Tanaman Hias  Demam tanaman hias saat ini sedang melanda berbagai kota besar di Tanah Air. Harga tanaman hias bisa mencapai ratusan juta rupiah; sesuatu yang berkesan di luar rasionalitas. TENTU tidak pemilik nursery, atau penangkar tanaman hias, menuai untung. Bahkan tidak sedikit orang yang mengalami keambrukan dalam berbisnis tanaman hias.

Banyak faktor yang menyebabkan mereka terpuruk, mulai dari faktor alam, kurangnya pengetahuan bercocok tanam dan karakteristis tanaman hias, hingga gagal
bersaing akibat ikut-ikutan tren saja.

Fenomena ini juga melanda para penangkar tanaman hias terlaris saat ini, anthurium, khususnya jenis jenmanii dan gelombang cinta. Ketika gagal, mereka mencoba dan terus mencoba, sampai akhirnya makin terpuruk.
Ah, mengapa tidak melirik potensi lain? Bukankah banyak sekali potensi tanaman hias serta tanaman bunga yang bisa dibudidayakan untuk menjadi idola baru? Salah satu bunga hias yang saat ini luput dari pantuan penangkar dan penggemar adalah tanaman gerbera. Padahal bunga tanaman ini sangat indah, tak kalah dari mawar dan tulip.
Tanaman ini memang belum berkembang pesat di Indonesia, terutama sebagai komoditas komersial. Dalam program penelitian dan pengembangan hortikultura di Indonesia, gerbera dimasukkan sebagai tanaman introduksi dari luar negeri.

Tetapi jika bisa dikembangkan di Indonesia, pasti akan menjadi komoditas potensial. Apalagi tanaman ini terbukti mampu mengusir berbagai jenis polutan, baik dari asap rokok, asap kendaraan bermotor, maupun asap pabrik.

Prospek budidaya tanaman gerbera juga cukup cerah, mengingat peminatnya di dalam negeri makin banyak. Ini dapat dilihat dari dominannya bunga gerbera dalam berbagai rangkaian/karangan bunga.

Empat Jenis

Berdasarkan bentuk bunga, terutama struktur helai mahkota bunganya, gerbera dibagi menjadi empat jenis :

Pertama, gerbara berbunga selapis. Helai mahkota bunganya tersusun selapis, dan umumnya berwarna merah, kuning, atau merah jambu.

Kedua, gerbera berbunga dua. Helai mahkotanya tersusun dari dua lapis. Susunan lapis luar berbeda dari lapis dalamnya. Termasuk jenis ini antara lain Gerbera jamensonii, atau sering disebut fantasy double purple, yang berwarna merah.

Ketiga, gerbera berbunga tiga lapis. Contohnya adalah fantasy triple red yang berbunga merah dengan variasi kuning atau hijau-kekuningan. Namun jenis ini juga memiliki nama spesies yang sama, yaitu Gerbera jamensonii.

Keempat, gerbera hibrida yang dihasilkan Holand Asia Flori Net di Belanda. Misalnya gerbara yustika (pink merah), orange jaffa (oranye cerah) dan ventury (oranye tua). Ukuran bunganya jauh lebih besar daripada tiga jenis terdahulu.

Perbanyakan tanaman ini relatif mudah. Media tanam yang ideal adalah tanah lempung yang berpasir, subur, dan banyak mengandung bahan organik atau humus.
Derajat keasaman (pH) tanah yang cocok untuk budi daya gerbera adalah 5,5 - 6,0 (kondisi asam). Benih dapat diperbanyak secara generatif. Benih diseleksi dari biji yang memiliki daya kecambah atau berdaya tumbuh tinggi, dengan penampilan yang bernas.

Perbanyakan vegetatif juga bisa dilakukan, terutama secara kultur jaringan/anakan. Bahan terdiri atas mata tunas lateral dari batang tanaman gerbera yang sehat dan dari jenis unggul.

Penanaman

Sebelum menanam, siapkan lubang tanam selebar dan sedalam daun. Cang-kul pada jarak tanam 20-25 cm dalam barisan, serta 35-40 cm antarbarisan. Waktu terbaik untuk menanam adalah pagi hari (06.00 - 09.00) atau sore hari (15.00 - 17.00).
Lubang tanam dibasahi sampai lembab. Bibit ditanam secara tegak di tengah-tengah lubang, sambil memadatkan tanah di sekitar pangkal tanaman. Lalu siramlah bedengan sampai cukup basah.

Agar pertumbuhannya bagus, kita mesti melakukan pemupukan secara rutin, minimal sebulan sekali. Jenis pupuk yang dianjurkan adalah NPK serta unsur mikro lainnya. Pupuk NPK diberikan dengan dosis 2-4 gram/tanaman, dengan periode sekali dalam sebulan. Dengan demikian, setiap hektare lahan membutuhkan 200 -400 kg pupuk.
Caranya, benamkan pupuk dalam larikan atau lubang di antara tanaman. Pupuk bisa diberikan dalam bentuk larutan dengan konsentrasi 10 gram/10 liter air, dan diberikan sebanyak 200-250 ml/tanaman dengan periode pemberian 10 hari sekali. Pupuk daun dapat diberikan sesuai dengan anjuran.

Yang juga perlu diperhatikan adalah penyiraman pada fase awal pertumbuhan tanaman. Kegiatan ini dapat dilakukan 1-2 kali dalam sehari. Pemberian air selanjutnya berangsur-angsur bisa dikurang. Nah, selamat mencoba. (Dela SY,dari berbagai sumber-32)
Tanaman Hias  
Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments: