TANAMAN AGLAONEMA : Sebagai tanaman hias daun, aglaonema  diminati oleh banyak orang. Karena memiliki corak warna daun yang beragam. Warna-warna yang ngejreng memancarkan pesona yang memikat. Perkembangan aglaonema saai ini pesat sekali. Silangan baru bermunculan, baik dari dalam maupun luar negeri. Tanaman hias yang cantik, molek ini mudah dirawat dan tidak rewel. Tahan lama didalam ruangan sehingga cocok untuk tanaman hias indoor.

Sebagai hobiis untuk memelih aglaonema harus mengetahui karakter aglaonema tersebut, apalagi kalau mau dijadikan indukan untuk dikembangkan. Sebenarnya ada 3 dasar pengembang biakkan tanaman hias ini. Pertama, cara generatif. Yaitu perbanyakan dengan biji. Cara ini agak rumit, karena harus tahu teknik peyerbukan pada tanaman ini. Penyerbukan atau perkawinan pada aglaonema tidak bisa secara alami. Karena bunga jantan dan betina jadi satu dan terbungkus oleh seludang. Kedua, cara vegetatif. Perbanyakan tanaman dengan cara ini mudah dilakukan. Tidak diperlukan pengetahuan teknis khusus. Dapat menghasilkan tanaman hias dalam jumlah banyak dengan sifat yang mirip iiduknya. Ketiga, cara kultur jaringan. Cara ini sebenarnya dapat menghasilkan jumlah anakan secara masal. Namun memerlukan pengetahuan khusus dan biaya yang besar untuk membuat laboratorium.

Pada posting kali ini akan dibahas cara berbanyakan yang mudah dilakukan oleh siapa saja, sekalipun hobiis baru. Perbanyakan vegetatif yaitu melalui stek, baik batang, anakan maupun pencangkokan semuanya mudah dilakukan dan hasilnya cepat didapat.

1.    Setek Batang


Perbanyakan tanaman aglaonema dengan cara ini dapat dilakukan pada tanaman yang sudah mempunyai batang. Dilakukan untuk cepat mendapatkan anakan. Biasanya bila jenis tanaman aglaonema tersebut banyak diminati dan stok terbatas. Juga dilakukan pada aglaonema yang susah mengeluarkan anakan. Adapun tahapanya sebagai berikut :
  • Pilih batang aglaonema yang sudah tua dan  sehat.
  • Batang yang terpilih dipotong, kemudian buat potongan 3 ~ 5 cm atau minimal ada 1 calon mata tunas pada  setiap    potongan.
  • Luka potongan ditutup dengan larutan penutup luka (fungisida) dan biarkan selama 30 menit. Hal ini agar batang tidak busuk.
  • Tanam potongan batang tersebut secara horisontal dalam media tanam yang sudah disiapkan. Usahakan batang tersebut tidak terbenam seluruhnya dan mata tunas dibagian atas.
  • Penyiraman dilakukan dengan cara di sepray, media tanam jangan sampai kering.
  • Tunas dan akar baru akan muncul setelah 6 minggu.

2.    Setek Pucuk


Dilakukan pada tanaman aglaonema yang mempunyai perakaran bagus. Kadang dilakukan pada aglaonema yang pertumbuhan anakannya lambat. Akan dihasilkan tanaman aglaonema baru yang sudah terbentuk bagus. Tahapannya sebagai berikut :

  • Pilih tanaman induk yang sehat dan mempunyai perakaran cukup banyak sampai ke permukaan media.
  • Potong batang yang terpilih, minimal 3 akar terikut pada batang atas.
  • Oleskan larutan penutup luka (fungisida) pada potongan batang atas maupun batang bawah.
  • Tanam batang atas (pucuk tanaman) dipot terpisah, lalu siram media secara merata.
  • Taruh pada tempat yang teduh, tidak terkena sinar matahari langsung. Perakaran baru mulai tumbuh setelah 3 minggu.
  • Perawatan batang bawah seperti biasanya, nanti akan tumbuh tunas baru.

3.    Setek Anakan


Biasanya sistem ini dilakukan pada tanaman aglaonema yang cepat menghasilkan anakan. Juga dilakukan bila permintaan akan jenis tertentu meningkat. Pada pemisahan anakan sering dilakukan sambil mengganti media indukan, sehingga sambil panen anakan baru, juga memperbaiki media dan repotting induknya. Diharapkan setelah itu pertumbuhan induk akan baik dan cepat menghasilkan anakan baru lagi. Tahapannya sebagai berikut :

  • Pilih tanaman aglaonema yang sudah membentuk rumpun anakan banyak, atau pot sudah penuh dengan tanaman.
  • Cabut rumpun tanaman aglaonema tersebut dari potnya.
  • Pilih anakan yang sudah berdaun minimal 2 membuka, kemudian potong batang yang menghubungkan induk dan anakan. Usahakan akar yang ada tidak rusak atau putus.
  • Oleskan larutan penutup luka (fungisida), pada bekas potongan masing-masing tanaman.
  • Tanam anakan yang sudah dipisahkan pada pot baru, sesuaikan ukuran pot dengan besar anakan yang ditanam. Induk yang tersisa juga ditanam kembali dengan media baru.
  • Taruh anakan tersebut pada tempat yang ternaungi dan tidak terkena sinar matahari maupun hujan secara langsung. Perakaran baru akan tumbuh setelah 3 minggu.

4.    Sistem Cangkok


Cangkok dilakukan bila tanaman aglaonema sudah membentuk batang. Biasanya dilakukan sebelum setek batang. Batang yang akan disetek, pucuknya dicangkok terlebih dahulu. Sehingga akan dihasilkan anakan dari setek batang maupun pucuk batang tersebut. Tahapannya sebagai berikut :
  • Siapkan pot kecil (lebih kecil dari pot induknya). Buatkan sayatan, dan lubangi dasar pot tersebut sebesar batang aglaonema yang akan dicangkok.
  • Masukkan pot kecil tersebut pada batang yang dicangkok, lalu isi media tanam sampai penuh.
  • Ikat erat pot kecil tersebut dengan tali, bisa dengan tali rafia. Usahakan tali yang digunakan kuat bertahan dan tidak putus.
  • Siram secara rutin cangkokan tersebut, jangan sampai medianya kering dan jangan terlalu basah.
  • Akar baru pada cangkokan akan tumbuh satu bulan kemudian. Dan batang atas yang dicangkok dapat dipotong dan dipindahkan kepot lain setelah perakarannya banyak, biasanya 3 bulan setelah pencangkokan.

Pemotongan batang pada keempat cara diatas sebaiknya memakai pisau yang tajam dan diusahakan steril. Hal ini untuk meminimalkan kontaminasi bakteri maupun jamur pembusuk batang. Sangat-sangat mudah dilakukan oleh siapapun. Tingkat keberhasilan perbanyakan vegetatif ini ditentukan oleh peralatan yang digunakan dan perawatan selanjutnya setelah dilakukan penyetekan.
Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments: