November 2018
https://tipspetani.blogspot.com/2018/11/menanam-terong-belanda-yang-benar-dan.html
Terung belanda akhir akhir ini tenar di kalangan petani indonesia. Banyak yang beralih dari menanam cabe ke terung belanda ini. Karena terong belanda mempunyai harga jual yang tinggi di banding cabai atau pun tomat. silahkan baca : Tips Sukses Memerangi Hama dan Virus Tanaman Terong Belanda



Menanam Terong Belanda Yang Benar dan Berhasil


Untuk menanam terung belanda bisa di bilang gampang-gampang susah. Dalam proses penanaman anda harus mengetahui berbagai macam teknik penaman, bibit yang baik, dan lainya. Namun tenang saja, kami akan memandu anda bagaimana cara menanam terong belanda dengan benar. Ikuti step by step pembahasan yang akan kami jabarkan di bagian selanjutnya.

https://tipspetani.blogspot.com/2018/11/menanam-terong-belanda-yang-benar-dan.html

Kriteria Penanaman Terong Belanda
  • Di usahakan menanam terong belanda di dataran yang mempunyai ketinggian lebih dari 1200 mdpl
  • Sebaiknya menggunakan tanah yang subur dan gembur
  • Unsur tanah yang di gunakan banyak mengandung unsur organik
  • Memiliki kisaran suhu 22 hingga 20 C
  • Kandungan pH tanah antara 5 – 6
  • Pencahayaan matahari yang cukup
  • Ketika musim kemarau tanah tidak kekeringan
Tahap Pembenihan dan Persemaian Terong Belanda

Sebelum menanam terong belanda, proses yang harus di lakukan terlebih dahulu adalah penyemaian bibit terong menggunakan bedangan. Dalam satu hektar memerlukan 500 gram bibit biji terung belanda. Proses penyemaian memerlukan waktu kira-kira 1.5 bulan hingga munculnya daun kecil. Setelah terdapat daun pada bibit terung maka siap di pindahkan ke lahan tanam.
https://tipspetani.blogspot.com/2018/11/menanam-terong-belanda-yang-benar-dan.html

https://tipspetani.blogspot.com/2018/11/menanam-terong-belanda-yang-benar-dan.html
   
https://tipspetani.blogspot.com/2018/11/menanam-terong-belanda-yang-benar-dan.html

Tahap Penanaman Terong Belanda

  • Setelah tahap pembenihan dan persemaian selesai, kini selanjutnya ke tahap penanaman bibit yang sudah mempunyai daun ke lahan tanam. Namun sebelum di lakukan penanaman kita harus mempersiapkan lahan tanam terlebih dahulu. Berikut langkah-langkah dalam mempersiapkan lahan tanam untuk menanam terung belanda :
  • Tahap yang pertama adalah dengan membuat bedengan dengan lebar kira-kira 1.2 cm hingga 1.4 cm dan panjang yang di sesuaikan.
  • Selanjutnya buat lubang dengan jarak tanam sekitar 60 cm.
  • sedangkan jarak setiap bedengan adalah 70 hingga 80 cm.
  • lalu buatlah parit pada bedengan dengan tujuan untuk jalanya air pada saat proses penyiraman.
  • Sebelum di lakukan penanaman, di usahakan tanah telah di campuri pupuk kompos dan juga pupuk anorganik.
  • Selanjutnya tanamlah bibit terung yang sudah mempunyai daun ke dalam tanah yang sudah di campuri pupuk kompos maupun anorganik
  • sebaiknya proses penanaman di lakukan pada sore hari
Tahap Pemeliharaan Terong Belanda

https://tipspetani.blogspot.com/2018/11/menanam-terong-belanda-yang-benar-dan.html
  • Setela proses penanaman selesai kini di lanjutkan dengan proses pemeliharaan. Berikut tata cara pemeliharaan tanaman terong belanda :
  • Siramlah tanaman terung 3 hari sekali hingga berbunga secara rutin
  • Ketika bunga sudah tumbuh, durasi penyiraman pun di tambah menjadi 2 hari sekali penyiraman secara rutin
  • Lakukan pupuk tingkat I dengan menggunakan pupuk tingkat dasar pada saat berusia 7 hingga 14 hari setelah penanaman
  • Lakukan pupuk tingkat II pada saat sudah berbunga dengan takaran tertentu
Jenis pupuk yang di gunakan dalam pemeliharan terung belanda adala sebagai berikut:
  • Pupuk kandang
  • Pupuk urea
  • Pupuk Tsp
  • pupuk Kcl
Pengendalian Hama dan Penyakit Terong Belanda

1. Hama Aphis / Kutu Daun

Hama apis atau serangan kutu daun ini menyebabkan bercak pada daun tanaman terung sehingga daun menguning dan kering. Untuk cara mengatasi hama ini bisa di lakukan dengan teknik Bayrusi 125 EC dan Basudin 40 Wp.

2. Pembusukan Akar

Pembusukan akar ini disebabkan oleh Cendawan Yerticilium ang menyerang pembulu jaringan tanaman hingga ke akar. Penyakit ini juda menyebabkan daun menguning dan kering. Penyakit tanaman terong belanda ini dapat di atasai dengan Dithane mM-45 antara 0.2% hingga 0.3%.

3. Karat Pada Daun

Tanaman terung belanda terserang penyakit ini di tandai dengan bercak kuning pada daun dan kanker pada daun. Karat pada daun di sebabakan ole Phomopsis Vexan. Samapi saat ini belum ada teknik atau cara penanganan penyakit karat pada daun.
Tahap Pemanenan Terong Belanda

Idealnya terong belanda bisa di panen ketika sudah berusia 4 bulan. Satu tanaman terong bisa di panen 6 hingga 7 kali. Untuk menghindari kerusakan pada proses pemanenan sebaiknya pengambilan terong di lakukan dengan cara pengguntingan atau pemetikan pada bagian tangkai tanaman terong belanda.
https://tipspetani.blogspot.com/2018/11/menanam-terong-belanda-yang-benar-dan.html


MEMBIBIT TERUNG BELANDA DENGAN MEDIA POT













Wajah Japantas Damanik, riang bukan kepalang. Itu karena ia mampu memanen terong Belanda yang ditanamnya di atas lahan seluas 15 rante. Kegembiraan terpancar ketika petani lain harus pasrah membiarkan tanamannya rusak, seperti terong Belanda, jeruk atau cabai terserang penyakit layu bakteri, busuk akar, tanaman kerdil tak menghasilkan. Dalam kondisi ini Japantas mampu mengatasinya.


Ketika Analisa menyambanginya di kebunnya, Desa Dolok Tolong Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Dairi beberapa waktu lalu, pria yang lebih suka disebut sebagai pengamat hama penyakit tanaman ini, justru memanfaatkan tantangan ini sebagai peluang. Ketika buah-buah tertentu terserang virus dan hama penyakit, justru Japantas Damanik meneliti dan mencari akan masalahnya. Jika penyakit tanaman tersebut dapat diatasi, itu artinya upaya Japantas layak dibayar mahal, karena sesuai hukum permintaan ekonomi, bila barang sedikit, maka harga otomatis menjadi mahal.

Pada pertengahan tahun lalu, pria ramah dan murah senyum itu mengatakan untuk pertama kali panen, ia berhasil memetik1 ton terong Belanda.

“Saya menjualnya langsung ke ke supermarket di Medan dengan harga Rp. 12.000 s.d Rp. 15.000 per kilogram. Ketika selesai transaksi , pengusaha supermarket itu mengatakan, kalau masih ada barangnya, kami akan tampung lagi,” begitu kenang Japantas Damanik dengan riangnya. Hasil panen perdana itu ia membawa pulang puluhan juta rupiah.

Jumlah rupiah yang lumayan ini membuatnya bersemangat untuk memperluas areal tanaman terong Belanda. Meski bagi petani lain, membudidaya terong Belanda luar biasa ribetnya karena serangan hama dan virus.

“Saya menanam 1200 pokok dari biji yang saya semai sendiri. Dalam 10 bulan, pohon terong sudah bisa berproduksi, dengan rata-rata satu pohon bisa menghasilkan 12 kilogram buah,” paparnya.

Menurutnya, pada masa panen tanaman terong berusia 9 bulan, proses pemetikan dapat dilakukan 18 kali, karena tidak semua buah ranum sekaligus. Sedangkan hasil yang diperolehnya dari 1200 pokok tersebut pernah menghasilkan 1 ton buah terong.

Japantas mengatakan, buah yang kaya kandungan vitamin A dan C itu ada dua jenis, yakni varitas Taiwan dan lokal. Dia sendiri mengembangkan jenis Taiwan, karena kualitas buahnya lebih bagus dan besar, warnanya cerah, lebih kilat dan lebih digemari pasar. Sedangkan jenis lokal, banyak mengandung biji dan buahnya lebih kecil.

Tidak Mengenal Musim

Yang memotivasi Japantas membudidayakan buah terong Belanda karena, buah ini tidak mengenal musim. Kapan saja bisa berbuah dan dipanen asalkan perawatannya dilakukan dengan baik.

Begitupun, bukan berarti menanam buah ini tanpa tantangan. Apa rahasia Japantas Damanik sukses berkebun terong Belanda?

Saya memprotek hama penyakit yang masuk ke dalam areal tanaman terong dengan penangkal sistem “nano-nano (berbagai cara) dengan menanam bunga matahari, sedap malam dan bangun-bangun untuk menghalau hama. Sebelum hama wereng memasuki areal kebun, dengan proteksi tanaman pagar ini, maka hama tidak tidak sampai menyerang ke tanaman terong, tapi terputus di tanaman pagar “nano-nano” tadi.

Ia mengatakan, keluhan petani buah selama ini masih tetap dihantuivirus yang mengakibatkan tanaman kerdil, buah jarang, busuk akar. Akibatnya produktifitas buah merosot. Dan hal inilah yang dialami petani lainnya di beberapa daerah Kabupaten Dairi, khususnya tanaman jeruk dan terong Belanda.

Japantas juga mengatakan, jika keadaan tidak mendesak, ia tidak akan menggunakan pestisida untuk memerangi hama. Cara yang dilakukan di atas dengan sistem “nano-nano” tadi itu ternyata cukup ampuh menghalau hama tanaman di samping dia sendiri juga pecinta tanaman yang ramah lingkungan dengan menjauhi pupuk kimiawi.

Tidak Gunakan Pestisida

Mengapa tidak memilih pestisida? Damanik menjelaskan, umumnya pemakaian pestisida akan disertai dengan pemusnahan sebagian mikroorganisme yang menguntungkan. Jika pestisida yang digunakan adalah pestisida sintetik, maka nilai ke”organi”annya pun akan sirna. Selain itu, sering memakai pestisida yang tidak sesuai dengan anjuran pemakaian dapat mengakibatkan resistensi terhadap hama tersebut.

Sedangkan untuk memerangi virus, seperti busuk akar, kuning daun, jamur dan lainnya, Japantas menggunakan pupuk cair yang disebut enzim Fitofit.

“Terus terang, tanaman terong Belanda saya banyak dibantu dengan cairan enzim Fitofit, padahal saya hanya menyemprotkannya sebulan dua kali. Bila tanaman sudah diaplikasi Fitofit, meski musim kemarau tanaman tetap segar,” katanya.

Sementara pakar enzim DR.-Ing. Andy Wahab Sitepu, menjelaskan, Fitofit juga mampu membantu tumbuh-tumbuhan mengatur keseimbangan unsur hara yang dibutuhkannya dan menyerap/ memanfaatkan kelebihan pupuk yang menimbulkan kerusakan struktur tanah dan perakaran tanaman serta bahkan menyebabkan kematian tanaman.

Diakhir bincang-bincang dengan Japantas Damanik, ia mengatakan hama atau virus jangan ditakuti, tapi bagaimana kita “memeranginya”, dalam arti bukan membasmi hama dengan pestisida. Tapi dapat dilakukan dnegan aplikasi cairan aplikasi Fitofit, hal ini bukan membunuh virus, tapi menjinakkan virus dalam tanaman dan tanaman tetap selamat malah berkembang semakin baik.

“Ketika serangan penyakit tanaman terjadi, justru disana kita memetik hikmah, bagaimana menyembuhkan penyakit sehingga memperoleh keuntungan? Kalau misalnya tanaman sehat dan buahnya membanjiri pasaran, tapi harga sangat rendah, bukan tidak mungkin petani merugi. Justru kondisi seperti ini membuat petani menjadi serba salah. 
(Anthony Limtan di http://harian.analisadaily.com