium berwarna cokelat. Sedangkan buahnya berwarna coklat tua.

demikian Sedikit Informasi seputar Ciri Fisik Tanaman Hias Pachypodium semoga bisa membantu,berguna dan bisa di jadikan bahan rujukan anda.



https://tipspetani.blogspot.com/2018/03/daya-tarik-tanaman-hias-pachypodium.html

https://tipspetani.blogspot.com/2018/03/daya-tarik-tanaman-hias-pachypodium.html

https://tipspetani.blogspot.com/2018/03/daya-tarik-tanaman-hias-pachypodium.html

https://tipspetani.blogspot.com/2018/03/daya-tarik-tanaman-hias-pachypodium.html

https://tipspetani.blogspot.com/2018/03/daya-tarik-tanaman-hias-pachypodium.html

https://tipspetani.blogspot.com/2018/03/daya-tarik-tanaman-hias-pachypodium.html

https://tipspetani.blogspot.com/2018/03/daya-tarik-tanaman-hias-pachypodium.html







Sumber AGLAONEMA


TANAMAN HIAS  : Ada tiga jenis ubi jalar yang terkenal di Indonesia yakni ubi jalar berwarna putih kecoklatan, merah, dan ungu.Tiga jenis ubi jalar ini mempunyai varietas unggul dengan produktivitas tinggi di antaranya cilembu, ibaraki, lampeneng, georgia, borobudur, prambanan, mendut, dan kalasan.

Budidaya ubi jalar cocok dilakukan di daerah tropis dan lembab. Suhu optimum untuk tanaman ini adalah 21- 27 derajat celcius dengan curah hujan 750 – 1500 mm/tahun dan memerlukan penyinaran matahari sekitar 11 – 12 jam sehari.

Di Indonesia, budidaya ubi jalar mencapai produktivitasnya yang paling optimal jika ditanam di dataran rendah sampai ketinggian 500 meter dari permukaan laut, tapi tanaman ini masih dapat tumbuh dengan baik dengan ketinggian di atas 1000 meter dari permukaan laut hanya jangka waktu tanam sampai panennya jadi lebih lama.
Penyiapan bibit dalam budidaya ubi jalar dilakukan dengan dua cara yakni generatif dan vegetatif.

Pertama ialah perbanyakan melalui umbi, caranya pilih umbi berulitas baik dan sehat lalu dibiarkan di tempat lembab dan teduh sampai tunasnya keluar.

Tunas yang keluar dari umbi dipotong dan siap dibesarkan. Cara generatif jarang dilakukan untuk skala luas, cara ini dipakai untuk memperbanyak bibit unggul dalam skala terbatas.

Cara ke-2 ialah perbanyakkan vegetatif dengan distek, calon indukan diambil dari tanaman ang berumur di atas 2 bulan dengan ruas yang pendek, caranya potong batang tanaman sepanjang 15 – 25 cm, pada setiap potongan minimal terdapat 2 ruas batang, papas sebagian daun – daunnya untuk mengurangi penguapan, ikat batang yang sudah distek dan biarkan selama 1 minggu di tempat teduh.
Perbanyakan dengan stek batang terus menerus akan menurunkan kualitas tanaman. Maka dari itu, perbanyakan dengan stek dianjurkan untuk 3-5 generasi penanaman.

Kondisi tanah yang cocok adalah tanah lempung, gembur, banyak mengandung hara, dan mempunyai drainase yang baik.

Budidaya ubi jalar di tanah kering dan retak-retak menyebabkan imunitas tanaman menurun, sehingga mudah diserang hama dan penyakit. Jika ditanam di tempat becek umbinya akan kerdil, kadar serat tinggi, mudah busuk, dan bentuknya benjol. Derajat keasaman tanah yang ideal pada pH 5,5 – 7,5.

Tanaman ini tumbuh baik di lahan tegalan dan dilakukan di akhir musim hujan. Jika dilakukan di lahan sawah lebih cocok dilakukan saat musim kemarau.
Budidaya ubi jalar relatif hemat pupuk, apalagi ditanam di lahan bekas sawah. Sebelum menanam, hendaknya tanah dibajak agar gembur, bentuk bedengan setinggi 30 – 40 cm dengan lebar 60 – 100 cm dan jarak antar bedengan 40 – 60 cm serta panjangnya mengikuti bentuk lahan.

Untuk budidaya secara organik, berikan pupuk dasar berupa pupuk kandang. Pupuk kandang yang bagus ialah campuran kotoran ayam dan sapi yang telah matang. Campurkan pupuk sat pembuatan bedengan dengan dosis 20 ton/hektar.

Ubi jalar ditanam dengan menanam 2/3 stek batang ke tanah. Dalam 1 bedengan terdapat 2 baris tanamn. Jarak antar tanaman dalam 1 bari 30 cm dan jark antar baris 40 cm. Dibutuhkan 36.000 batang untuk lahan 1 hektar.

Usahakan jaga kelembaban tanah di awal pertumbuhan. Lakukan penyiraman tiap pagi dan sore pada stek yang baru ditanam. Penyiraman dihentikan setelah tanaman telah tumbuh yang dicirikan keluarnya daun baru.

Tanaman ubi merupakan tanaman ang tehan kekeringan. Intensitas hujan 2 miggu sekali cukup memberikan asupan air, sehingga relatif tidak memerlukan penyiraman terus menerus.

Setelah 2 – 3 minggu penanaman, cek keseluruhan tanaman. Jika ada yang gagal tumbuh segera sulam dengan tanaman baru. Penyulaman dilakukan dengan mencabut tanaman mati dan mengganti stek batang baru.

Saat umur 4 minggu setelah tanam, lakukan pembngkaran tanah di kiri dan kanan tanaman dengan radius 10 dari tanaman supaya akar tanaman tidak menjalar kemana-mana dan umbi konsentrasi pada jalur penanaman. Aktivitas ini dilakukan sekaligus dengan menyiangi gulma.

Saat umur 6 – 8 minggu setelah tanam, tanah yang dibongkar kemudian ditutup lagi sambil merapikan akar-akar menjalar keluar dari jalur penanaman. Kegiatan perapihan kar penting karena jika menjalar kemana-mana umbi yang dihasilkan akan tidak terlalu besar atau umbinya banyak tapi kecil-kecil.

Pemanenan ubi jalar dilakukan saat umur 3,5 – 4 bulan. Perhatikan cuaca ketika menjelang panen. Umbi siap panen, tapi tiba-tiba terkena hujan deras akan membusuk, maka perlu segera dipanen maksimal 7 hari setelah hujan.

TANAMAN HIAS  : Panen berhasil bila 1 bibit yang ditanam minimal menghasilkan 1 kg umbi. Umumnya tanaman ubi yang sehat menghasilkan umbi lebih dari 25 ton/hektar bahkan ubi jalar varietas tertentu seperti kalasan menghaslkan hingga 30 – 40 ton/hektar.

Setelah dipanen, ubi jalar dicuci dan disortir lalu dimsukkan ke karung dan simpan di tempat kering sebelum dijual.

Sumber AGLAONEMA
 http://tipspetani.blogspot.com/2018/03/panduan-sukses-merawat-tanaman-cemara.html


TANAMAN HIAS  : Bagi mereka yang awam, tentunya nama Cemara Udang terdengar masih asing. Bahkan tidak menutup kemungkinan bagi sebagian orang yang merasa bahwa Cemara Udang adalah nama dari hewan bukan nama dari tumbuhan.


Sehingga tidak heran apabila banyak orang yang seringkali masih salah mempresepsikan dari tanaman Cemara Udang itu sendiri. Padahal bagi mereka pecinta tanaman hias, maka nama Cemara Udang bukanlah nama tanaman yang asing lagi.

Hal tersebut tentunya bisa terjadi bukannya tanpa alasan. Dimana alasan utamanya adalah karena tanaman Cemara Udang memiliki keindahan yang tidak tanggung-tanggung.

Terutama keindahannya yang terletak pada bentuk batangnya yang meliuk-liuk dan juga tidak biasa. Sehingga hal tersebut semakin menambah daya tarik dari tanaman Cemara Udang itu, sekaligus membuat banyak pihak semakin tertarik untuk merawatnya.

Bagi mereka yang sudah ahli tentunya hal ini bukanlah sesuatu yang sulit. Namun bagi mereka yang masih awam tentunya akan menemukan berbagai kesulitan dalam melakukan hal ini.

Untuk itulah, berikut ini akan dijelaskan cara menanam dan merawat tanaman Cemara Udang:
http://tipspetani.blogspot.com/2018/03/panduan-sukses-merawat-tanaman-cemara.html
1. Persiapkan Media Tanam
Hal per­tama yang harus dipersiapkan dalam menanam tanaman Cemara Udang tentunya adalah media tanam. Dimana media tanam ini akan berpengaruh besar terhadap tanaman Cemara Udang nantinya.

Karena media tanam yang baik juga nantinya akan menghasilkan tanaman Cemara Udang yang baik pula. Sedangkan media tanam yang kurang cocok juga tentunya akan menghasilkan tanaman Cemara Udang yang kurang baik pula.

Sedangkan untuk media tanam yang cocok untuk tanaman Cemara Udang adalah serutan bekas kayu. Dimana serutan bekas kayu ini nyatanya telah terbukti memberikan efek positif terhadap tanaman Cemara Udang nantinya.

Sehingga apabila memang berniat untuk menanam Tanaman Cemara Udang, maka ada baiknya untuk mempersiapkan media tanam dengan serutan kayu ini. Dimana seperti yang diketahui bahwa serutan kayu juga adalah barang yang mudah untuk bisa ditemukan. Sehingga tidak terlalu sulit untuk mendapatkannya dari berbagai tempat.
http://tipspetani.blogspot.com/2018/03/panduan-sukses-merawat-tanaman-cemara.html
2. Penyiraman Dilakukan Secara Teratur
Hal berikutnya yang juga harus mendapatkan perhatian adalah melakukan penyiraman. Dimana seperti yang diketahui bahwa setiap tanaman tentunya membutuhkan air yang cukup.

Dimana cadangan air hanya bisa didapatkan dengan cara memberikan tanaman air dengan kadar yang sudah ditentukan. Dimana pemberian air ini juga harus dilakukan secara rutin dan juga teratur, yaitu penyiraman dilakukan dua kali dalam sehari dengan pemberian jarak waktu yang cukup.

Dengan rentang antara pagi hari dengan sore hari. Dimana pemberian jarak waktu yang cukup ini juga bisa membantu pertumbuhan dari tanaman agar nantinya bisa mendapatkan hasil yang terbaik dan juga maksimal.

Selain itu, tata cara penyiraman juga tidak kalah pentingnya untuk mendapatkan perhatian. Yaitu usahakan untuk tidak terlalu melebihi kapasitas potnya. Karena ditakutkan nantinya akan bisa menyebabkan pembusukan pada akar dari tanamannya.
http://tipspetani.blogspot.com/2018/03/panduan-sukses-merawat-tanaman-cemara.html
3. Pembersihan Tanaman Secara Rutin
Hal terakhir yang mesti dilakukan dan juga wajib untuk dilakukan secara rutin adalah pembersihan tanaman. Dimana tanaman yang bersih nantinya akan bisa tumbuh dengan baik dan juga cepat.

Apalagi sekarang ini banyak sekali debu maupun hal lainnya yang membuat kebersihan dari tanaman menjadi terganggu. Sehingga proses pembersihan ini tidak bisa dipandang sebelah mata begitu saja. Tentunya perlu dilakukan pembersihan tanaman secara rutin dan juga baik.

Sumber AGLAONEMA
http://tipspetani.blogspot.com/2018/03/cara-praktis-menanam-rumput-gajah-mini.html


Rumput gajah mini (Pennisetum purpureum schamach ) semakin naik pamor sebagai dekorasi taman. Perannya tak hanya sebagai penutup tanah, tapi sebagai pemanis nat lantai carport dan pembatas teras dengan taman.

http://tipspetani.blogspot.com/2018/03/cara-praktis-menanam-rumput-gajah-mini.html
Daunnya berwarna hijau pekat menyejukkan mata. Ciri khas lainnya, berdaun tebal dengan tepian yang agak keriting. Panjang daunnya hanya 5cm, meskipun rumput gajah biasa ada yang mencapai 10cm, dengan akar sepanjang 5cm-8cm. Meski tampilannya agak “pendek”, tapi terlihat rapi.
http://tipspetani.blogspot.com/2018/03/cara-praktis-menanam-rumput-gajah-mini.html
Daya tarik rumput yang harganya berkisar Rp25.000 – Rp35.000 per meter persegi ini ada pada tampilan yang lebih rapi dibanding saudaranya, rumput gajah “maksi”. Daunnya pendek dan tak cepat gondrong.
http://tipspetani.blogspot.com/2018/03/cara-praktis-menanam-rumput-gajah-mini.html
Anda pun tak perlu repot mencukurnya tiap bulan. Untuk menjaga kesuburan, Anda cukup menaburi urea dan NPK tiap dua minggu sekali. 

Mari, kita simak langkah praktis untuk menanam rumput gajah mini ini:

http://tipspetani.blogspot.com/2018/03/cara-praktis-menanam-rumput-gajah-mini.html
  • Gemburkan tanah menggunakan cangkul. Cangkul dan balikkan tanah hingga kedalaman sekitar 20cm. Setelah itu, ratakan permukaan tanah.
  • Siapkan rumput dalam bentuk dan ukuran kecil. Pecah rumput besar menjadi ukuran lebih kecil, antara 3cm-5cm. Setelah itu, benamkan rumput ke dalam tanah hingga seluruh akarnya tertimbun. Benamkan rumput secara zig-zag sehingga nantinya pertumbuhan rumput subur, rapat, dan rapi.
  • Perkuat “ikatan” rumput dengan tanah. Pukul perlahan permukaan rumput hingga akarnya melekat ke dalam tanah.
  • Ratakan juga posisi rumput dan permukaan tanah dengan menggunakan permukaan lebar batu bata atau balok kayu. Kemudian, diamkan rumput selama satu minggu hingga akarnya tumbuh.
  • Taburkan pupuk urea dan NPK secara merata. Lakukan proses ini dua minggu kemudian.
  • Siram dengan air menggunakan gembor (ceret) yang berlubang kecil. Tekanan rendah akan menghindari penggenangan air pada tanah dan rumput yang dapat mengakibatkan pembusukan rumput.
http://tipspetani.blogspot.com/2018/03/cara-praktis-menanam-rumput-gajah-mini.html

Sumber AGLAONEMA



Tanaman Hias Membudidayakan kailan merupakan hal yang mudah untuk dilakukan, terutama jika anda mengetahui cara budidaya yang tepat untuk tanaman yang satu ini. Tanaman yang satu ini membutuhkan perawatan yang khusus agar bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. 

Kailan (Brassica oleracea) merupakan salah satu jenis sayuran yang memiliki daun tebal berwarna hijau dengan batang tebal dan memiliki kepala bunga berukuran kecil dengan jumlah kecil hampir mirip dengan bunga pada brokoli. Sayur kailan ini bisa digunakan dalam masakan Tionghoa terutama masakan Katon. Sayur ini biasanya di masak tumis dengan bumbu jahe dan bawang putih atau juga di masak rebus kemudian disiram dengan saus tiram. Banyak orang yang menyukai sayuran kailan karena kailan memiliki banyak manfaat bagi kesehatan karena kandungan gizi yang terdapat pada sayur kailan diantaranya pro vitamin A, asam askorbat, mineral, vitamin B, vitamin C, serat, antioksidan, zat besi dan masih banyak lagi yang lainnya.



Ada beberapa macam teknik budidaya yang harus anda lakukan, mulai dari pembibitan, penanaman, pemeliharaan hingga apa persiapan yang harus dilakukan pada saar panen. Hal pertama yang harus anda lakukan pada saat penanaman adalah menyiapkan ukuran petak tanah yang tepat. Siapkanlah sebuah bedengan yang memiliki lebar 120 cm dan ukuran panjang yang sama dengan petak tanah yang dimiliki. 

Untuk bisa membudidayakan tanaman ini dengan baik, diperlukan sebuah media yang memiliki ketinggian 100 meter hingga 500 meter dpl. Umumnya tanaman ini sangat cepat tumbuh jika ditanam di suhu yang lembab yaitu pada saat musim hujan. 

Cara Menanam Tanaman Kailan

Untuk cara tanam kailan adalah sebagai berikut. Seminggu sebelum penanaman berlangsung, pastikan anda menyiapkan lubang tanam yang akan disiapkan untuk menanam kailan ini. Lalu jangan lupa untuk memberikan pupuk pada tanah yang akan ditanami oleh bibit. 

Cara menanam dengan menggunakan bedengan yang telah dipupuk terlebih dahulu terbukti ampuh untuk menghasilkan tanaman kailan yang baik. Pupuk yang dianjurkan di sini adalah pupuk kandang. Siapkan pupuk kandang sebanyak 10 ton/ha. Jarak tanam dalam bedengan juga harus diperhatikan. Pastikan tanah dalam bedengan memiliki jarak 40 x 40 cm, 30 x 30 cm atau 20 x 20 cm. Memilih bibit yang baik juga harus Anda lakukan. Bibit yang baik tersebut nantinya harus dipindah dan ditanam di bedengan yang sudah Anda siapkan tadi. 

Pemeliharaan Tanaman Kailan

Berikutnya masuk ke tahap pemeliharaan tanaman kailan ini. Proses pemeliharannya cukup sederhana. Anda bisa melakukan penyiraman pada tanaman ini. Jika kebetulan anda menanam tanaman ini pada saat musim hujan, maka penyiramannya bisa dikurangi agar tanaman ini tidak kelebihan air. 

Tetapi jika penanaman dilakukan pada saat musim kemarau, anda bisa menambah air yang akan digunakan untuk menyiram tanaman ini. Hal lain yang bisa anda lakukan adalah dengan melakukan penjarangan. Lakukan aktivitas ini setelah penanaman. Penjarangan harus dilakukan bertujuan untuk mencabuti tanaman yang tumbuhnya terlalu rapat. 

Perawatan Tanaman Kailan

Jangan lupa juga untuk melakukan perawatan dengan cara mencabuti tanaman yang mati akibat terserang hama atau penyakit dan menggantinya dengan bibit yang baru. Hal ini bertujuan supaya tanaman yang sakit tadi tidak menularkan penyakitnya ke tanaman yang sehat lainnya. Pencabutan tanaman ini bisa anda lakukan ketika menganalisa tanaman kailan setiap harinya. 

Selain itu lakukan juga langkah memelihara tanaman kailan dengan cara penyiangan. Apa itu penyiangant? Penyiangan adalah proses mengganti tanaman yang lama dengan tanaman yang baru. Biasanya ini dilakukan apabila anda menemukan tanaman yang tidak memiliki potensi untuk bisa tumbuh dengan baik. Jika anda sudah bisa memprediksi bahwa hasil akhirnya nanti pasti tidak bagus, sebaiknya proses penyiangan ini dilakukan. 

Hasil Panen Tanaman Kailan


Tanaman kailan juga bisa dijadikan sebagai sumber bisnis. Anda bisa menjual hasil panen dari tanaman ini apabila berhasil tumbuh dengan baik. Satu hal yang perlu anda ketahui adalah tanaman ini akan bisa menghasilkan hasil panen selama 70 hari paling lama, dan paling cepat 40 hari. Maka dari itu, anda harus menentukan iklim yang tepat untuk menanam tanaman ini. Iklim yang tropis sangat dianjurkan sebagai media untuk menanam kailan.
Sumber AGLAONEMA

TANAMAN HIAS  : Pepaya California memang berbuah besar dan manis. Dan harganya juga cukup lumayan. Berdasarkan penelusuran kami, rata-rata harga terbaru Pepaya California adalah Rp. 6000 - 7000 / kg. Dengan berat rata-rata 1,5 - 3 kg/ buah.


Pepaya California mulai memasuki panen pertama di usia 7 - 8 bulan. Bahkan terkadang dengan ketinggian hanya 45 cm dari tanah, Pepaya California sudah bisa menghasilkan buah yang lebat.

Untuk penghasilan petani Pepaya California tentu memang berbeda-beda, tapi jika dikutip dari kesaksian beberapa petani pepaya California, ada yang mengatakan :

- Paling sedikit menghasilkan Rp 3 juta perminggu, pada lahan seperempat hektar.
- Paling sedikit menghasilkan Rp 5 juta perminggu, pada lahan 1 hektar.
TAHAPAN BUDIDAYA PEPAYA CALIFORNIA

Nah tentu anda kira-kira sudah bisa membagi-baginya kan...!

Untuk prospek pasar, jika dibandingkan dengan Cabai, pepaya tentu bukan tandingan cabai. Sebab cabai dan bawang adalah King dari komoditas - komoditas pertanian. Namun prospek pepaya juga cukup lumayan menjanjikan, sebab masyarakat memang juga hobby memakan pepaya.

Namun jika diteliti dari potensi bisnis, anda yang pernah bercocok cabai, tentu mungkin agak sedikit senyum-senyum, sebab alamak,, cabai itu memang sangat memusingkan, dan sulit merawatnya. Jelas pepaya lebih unggul dalam hal itu. Sebab cocok tanam Pepaya California ini jelas jauh lebih mudah dari cabai.

1 tanaman pepaya California, bisa menghasilkan 70 - 80 buah perpohon, dengan berat total sekitar 85 kg/pohon. Dan masa produktif mencapai 3 tahun.

Pembibitan

Persyaratan Bibit/Benih
Biji-biji yang digunakan sebagai bibit diambil dari buah-buah yang telah masak benar dan berasal dari pohon pilihan. Buah pilihan tersebut di belah dua untuk diambil biji-bijinya. Biji yang dikeluarkan kemudian dicuci bersih hingga kulit yang menyelubungi biji terbuang lalu dikeringkan ditempat yang teduh. Biji yang segar digunakan sebagai bibit. Bibit jangan diambil dari buahyang sudah terlalu masak/tua dan jangan dari pohon yang sudah tua.

Penyiapan Benih
Kebutuhan benih per hektar 60 gram (± 2000 tanaman). Benih direndam dalam larutan ATONIK 2 cc/liter selama 1-2 jam,  kemudian disemai dalam polybag ukuran 20 x 15 cm. Media yang digunakan merupakan campuran 2 ember tanah yang di ayak ditambah 1 ember pupuk kandang yang sudah matang dan diayak ditambah 50 gram TSP dihaluskan

Teknik Penyemaian Benih
– Benih dimasukkan pada kedalaman 1 cm kemudian tutup dengan tanah. Disiram setiap hari. Benih berkecambah muncul setelah 12-15 hari. Pada saat ketinggiannya 15-20 cm atau 45-60 hari bibit siap ditanam.
– Biji-biji tersebut bisa langsung ditanam/disemai lebih dahulu. Penyemaian dilakukan 2 atau 3 bulan sebelum bibit persemaian itu dipindahkan ke kebun.

Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian
Pada persemaian biji-biji ditaburkan dalam larikan (barisan) dengan jarak 5 – 10 cm. Biji tidak boleh dibenam dalam-dalam, cukup sedalam biji, yakni 1 cm. Denganpemeliharaan yang baik, biji-biji akan tumbuh sesudah 3 minggu ditanam. Semprotkan Atonik dicampur EM4 sesuai dosis anjuran interval 1 minggu sekali.

Pemindahan Bibit
Bibit-bibit yang sudah dewasa, sekitar umur 2 – 2,5 bulan dapat dipindahkan pada permulaan musim hujan.

Pengolahan Media Tanam

Persiapan
Lahan dibersihkan dari rumput, semak dan kotoran lain, kemudian dicangkul/dibajak dan digemburkan.

Pembentukan Bedengan
–Bentuk bedengan berukuran lebar 200 – 250 cm, tinggi 20 – 30 cm, panjang secukupnya, jarak antar bedengan 60 cm.
– Buat lubang ukuran 50 x 50 x 40 cm di atas bedengan,dengan jarak tanam 2 x 2,5 m.

Pengapuran
Apabila tanah yang akan ditanami pepaya bersifat asam (pH kurang dari 5), setelah diberi pupuk yang matang, perlu ditambah ± 1 kg Dolomit dan biarkan 1-2 minggu.

Pemupukan
Sebelum diberi pupuk, tanah yang akan ditanami pepaya harus dikeringkan satu minggu, setelah itu tutup dengan tanah campuran 10 kg pupuk kandang yang telah matang dicampur dengan PUPUK ORGANIK 5 kg ditambah NPK 2 ons.

Teknik Penanaman

Pembuatan Lubang Tanam
Lubang tanam berukuran 50 x 50 x 50 cm, yang digali secara berbaris. Biarkan lubang-lubang kosong agar memperoleh cukup sinar matahari. Setelah itu lubang-lubang diisi dengan tanah yang telah dicampuri dengan pupuk kandang 2 – 3 blek. Jika pupuk kandang tidak tersedia dapat dipakai EM4 dengan cara disiramkan ke lubang tanam dosis 1 sendok makan/10 lt air sebelum tanam.

Lubang – lubang yang ditutupi gundukan tanah yang cembung dibiarkan 2-3 hari hingga tanah mengendap. Setelah itu baru lubang-lubang siap ditanami. Lubang-lubang tersebut di atas dibuat 1-2 bulan penanaman.

Apabila biji ditanam langsung ke kebun, maka lubang – lubang pertanaman harus digali terlebih dahulu. Lubang-lubang pertanaman untuk biji-biji harus selesai ± 5 bulan sebelum musim hujan.

Cara Penanaman
Tiap-tiap lubang diisi dengan 3-4 buah biji. Beberapa bulan kemudian akan dapat dilihat tanaman yang jantan dan betina atau berkelamin dua.

Pemeliharaan Tanaman

Penjarangan dan Penyulaman
Penjarangan tanaman dilakukan untuk memperoleh tanaman betina disamping beberapa batang pohon jantan. Hal ini dilakukan pada waktu tanaman mulai berbunga.

Penyiangan
Kebun pepaya sama halnya dengan kebun buah-buahan lainnya, memerlukan penyiangan (pembuangan rumput). Kapan dan berapa kali kebun tersebut harus disiangi tak dapat dipastikan dengan tegas, tergantung dari keadaan.


Pembubunan
Kebun pepaya sama halnya dengan kebun buah-buahan lainnya, memerlukan pendangiran tanah. Kapan dan berapa kali kebun tersebut harus disiangi tak dapat dipastikan dengan tegas, tergantung dari keadaan.

Pemupukan
Pohon pepaya memerlukan pupuk yang banyak, khususnya pupuk organik, memberikan zat-zat makanan yang diperlukan dan dapat menjaga kelembaban tanah.


Cara pemberian pupuk :
  • Tiap minggu setelah tanam beri pupuk kimia, 50 gram ZA, 25 gram Urea, 50 gram TSP dan 25 gram KCl, dicampur dan ditanam melingkar
  • Satu bulan kemudian lakukan pemupukan kedua dengan komposisi 75 gram ZA, 35 gram Urea, 75 gram TSP, dan 40 gram KCl
  • Saat umur 3-5 bulan lakukan pemupukan ketiga dengan komposisi 75 gram ZA, 50 gram Urea, 75 gram TSP, 50 gram KCl
  • Umur 6 bulan dan seterusnya 1 bulan sekali diberi pupuk dengan 100 gram ZA, 60 gram Urea, 75 gram TSP, dan 75 gram KCl
  • Siramkan EM4 ke lubang tanam dengan dosis 1 sendok makan/10 liter air setiap 1-2 bulan sekali. Lakukan penyemprotan campuran insetisida, fungisida, ZPT dan Pupuk Daun dengan dosis dsesuai anjuran setiap 1-2 minggu sekali setelah tanam sampai umur 2-3 bulan
  • Penyemprotan hati – hati pada saat berbunga agar tidak kena bunga yang mekar atau lebih aman bisa disiramkan

Pengairan dan Penyiraman
Tanaman pepaya memerlukan cukup air tetapi tidak tahan air yang tergenang. Maka pengairan dan pembuangan air harus diatur dengan seksama. Apalagi di daerah yang banyak turun hujan dan bertanah liat, maka harus dibuatkan parit-parit. Pada musim kemarau, tanaman pepaya harus sering disirami.

Hama dan Penyakit
Kutu tanaman (Aphid sp., Tungau). Badan halus panjang 2 – 3 mm berwarna hijau, kuning atau hitam. Memiliki sepasang tonjolan tabung pada bagian belakang perut, bersungut dan kaki panjang. Kutu dewasa, ada yang bersayap dan tidak. Merusak tanaman dengan cara menghisap cairan dengan pencucuk penghisap yangpanjang di bagian mulut.

Penyakit yang sering merugikan tanaman pepaya adalah penyakit yang disebabkan oleh jamur, virus mosaik, rebah semai, busuk buah, leher akar, pangkal batang dan nematoda.

Penyakit mati bujang disebabkan oleh jamur Phytophthora parasitica, P. palmivora dan Pythium aphanidermatum. Menyerang buah dan batang pepaya. Cara pencegahan: perawatan kebun yang baik, menjaga kebersihan, dan drainase , sedangkan penyakit busuk akar disebabkan oleh jamur Meloidogyne incognita.

Nematoda. Apabila lahan telah ditanami pepaya, disarankan agar tidak menanam pepaya kembali, untuk mencegah timbulnya serangan nematoda. Tanaman yang terinfeksi oleh nematoda menyebabkan daun menguning, layu dan mati. 

Panen dan Pasca Panen

Ciri dan Umur Panen
Tanaman pepaya dapat dipanen setelah berumur 7,5 bulan. Buah pepaya dipetik harus pada waktu buah itu memberikan tanda-tanda kematangan: warna kulit buah mulai menguning. Tetapi masih banyak petani yang memetiknya pada waktu buah belum terlalu matang.

Cara Panen
Panen dilakukan dengan berbagai macam cara, pada umumnya panen/pemetikan dilakukan dengan menggunakan “songgo” (berupa bambu yang pada ujungnya berbentuk setengah kerucut yang berguna untuk menjaga agar buah tersebut tidak jatuh pada saat dipetik).

Periode Panen
Panen dilakukan setiap 4 hari sekaliTANAMAN HIAS  : 


Sumber AGLAONEMA